Jawa Pos Radar Madiun - Seseorang yang rutin naik turun tangga kantor tanpa sadar telah memberi latihan kecil bagi jantungnya.
Aktivitas sederhana seperti ini, jika dilakukan konsisten, ternyata punya dampak besar.
Dampaknya terasa dalam menjaga kesehatan kardiovaskular jangka panjang.
Jantung Butuh "Olahraga" Juga
Sebagai otot, jantung menjadi lebih kuat dan efisien memompa darah ketika dilatih secara teratur melalui aktivitas fisik.
Olahraga rutin membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol.
Olahraga juga membantu menjaga berat badan dalam rentang sehat tiga faktor utama penyebab penyakit jantung.
Jenis Olahraga yang Paling Direkomendasikan
Aktivitas aerobik seperti berjalan cepat, bersepeda, dan berenang dikenal sebagai pilihan terbaik untuk kesehatan jantung.
Latihan ini meningkatkan detak jantung secara bertahap tanpa membebani sendi secara berlebihan.
Karena itu, jenis olahraga ini cocok dilakukan berbagai kelompok usia.
Baca Juga: Banyak Pemula Gagal Investasi Bukan karena Rugi, Tapi karena Ini
Berapa Lama Idealnya Berolahraga Setiap Minggu?
Rekomendasi umum menyarankan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu.
Durasi ini bisa dibagi menjadi sesi 30 menit selama lima hari.
Pembagian ini membuat target terasa lebih realistis dibanding harus berolahraga lama dalam satu waktu.
Mulai dari yang Kecil, Konsisten itu Kunci
Bagi yang belum terbiasa, memulai dengan durasi singkat seperti sepuluh menit per hari adalah langkah yang baik.
Tingkatkan secara perlahan, jauh lebih efektif dibanding memaksakan target besar di awal.
Konsistensi jangka panjang memberi dampak lebih nyata dibanding intensitas tinggi yang hanya berlangsung sesaat.
Kesehatan jantung tidak dibangun dalam semalam.
Ia dibangun melalui kebiasaan kecil yang dijaga konsisten setiap minggu, dan langkah sesederhana berjalan kaki rutin bisa menjadi awal yang sangat berarti. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun