Jawa Pos Radar Madiun - Semangat memulai gaya hidup aktif besar, tapi lutut sudah bermasalah di minggu pertama.
Cerita seperti ini dialami ribuan orang yang mulai berolahraga tanpa pemahaman dasar tentang teknik dan batas kemampuan tubuh.
Padahal, menurut dr. Antonius Andi Kurniawan dokter spesialis kedokteran olahraga dengan pengalaman lebih dari 20 tahun masalah ini sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Jutaan Orang Latihan Tanpa Bekal yang Cukup
Selama bertahun-tahun, hanya atlet terbaik Indonesia yang mendapat akses ke pelatihan berbasis ilmu pengetahuan, pencegahan cedera, dan protokol pemulihan.
Sementara jutaan orang biasa yang ingin hidup lebih aktif tidak pernah mendapat panduan cara berlatih atau mengelola cedera dengan benar.
"Mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran dengan keluhan fisik, lansia, hingga pelari amatir, mereka tidak tahu hal itu," ujar DokAndi.
Baca Juga: Sibuk Seharian Tapi Tetap Bugar? Ternyata Cukup 10 Menit, Ini Rahasianya
Siapa yang Paling Berisiko Cedera?
Pemula yang langsung berlatih dengan intensitas tinggi tanpa pemanasan adalah kelompok paling rentan.
Begitu pula mereka yang mengabaikan rasa sakit ringan dan memaksakan diri terus bergerak.
Cedera kecil yang dibiarkan sering berkembang menjadi masalah serius yang justru menghentikan rutinitas olahraga secara permanen.
Prinsip Dasar yang Sering Diabaikan
Pemanasan bukan formalitas, melainkan persiapan wajib yang membantu otot dan sendi siap menerima beban gerakan.
Pendinginan setelah latihan juga sama pentingnya untuk membantu tubuh kembali ke kondisi istirahat secara bertahap.
Keduanya adalah perlindungan paling sederhana yang bisa dilakukan siapa pun, tanpa alat khusus.
Baca Juga: Beda Zaman, Beda Prioritas! Ini 10 Pengeluaran Gen Z yang Sulit Dipahami Boomer
Cara Mengenali Cedera yang Perlu Diperhatikan
Nyeri tajam yang muncul tiba-tiba saat bergerak adalah sinyal untuk segera berhenti.
Berbeda dengan rasa pegal biasa pasca latihan yang wajar, nyeri tajam menunjukkan ada jaringan yang mengalami tekanan berlebih.
Kompres es dalam 24 jam pertama, istirahatkan bagian yang cedera, dan konsultasikan ke dokter jika nyeri berlanjut lebih dari dua hari.
Olahraga yang Benar Bisa Dipelajari Siapa Saja
Dr. Muh Ikhwan Zein, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), menegaskan bahwa pengetahuan gerak berbasis bukti ilmiah seharusnya bisa diakses semua kalangan.
Bukan hanya atlet elite yang berhak atas panduan berlatih yang aman dan efektif.
Semakin banyak orang yang paham cara berolahraga dengan benar, semakin kecil angka cedera yang terjadi di masyarakat.
Semangat berolahraga adalah modal terbaik untuk memulai hidup aktif.
Tapi semangat yang tidak dibarengi pengetahuan justru bisa menjadi tiket menuju cedera yang menghentikan semuanya. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun