Jawa Pos Radar Madiun - Riyadh sudah bersiap menyambut ribuan atlet esports dari lebih 150 negara pada November 2026 mendatang,
lewat gelaran perdana Esports Nations Cup (ENC), turnamen yang untuk pertama kalinya mempertandingkan atlet atas nama negara, bukan klub.
Di tengah hiruk-pikuk kualifikasi 16 cabang gim yang sedang berlangsung sepanjang musim panas ini, kontingen Indonesia mencatat hasil yang naik-turun.
Lima cabang sudah mengamankan tiket langsung ke Riyadh, sementara beberapa cabang populer justru harus gigit jari lebih awal,
dan sisanya masih menggantung nasibnya di meja kualifikasi.
Lima Cabang yang Sudah Pasti Berangkat
Kabar baik datang dari cabang Dota 2. Tim Merah Putih mengunci posisi direct invite setelah menempati peringkat ke-7 dengan raihan 5.025 poin,
comfortably masuk kuota 16 negara yang mendapat undangan langsung berdasarkan sistem ENC Ranking.
Nasib serupa dialami Rainbow Six Siege, di mana Indonesia finis di posisi ke-6 dengan 7.080 poin dan otomatis mengamankan slot tanpa harus melalui babak kualifikasi.
Dua cabang gim mobile andalan Indonesia juga tampil solid. Di Mobile Legends: Bang Bang, Indonesia bertengger di posisi ke-2 dengan 7.100 poin,
sedangkan di Honor of Kings Indonesia berada di peringkat ke-4 dengan 6.100 poin.
Kedua ranking ini masih bersifat sementara karena batas akhir perhitungan poin ML:BB baru ditutup 2 Agustus 2026,
sehingga posisi final berpotensi bergeser sebelum daftar undangan resmi diumumkan.
Tersandung di Valorant dan League of Legends
Tidak semua cerita berakhir manis. Di cabang Valorant, Indonesia yang di atas kertas digadang sebagai favorit kuat regional SEA & Oceania, j
ustru harus mengubur mimpi lebih cepat. Pada babak upper semifinal, Indonesia dijegal Selandia Baru lewat skor ketat 14-12,
hasil yang disebut banyak pihak sebagai kejutan terbesar akhir pekan kualifikasi. Setelah tersingkir dari jalur utama,
Indonesia juga gagal merebut tempat ketiga usai kalah dari Australia, sehingga akhirnya finis di posisi keempat tepat di luar dua tiket yang tersedia untuk kawasan tersebut.
Baca Juga: Tanpa Kehilangan Satu Game pun, Skuad Honor of Kings Indonesia Pastikan Tiket ke Aichi-Nagoya
Pukulan berikutnya datang dari League of Legends. Indonesia tersingkir di fase kualifikasi setelah kalah dari Singapura dan Malaysia,
gagal mengamankan satu dari dua jatah slot regional SEA & Oceania.
Masih Berjuang di Meja Kualifikasi
Sejumlah cabang masih menyisakan harapan lewat jalur kualifikasi terbuka. Di PUBG Mobile,
hanya 12 negara berperingkat teratas yang mendapat undangan langsung, sementara Indonesia tertahan di posisi ke-22 dengan 1.530 poin sehingga wajib menembus kualifikasi.
Kondisi hampir serupa terjadi di PUBG: Battlegrounds versi PC, di mana Indonesia berada di posisi ke-16 dengan 6.074 poin,
meleset dari kuota 12 besar yang lolos otomatis. Rocket League menyimpan cerita yang lebih berat.
Baca Juga: Indonesia Kirim Dua Wakil ke MSC EWC 2026! Ini Daftar Lengkap 16 Tim yang Akan Mengguncang Paris
Dengan kuota direct invite hanya untuk 24 negara teratas, Indonesia yang berada di posisi ke-28 harus memutar otak lebih keras di babak kualifikasi terbuka.
Menariknya, klaim bahwa Apex Legends Indonesia terancam gagal ternyata perlu diluruskan.
Berdasarkan aturan resmi ENC, kuota direct invite Apex Legends bukan hanya untuk 6 besar,
melainkan diperluas hingga 20 negara teratas berdasarkan akumulasi poin ALGS Year 6,
dengan batas akhir perhitungan pada 12 Juli 2026 yang berarti belum tertutup. Jika posisi Indonesia benar berada di peringkat ke-9,
justru Indonesia berpeluang besar masuk zona aman direct invite, bukan terlempar ke jalur kualifikasi seperti anggapan sebelumnya.
Kepastian baru akan diketahui setelah batas waktu tersebut berakhir.
Chess dan Cabang yang Masih Abu-Abu
Di papan catur, Indonesia mengandalkan dua wakil dengan jalur berbeda: Yoseph Theolifus Taher yang lolos lewat sistem ranking, dan Novendra Priasmoro yang merebut tiketnya lewat jalur kualifikasi terbuka.
Sementara itu, tiga cabang lain masih menyimpan tanda tanya besar. Untuk Counter-Strike 2,
ENC memang tidak menyediakan direct invite sama sekali seluruh 96 negara wajib melalui kualifikasi nasional berjenjang.
Sejauh ini nama Hansel "BnTeT" Ferdinand tercatat sebagai satu-satunya pemain yang mengisi kerangka roster Indonesia,
sehingga susunan tim lengkap masih dalam proses finalisasi menjelang kualifikasi nasional 6-16 Juli 2026.
Untuk EA Sports FC, klaim bahwa poin Indonesia belum fix ternyata memang akurat.
Batas akhir perhitungan ranking baru jatuh pada 26 Juli 2026,
sementara babak kualifikasi ladder-nya sendiri baru bergulir 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, jadi posisi Indonesia memang belum bisa dipastikan sampai saat ini.
Adapun untuk Trackmania, Indonesia dilaporkan tidak mengirimkan wakil sama sekali di cabang ini.
Sementara di cabang Fighters (Street Fighter 6), Indonesia tidak masuk dalam 12 negara yang mendapat direct invite berdasarkan ENC Ranking,
dan harus berjuang lewat kualifikasi regional Asia Tenggara yang digelar akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Baca Juga: Runner-Up! Timnas PUBG Mobile Indonesia Finis Posisi Kedua di Kualifikasi Asian Games 2026
Hasil resmi kualifikasi tersebut belum terkonfirmasi secara luas di sumber-sumber publik saat artikel ini ditulis,
sehingga klaim kegagalan Indonesia di cabang ini masih perlu verifikasi lebih lanjut begitu daftar 24 negara final diumumkan.
Dengan sebagian besar jalur kualifikasi masih berjalan hingga Agustus 2026, peta kekuatan Indonesia di ENC 2026 masih bisa berubah signifikan,
sebelum gong pembukaan turnamen dibunyikan di Riyadh pada 2 November mendatang. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun