Jawa Pos Radar Madiun - Sempat tumbang di babak upper bracket, REKONIX justru bangkit dan menuntaskan perjalanan panjangnya.
Dengan gelar juara kualifikasi Asia Tenggara Esports World Cup (EWC) 2026 cabang Dota 2.
Tim asal Indonesia ini memastikan satu-satunya slot kawasan Asia Tenggara ke ajang bergengsi tersebut setelah membalikkan keadaan melawan GLYPH di partai puncak.
Sebuah hasil yang menegaskan bahwa organisasi yang baru berdiri sejak pertengahan 2025 ini bukan lagi sekadar kuda hitam.
Comeback dari Lower Bracket Jadi Kunci
Perjalanan REKONIX di kualifikasi tertutup EWC 2026 Southeast Asia tidak berjalan mulus sejak awal.
Setelah membuka turnamen dengan kemenangan atas Grind Back, REKONIX justru tersungkur di tangan GLYPH pada laga berikutnya dan terlempar ke lower bracket.
Dari titik itu, tim besutan pelatih Ivan "MinD_ContRoL" Borislavov Ivanov justru tampil tanpa terkalahkan: menekuk Mentality Monsters,
melanjutkan dengan kemenangan telak atas Carstensz Esports, lalu menyingkirkan Execration di partai final lower bracket.
Skenario itu membawa REKONIX kembali berhadapan dengan GLYPH,
tim yang sebelumnya sudah mengalahkan mereka dan melaju mulus tanpa kekalahan di upper bracket.
Baca Juga: Indonesia Kirim Dua Wakil ke MSC EWC 2026! Ini Daftar Lengkap 16 Tim yang Akan Mengguncang Paris
Dalam duel ulang berformat best-of-five, REKONIX berhasil membalikkan keadaan dan menang dengan skor 3-2,
mengunci status juara sekaligus satu-satunya tiket Asia Tenggara menuju Esports World Cup 2026 di Paris.
Mengenal Skuad di Balik Kejutan Ini
REKONIX turun dengan formasi inti yang terdiri dari Jikroy, inYourdreaM (Muhammad Rizky Anugrah), Fbz (Muhammad Saieful Ilham), dalul (Abdalla Putra Afemi), dan Varizh (Rizki Varizh).
Di kursi kepelatihan, mereka ditangani MinD_ContRoL, sosok pelatih asal Bulgaria yang punya rekam jejak sebagai juara The International,
bergabung dengan status trial sejak akhir April 2026 menggantikan pelatih sebelumnya, Gregorius "Sundabule" Prasetyo.
Organisasi ini sendiri terhitung masih sangat muda. REKONIX baru dibentuk pada Juli 2025 dengan mengakuisisi mayoritas roster Tech Free Gaming,
lalu berkembang pesat dengan menyabet empat gelar beruntun di EPL World Series: Southeast Asia (Season 7 hingga 10).
Titik balik besar mereka terjadi pada Januari 2026 ketika berhasil menembus BLAST Slam VI,
yang kemudian membuka jalan bagi mereka untuk tampil di ESL One Birmingham 2026 dan DreamLeague Season 29,
dua turnamen tingkat Tier 1 yang jarang dijangkau tim-tim Asia Tenggara di tahun pertama mereka berkompetisi.
Menanti Panggung Utama di Paris
Kelolosan REKONIX membawa mereka bergabung dengan 23 tim lain dari seluruh dunia dalam ajang Dota 2 Esports World Cup 2026,
yang sedianya dihelat di Riyadh namun akhirnya dipindahkan ke Paris, Prancis.
Turnamen dengan total hadiah 2 juta dolar AS ini berlangsung awal hingga pertengahan Juli 2026,Baca Juga: Tanpa Kehilangan Satu Game pun, Skuad Honor of Kings Indonesia Pastikan Tiket ke Aichi-Nagoya
mempertemukan tim-tim undangan langsung dari peringkat ESL Pro Tour, juara bertahan Team Spirit,
hingga wakil-wakil regional lain seperti GamerLegion (Amerika Utara), Team Nemesis (Amerika Selatan), dan Nigma Galaxy (Timur Tengah & Afrika Barat).
Kehadiran REKONIX di Paris otomatis menjadikan mereka wakil Indonesia yang patut diperhitungkan,
mengingat status mereka sebagai satu-satunya tim dari kawasan Asia Tenggara yang berhasil menembus fase utama EWC 2026.
Baca Juga: Runner-Up! Timnas PUBG Mobile Indonesia Finis Posisi Kedua di Kualifikasi Asian Games 2026
Dengan modal comeback dramatis dari lower bracket dan pengalaman baru menghadapi tim-tim kelas dunia di turnamen Tier 1 sepanjang musim ini,
publik esports Tanah Air kini menaruh harapan besar agar REKONIX mampu memberi kejutan lebih jauh lagi di panggung Paris nanti. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun