Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bukan Cuma Wimbledon: Deretan Rekor Janice Tjen yang Angkat Nama Tenis Indonesia

Tim Content Writer Radar Madiun • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:05 WIB
Janice Tjen Petenis asal Indonesia (Instagram/@janicetjen)
Janice Tjen Petenis asal Indonesia (Instagram/@janicetjen)

Jawa Pos Radar Madiun - Bayangkan sudah lebih dari dua dekade lamanya Indonesia menanti sosok petenis Indonesia di sektor tunggal putri yang mampu menembus panggung Grand Slam paling bergengsi di dunia.

Penantian itu akhirnya terjawab di Court 18, All England Club, London. Janice Tjen, petenis kelahiran Jakarta,

tampil sebagai kejutan besar dalam debutnya di Wimbledon 2026 dan langsung mencuri perhatian publik tenis dunia.

Menumbangkan Unggulan di Laga Pembuka

Pada babak pertama, Senin (29/6/2026), Janice berhadapan dengan Leylah Fernandez, petenis Kanada berstatus unggulan ke-22 sekaligus runner-up US Open 2021.

Baca Juga: Hasil Tenis Wimbledon 2026: Bekuk Wakil Kanada, Janice Tjen Melaju ke Babak Kedua

Janice menang dua set langsung, 6-1, 7-6(7-3), kemenangan ketiga beruntun atas Fernandez sepanjang 2026.

Torehan ini membuatnya jadi petenis Indonesia tunggal pertama yang menembus dan menang di babak utama Grand Slam lapangan rumput sejak Angelique Widjaja pada 2004.

Langkahnya terhenti di babak kedua usai kalah dari Daria Kasatkina (Australia) lewat laga tiga set dramatis, 7-6(5), 1-6, 4-6, dalam durasi dua jam 37 menit.

Meski tersingkir dari tunggal, Janice masih berlaga di ganda putri bersama Aldila Sutjiadi.

Bukan Hanya Wimbledon: Musim Penuh Rekor bagi Petenis Indonesia Ini

Janice Tjen Petenis asal Indonesia (x.com/@asian_tennis)
Janice Tjen Petenis asal Indonesia (x.com/@asian_tennis)

Wimbledon sebenarnya cuma puncak gunung es. Sepanjang 2026, petenis Indonesia berusia 24 tahun ini sudah mengukir sejumlah pencapaian yang jarang disentuh pendahulunya:

Tembus Top 40 dunia untuk pertama kali. Usai tampil impresif di Middle East Swing,

Janice melesat 10 peringkat dari No.46 ke No.36 WTA, mendekati rekor abadi Yayuk Basuki di peringkat 19 pada 1997.

Baca Juga: Rekomendasi Sepatu Padel dan Tennis Terbaik 2026, Nyaman Dipakai dan Bikin Gerak Lebih Lincah

Kejutkan Dubai Duty Free Tennis Championships (WTA 1000). Berstatus wild card, ia menembus babak 16 besar level WTA 1000 untuk pertama kalinya,

sekaligus mencatat kemenangan keempat atas petenis Top 30 dunia sepanjang karier, usai kembali menundukkan Leylah Fernandez.

Tampil solid di Qatar Open (Doha). Janice menggilas petenis Brasil Beatrice Haddad Maia 6-0, 6-1,

sebelum akhirnya kalah dari unggulan teratas Iga Swiatek di babak kedua.

Tundukkan bintang tuan rumah di Abu Dhabi Open. Ia mengalahkan Maya Joint, petenis No.1 Australia yang sedang naik daun, pada babak pertama WTA 500 tersebut.

Raih emas SEA Games 2025. Berpasangan dengan Aldila Sutjiadi di nomor ganda putri,

Janice menyumbang medali emas untuk Indonesia usai mengalahkan pasangan tuan rumah Thailand 6-2, 6-1.

Statistik Duel Wimbledon vs Kasatkina

Sebagai catatan performa di laga penentu Wimbledon:

Kasatkina menang 70% poin servis pertama (63/90), Janice 60% (34/57). Kasatkina dominan di net dengan 90% kemenangan poin (28/31), Janice 65% (11/17)

Kasatkina cetak 37 winner berbanding 26 winner Janice. Kasatkina konversi 5 dari 8 peluang break point, Janice hanya 2 dari 10

Baca Juga: Tujuh Kursi Sudah Terkunci, Separuh Grid Masih Misteri, Ini Lineup Resmi MotoGP 2027 yang Sudah Dikonfirmasi

Bukan Akhir, Melainkan Awal Baru

Rentetan prestasi ini menegaskan satu hal: geliat petenis Indonesia di kancah dunia sedang tumbuh nyata, bukan kebetulan sesaat. 

Dari Doha, Dubai, Abu Dhabi, hingga rumput hijau Wimbledon, Janice Tjen membuktikan bahwa mimpi besar,

tenis nasional punya wajah baru untuk diperjuangkan, dan perjalanannya masih jauh dari selesai. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#tennis #janice tjen