Dari Grup A dan Grup B, dua tim berhasil memastikan tempat di babak playoff, sementara dua tim lain harus angkat koper lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ironisnya, kedua tim yang tersingkir sama-sama datang dari kawasan Pasifik, kawasan yang justru diunggulkan bakal berbicara banyak di turnamen kali ini.
100 Thieves Amankan Slot Playoff Usai Drama Ketat Lawan BBL
Di Grup A, 100 Thieves menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke babak playoff usai menundukkan perlawanan sengit BBL Esports.
Laga berjalan alot sejak awal, dengan skor imbang 6-6 di paruh pertama peta Haven. Performa impresif dari Cryocells dan bang di babak kedua,
Baca Juga: RRQ dan PRX Kompak Tersandung di EWC 2026, Kini Wajib Menang atau Pulang
akhirnya membawa 100 Thieves menang 13-9, meredam ambisi comeback BBL yang sempat merepotkan mereka di peta sebelumnya.
Nasib buruk justru menimpa wakil Indonesia, Rex Regum Qeon (RRQ), yang tampil di laga eliminasi pertama turnamen melawan EDward Gaming.
RRQ yang sebelumnya sudah kalah 0-2 dari 100 Thieves di laga pembuka harus berjuang mati-matian di partai hidup-mati ini.
Sayangnya, performa mereka kembali seret hanya mengandalkan penampilan solid dari Jemkin, RRQ takluk 13-5 di peta Ascent.
Di peta kedua, Breeze, RRQ sempat menyamakan skor menjadi imbang di paruh pertama,
namun EDward Gaming kembali unggul lewat serangkaian round beruntun dan menutup laga dengan skor 13-11.
RRQ pun resmi tersingkir dengan catatan kelam: kalah 0-2 di kedua serinya tanpa berhasil memenangkan satu peta pun sepanjang turnamen.
Vitality Melaju, Paper Rex Jadi Korban Kejutan Terbesar
Cerita serupa terjadi di Grup B. Team Vitality memastikan tiket playoff usai memenangkan duel sengit melawan NRG,
yang harus diselesaikan lewat overtime di peta Ascent, sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 13-10 di peta Breeze.
Namun sorotan utama hari itu jatuh pada tersingkirnya Paper Rex, tim yang berstatus unggulan pertama wilayah Pasifik dan digadang-gadang sebagai kuda hitam paling berbahaya di turnamen ini.
Setelah kalah 1-2 dari NRG di laga pembuka, Paper Rex harus menghadapi Karmine Corp dalam laga eliminasi yang menentukan.
Duel berjalan ketat di dua peta pertama Paper Rex mencuri kemenangan tipis 13-11 di Sunset, namun Karmine Corp segera membalas dengan kemenangan 13-9 di Fracture.
Di peta penentu, Lotus, Karmine Corp tampil dominan sejak awal dengan modal keunggulan 9-3 di paruh pertama, dan akhirnya menutup laga dengan skor 13-7.
Paper Rex pun resmi tersingkir tanpa satu pun kemenangan di fase grup,
sebuah hasil yang disebut banyak pihak sebagai kejutan terbesar sejauh ini di gelaran EWC 2026.
Baca Juga: Indonesia Kirim Dua Wakil ke MSC EWC 2026! Ini Daftar Lengkap 16 Tim yang Akan Mengguncang Paris
Latar Belakang Kegagalan Dua Wakil Pasifik
Kekalahan RRQ dan Paper Rex sejatinya datang dari jalur kualifikasi yang berbeda. RRQ melaju ke Paris lewat EWC Pacific Qualifier,
sementara Paper Rex mendapat undangan langsung berkat status mereka sebagai juara VCT Pacific Stage 1.
Performa keduanya di ajang internasional sepanjang musim ini memang tergolong naik-turun.
RRQ sempat mencatat rekor buruk di beberapa turnamen internasional sebelumnya,
sedangkan Paper Rex baru saja tampil impresif dengan mencapai final Valorant Masters London beberapa bulan lalu sebelum akhirnya kalah dari Leviatán.
Dengan tersingkirnya kedua wakil Pasifik ini, kawasan tersebut kini tak lagi memiliki perwakilan di babak playoff EWC 2026 cabang Valorant,
sementara kawasan EMEA justru mendominasi hari ketiga penyisihan lewat keberhasilan Vitality dan performa solid Karmine Corp.
Fase grup sendiri masih akan berlanjut hingga 7 Juli 2026, sebelum babak playoff resmi bergulir pada 9-12 Juli mendatang di Paris, Prancis. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun