Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Prediksi Argentina vs Mesir: Messi Cs Wajib Waspada, Mental Jemawa Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

Titis Osi Kurniawan • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:56 WIB
Messi usai menekel Aissa Mandi di laga Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Aljazair.
Messi usai menekel Aissa Mandi di laga Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Aljazair.

Jawa Pos Radar Madiun - Panggung babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium pada Selasa (7/7) pukul 23.00 WIB bersiap mementaskan pertarungan taktis yang tidak hanya melibatkan adu fisik, melainkan juga benturan aspek psikologis yang sangat tebal.

Pelajaran besar yang bisa dieksploitasi Mesir dari pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde dalam babak 32 besar adalah sikap Argentina yang cenderung meremehkan lawan yang levelnya terlalu jauh dari mereka.

Sikap jemawa tersebut dinilai menjadi kelemahan besar Albiceleste yang bisa menjadi pintu masuk bagi lawan untuk menciptakan kejutan besar di fase gugur.

Setelah unggul 1-0 atas Tanjung Verde dalam babak 32 besar, Argentina mengendurkan tempo permainan mereka.

Alih-alih terus menekan guna membunuh kemungkinan lawan untuk bangkit, tim asuhan Lionel Scaloni itu malah memberi nafas kepada Tanjung Verde.

Akibatnya, Tanjung Verde balas menyamakan kedudukan, bahkan setelah Lisandro Martinez memulihkan keunggulan pun Albiceleste kembali ke pola sama.

Bukannya terus agresif, mereka kembali pasif, sehingga untuk kedua kali Tanjung Verde menyamakan kedudukan dan memaksa laga bergulir panjang.

Argentina akhirnya memenangkan laga yang berlangsung selama 120 menit itu hanya karena "sumbangan" gol bunuh diri bek tengah Tanjung Verde, Diney Borges.

Baca Juga: Ironi Piala Dunia 2026: Trump Bebaskan Balogun, tapi Amerika Tetap Dibantai 4-1 oleh Belgia

Peringatan Lionel Scaloni yang Diabaikan Para Pemain Bintang

Pelatih Lionel Scaloni sebenarnya tidak salah karena dia sudah mengingatkan pemain-pemainnya, yang semuanya pemain bintang, agar jangan menganggap remeh Tanjung Verde.

Scaloni berkaca pada rekam jejak di mana tim Afrika ini telah membuat tim raksasa sekelas Spanyol dan Uruguay hanya bisa bermain seri.

Rupanya peringatan itu tidak digubris, karena ada kecenderungan dari pemain-pemain Argentina untuk meremehkan lawan.

Mentalitas ini seolah menjadi penyakit kambuhan yang juga sempat terekspos saat mereka melakoni laga di fase sebelumnya.

Salah satu faktor mereka kebobolan melawan tim terlemah di Grup J, yakni Yordania, adalah juga karena faktor mental itu.

Bayangkan, setelah menang dengan tak kebobolan dari Aljazair dan Austria, gawang Albiceleste malah dibobol Yordania yang berperingkat jauh lebih rendah, seperti halnya Tanjung Verde.

Oleh karena itu, cara terbaik yang bisa diterapkan Mohamed Salah cs dalam menundukkan Argentina pada laga 16 besar Piala Dunia 2026 adalah memancing Lionel Messi cs untuk berada dalam keadaan mental bahwa "merasa sudah di atas angin".

Saat itulah Argentina menjadi lengah, di mana momen tersebut terbukti dimanfaatkan dengan baik oleh Yordania dan Tanjung Verde untuk membobol gawang Albiceleste ketimbang Aljazair dan Austria yang berperingkat lebih tinggi.

Seluruh dari tiga gol yang masuk ke gawang Argentina berasal dari Yordania dan Tanjung Verde, padahal di sisi menyerang Argentina sudah mencetak total 11 gol yang 7 di antaranya dicetak oleh Messi.

Mesir yang juga tim low-block seperti Yordania dan Tanjung Verde, setidaknya saat melawan Argentina, bisa menyempurnakan strategi Tanjung Verde.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan lagi taktik yang membuat mereka mengimbangi Belgia 1-1 pada babak grup, serta mengoptimalkan para pemain berkualitas tinggi yang tak dimiliki Tanjung Verde, khususnya Salah dan Omar Marmoush.

Baca Juga: Hakim Tidur saat Sidang Terekam Kamera, Jadi Bukti yang Dibawa Kubu Nadiem ke Komisi Yudisial

Tampil Tanpa Beban dan Keunggulan Adaptasi Cuaca Panas

Argentina dipastikan bakal menghadapi tim low-block dengan kualitas yang sudah ditingkatkan berkat kehadiran pemain-pemain bintang kelas dunia.

Lionel Messi cs juga akan menghadapi sebuah tim yang sudah selesai dengan dirinya, yang akan bermain tanpa beban, tidak peduli hasil pertandingan nanti.

Tentu saja Tim Firaun tetap akan bertarung gigih seperti yang mereka biasa tunjukkan dari turnamen ke turnamen, hingga langganan juara Piala Afrika, dan pernah menjuarai Piala Arab.

Model mental bermain seperti itu akan sangat menyulitkan dan bahkan berakibat fatal bagi Argentina, sekaligus mengancam ambisi Albiceleste guna menjadi negara kedua setelah Brasil yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia.

Mesir yang sudah puas karena telah mencapai babak 16 besar setelah 92 tahun tak bisa melakukannya, bisa merepotkan Argentina karena mentalitas underdog yang merasa "menang syukur, kalah pun tidak apa-apa".

Bagi Mesir, mengalahkan Argentina dan lolos ke perempatfinal Piala Dunia untuk pertama kali adalah bonus, walau pasti itu membuat mereka merasa terbang di awan karena skuad asuhan Hossam Hasan ini sudah melewati target utamanya.

Sebaliknya, beban berat justru menggelayuti pundak skuad Argentina yang dituntut untuk setidaknya mampu mencapai babak final seperti pencapaian mereka pada empat tahun lalu.

Padahal dalam kurun dua tahun terakhir ini, dengan skuad yang nyaris sama dengan skuad Piala Dunia 2026, Mesir sudah dua kali mengalahkan Tanjung Verde, termasuk dalam fase grup Piala Afrika 2024.

Kondisi fisik juga menjadi pembeda, di mana pemain-pemain Argentina terlihat sebagai tim yang mengalami kelelahan ketimbang Mesir.

Lebih dari 65 persen skuad Mesir bermain di dalam negerinya yang bercuaca panas seperti panasnya sebagian wilayah Amerika Serikat saat ini, termasuk negara bagian Georgia di mana Atlanta Stadium berada.

Mesir akan lebih sanggup bermain dalam cuaca panas, bahkan dalam waktu yang lama, seperti saat menghadapi Australia dalam 32 besar ketika harus bermain 120 menit hingga dilanjutkan dengan adu penalti.

Baca Juga: Air Mata Ronaldo di Dallas: Piala Dunia Terakhir CR7 Berakhir dengan Gol Menit Akhir yang Bikin Patah Hati

Duel Kreator Peluang Antara Mohamed Salah dan Lionel Messi

Kecuali Ahmed Fatouh dan Mohamed Abdelmonem yang harus absen dari skuad Mesir akibat dihantam cedera, kedua kesebelasan dipastikan bisa menurunkan komposisi andalannya.

Mesir cenderung akan tetap setia menggunakan formasi pakem 4-2-3-1 demi mengoptimalkan potensi daya ledak Marmoush dan Salah di lini serang.

Sementara Scaloni mungkin kembali ke pola 4-4-2 atau bahkan 4-3-3 seperti saat menghadapi Aljazair yang memiliki karakter permainan agak mirip dengan Mesir.

Yang pasti, Messi akan tetap beroperasi di sayap kiri serangan Albiceleste untuk menjadi motor serangan utama yang sejauh ini sudah membuat 24 peluang, sama dengan Marmoush di Mesir yang juga pencipta peluang terbanyak untuk timnya.

Jika melihat frekuensi kedua tim dalam memasuki sepertiga terakhirnya, maka jalannya laga ini akan cenderung berimbang di mana frekuensi Argentina dalam aspek ini adalah 252 sentuhan, sedangkan Mesir 251 sentuhan.

Di sisi lain, Mesir agak lebih kuat dalam penciptaan peluang dan umpan silang dengan catatan 62 peluang dan mengirimkan 75 umpan silang, yang 16 di antaranya dilepaskan oleh Salah.

Argentina sendiri sejauh ini baru membuat 52 peluang dan 40 umpan silang, di mana 14 di antaranya dikirimkan langsung oleh kaki Messi.

Messi mungkin akan kembali mencetak gol guna menjadi pemain Argentina kedua setelah Guillermo Stabile pada 1930 yang mencetak delapan gol dalam satu edisi Piala Dunia.

Namun, apakah timnya akan sama tahan banting seperti dirinya sehingga bisa menundukkan Mesir, semua akan sangat bergantung pada tingkat daya tahan mental serta fisik mereka di bawah terik cuaca Atlanta. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#argentina #Piala Dunia 2026 #prediksi #mesir