Jawa Pos Radar Madiun - Rex Regum Qeon (RRQ) kembali membawa nama Indonesia ke ajang internasional, kali ini di Apex Legends Global Series (ALGS) 2026,
Split 1 Playoffs yang berlangsung di Paris, Prancis, sejak 7 hingga 11 Juli 2026.
Turnamen ini sekaligus menjadi cabang Apex Legends dalam rangkaian Esports World Cup (EWC) 2026, dengan total hadiah mencapai US$2 juta atau sekitar Rp32 miliar.
RRQ berhasil melaju ke Paris usai finis peringkat keenam di ALGS 2026 Split 1 Pro League,
APAC South dengan raihan 94 poin, hasil dari format Triple Round-Robin yang menuntut konsistensi tinggi sepanjang 36 pertandingan reguler musim.
Baca Juga: Bukan Sekadar Turnamen Game: EWC 2026 Hadirkan Panggung Musik Kelas Dunia
Mengenal Roster RRQ di Ajang Ini
Skuad Apex Legends RRQ yang berlaga di Split 1 Playoffs kali ini diperkuat oleh tiga pemain utama, yakni StrafingFlame, Prycyy, dan EzFlash, dengan Panayie sebagai pelatih.
Susunan ini sempat mengalami perombakan di tengah musim, setelah RRQ berpisah dengan pemain sebelumnya, Metro, pada awal Mei lalu.
Format Turnamen: Tiga Babak Penuh Tekanan
ALGS Split 1 Playoffs 2026 menggunakan format bertingkat yang membuat setiap fase krusial:
- Group Stage : 40 tim dibagi ke empat grup berisi 10 tim, bertanding format round-robin sebanyak tiga seri (total 18 game). 14 tim teratas otomatis melaju ke Finals, sementara peringkat 15-34 harus berjuang lagi di Survivor Stage, dan 6 tim terbawah tersingkir.
- Survivor Stage : 20 tim dari papan tengah bertanding dalam satu seri berisi 10 match. Hanya 6 tim terbaik yang "bertahan" dan melaju ke Finals.
- Finals : Menggunakan format ikonik Match Point, di mana tim harus lebih dulu mengumpulkan 50 poin, lalu memenangi satu pertandingan setelah mencapai ambang tersebut untuk dinobatkan sebagai juara.
Sistem poin sendiri dihitung dari kombinasi posisi bertahan hidup (placement) dan jumlah kill di setiap game,
Baca Juga: Wakil Pasifik Rontok Berjamaah: RRQ dan Paper Rex Angkat Koper Lebih Dulu dari EWC 2026
sehingga tim yang konsisten finis di posisi tengah atas justru bisa mengungguli tim yang sesekali menang tapi sering tumbang cepat di game lain.
Hari Pertama: Penampilan Impresif RRQ
Pada hari pertama pertandingan Group Stage, RRQ tampil solid dan berhasil menempati posisi kedua di Grup C/D dengan raihan 62 poin, tanpa satu pun kemenangan pertandingan (match win).
Capaian ini diraih murni lewat konsistensi finis tinggi di setiap game strategi yang justru membuat RRQ unggul dari tim-tim lain di grup yang sama, kecuali Elite Esports yang memuncaki klasemen grup.
Hari Kedua: Performa Anjlok Drastis
Sayangnya, momentum positif RRQ tak berlanjut di hari kedua. Tim ini hanya mampu mengumpulkan 25 poin tambahan dan melorot ke posisi ke-17 dari 20 tim di gabungan Grup C/D.
Penurunan performa ini membuat posisi RRQ di klasemen keseluruhan ikut tertekan,
mengingat ketatnya persaingan di papan tengah yang menentukan siapa saja yang berhak melaju otomatis ke Finals atau harus berjuang lebih dulu di Survivor Stage.
Tantangan Berat Menanti di Hari-Hari Tersisa
Dengan turnamen masih menyisakan beberapa hari pertandingan hingga 11 Juli mendatang, RRQ dituntut untuk segera bangkit demi mengamankan tempat di 14 besar Group Stage.
Jika gagal, mereka masih punya peluang lewat jalur Survivor Stage namun jalur ini dikenal jauh lebih berat karena hanya menyisakan enam tiket menuju Finals dari 20 tim yang bersaing.
Baca Juga: Indonesia Kirim Dua Wakil ke MSC EWC 2026! Ini Daftar Lengkap 16 Tim yang Akan Mengguncang Paris
Performa naik-turun seperti ini bukan hal asing dalam kompetisi Apex Legends yang terkenal sangat dinamis,
sebuah kesalahan kecil di rotasi zona atau keputusan engage yang keliru bisa berakibat fatal terhadap perolehan poin di setiap game. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun