Jawa Pos Radar Madiun - Grand City Surabaya, akhir Mei 2026.
Lebih dari 40 merek otomotif memadati area seluas 12.388 meter persegi dengan satu misi yang sama: menarik perhatian konsumen otomotif Jawa Timur yang selera dan daya belinya terus meningkat.
IIMS Surabaya 2026 bukan sekadar pameran mobil dan motor ini adalah barometer terbesar soal ke mana industri otomotif Indonesia akan bergerak di semester kedua 2026.
Lineup Roda Empat yang Mendominasi
Di sektor roda empat, IIMS Surabaya 2026 menghadirkan nama-nama besar dari dua kubu yang kini bersaing langsung: Jepang versus China.
Toyota, Honda, dan Daihatsu hadir dengan lineup andalan mereka di satu sisi, sementara BYD, Chery, Wuling, GAC Aion, GWM, Geely, dan JETOUR memenuhi sisi lain dengan barisan kendaraan elektrifikasi yang makin beragam.
KIA dan VinFast juga turut meramaikan persaingan, menjadikan IIMS Surabaya 2026 sebagai pameran dengan representasi asal merek paling beragam dalam sejarah penyelenggaraannya.
Baca Juga: Honda RC213V Hadir di IMS 2026: Motor MotoGP yang Bikin Pengunjung Antre Hanya untuk Foto
Motor Premium: Triumph, Moto Guzzi, hingga Vespa dalam Satu Atap
Di sektor roda dua, IIMS Surabaya 2026 menjadi kesempatan langka untuk melihat berbagai merek motor premium Eropa dalam satu lokasi.
Triumph, Aprilia, Benelli, Italjet, Moto Guzzi, Piaggio, Royal Enfield, hingga Vespa hadir berdampingan sebuah lineup yang biasanya hanya bisa ditemui di pameran motor Eropa.
Di sisi motor lokal dan nasional, ALVA mewakili segmen listrik dengan model-model terbarunya yang makin matang.
Lebih dari Sekadar Lihat-Lihat
Yang membuat IIMS Surabaya 2026 berbeda dari sekadar pameran statis adalah pengalaman yang bisa langsung dirasakan pengunjung.
Area test drive tersedia untuk kendaraan listrik pilihan, memungkinkan calon pembeli merasakan langsung performa EV sebelum memutuskan.
Atraksi drifting menjadi magnet tersendiri terutama bagi penggemar muda, sementara konser Sal Priadi dan For Revenge di hari terakhir memastikan IIMS Surabaya bukan hanya soal otomotif ini tentang gaya hidup. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun