Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Semifinal Piala Dunia 2026: Scaloni Abaikan Sejarah Konflik Argentina-Inggris, Sebut Hanya Laga Sepak Bola Biasa

Latiful Habibi • Senin, 13 Juli 2026 | 08:50 WIB
Para pemain Argentina merayakan gol di Piala Dunia 2026.
Para pemain Argentina merayakan gol di Piala Dunia 2026.

Jawa Pos Radar Madiun - Atmosfer kompetisi sepak bola kasta tertinggi sejagat kini semakin memanas menjelang babak penentuan menuju partai puncak.

Laga klasik yang mempertemukan dua kekuatan besar dunia selalu berhasil mencuri perhatian jutaan pasang mata karena reputasi besar yang mereka miliki.

Pelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni menganggap pertemuan negaranya dengan Inggris di babak semifinal Piala Dunia 2026 hanyalah sebatas kompetisi biasa.

Pertandingan besar ini dipandang murni sebagai laga sepak bola antara dua tim tangguh yang tengah memburu satu tiket menuju babak final.

Scaloni secara tegas mengabaikan berbagai anggapan yang menyebut bahwa pertemuan Inggris dan Argentina kali ini sarat akan rivalitas panas di luar lapangan.

Ia memilih untuk menutup telinga dari segala provokasi media yang mencoba mengaitkan pertandingan ini dengan konteks konflik politik masa lalu.

"Ini pertandingan sepak bola. Kita akan memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional hebat yang memiliki pelatih hebat yang sangat saya hargai dan kagumi," kata Scaloni.

Baca Juga: Ponsel Entry Level Vivo Y05e Resmi Menampakkan Diri, Bawa Baterai 5150 mAh dan Sertifikasi Tahan Air IP64

Memori Sejarah Panjang dan Balutan Konflik Masa Lalu

Pertemuan kedua negara di atas lapangan hijau memang tidak pernah lepas dari catatan drama serta ketegangan yang tinggi.

Argentina dijadwalkan akan menantang Inggris dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 yang bertempat di Stadion Mercedes-Benz Atlanta Amerika Serikat.

Laga krusial ini akan disiarkan secara langsung pada hari Kamis tanggal 16 Juli pukul 02.00 Waktu Indonesia Barat.

Tim berjuluk Albiceleste berhasil melaju ke babak empat besar setelah menyingkirkan perlawanan ketat Swiss dengan keunggulan skor akhir 3-1 melalui babak perpanjangan waktu.

Sementara itu skuad Tiga Singa Inggris memastikan tempat di semifinal usai menumbangkan Norwegia dengan kemenangan tipis 2-1.

Di luar urusan taktik sepak bola hubungan bilateral kedua negara memang kerap dikaitkan dengan konflik militer di Kepulauan Falkland atau Malvinas pada tahun 1982 silam.

Isu sensitif tersebut kembali mencuat ke permukaan selama pergelaran Piala Dunia 2026 setelah sejumlah suporter dan pemain Argentina menyanyikan lagu yang menyinggung wilayah tersebut.

Baca Juga: Bukan Cuma Jago Cetak Gol, Studi Ungkap Alasan Erling Haaland Punya Daya Tarik Tinggi

Janji Sikap Profesional dari Skuad Pemain di Lapangan

Para penggawa di dalam tim memastikan tidak akan terpengaruh oleh sentimen emosional penonton dan tetap fokus pada instruksi taktik pelatih.

Penyerang andalan Argentina Jose Manuel Lopez mengakui secara terbuka bahwa laga kontra Inggris ini memang membawa beban nilai historis yang sangat besar bagi kedua bangsa.

Namun ia memastikan seluruh rekan setimnya akan tetap menjaga kepala dingin dan bersikap profesional penuh saat berada di dalam lapangan pertandingan.

"Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan yang memiliki banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di baliknya," katanya menjelaskan situasi psikologis yang ada.

Lopez menambahkan bahwa mereka adalah olahragawan profesional yang akan memainkan laga ini seperti cara mereka bertanding di setiap laga sebelumnya.

Mereka berjanji akan bertarung habis habisan hingga detik terakhir pertandingan demi bisa mempertahankan gelar juara bertahan yang saat ini mereka sandang. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#scaloni #Piala Dunia 2025 #semifinal #argentina #Inggris