Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tatap Semifinal Piala Dunia 2026, Tuchel Sebut Mental Juara Jadi Modal Inggris Kontra Argentina

Latiful Habibi • Senin, 13 Juli 2026 | 08:54 WIB
Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel.
Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel.

Jawa Pos Radar Madiun - Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel menyatakan kemenangan dramatis atas Norwegia menjadi modal penting skuadnya dalammenghadapi semifinal Piala Dunia 2026 kontra Argentina di Atlanta. 

Juru taktik asal Jerman itu kini langsung mengalihkan fokus pada manajemen kebugaran pemain demi menyongsong partai krusial tersebut.

Proses pemulihan kondisi fisik para penggawa Tiga Singa menjadi agenda utama tim kepelatihan dalam masa jeda kompetisi yang sangat singkat ini.

Target utamanya adalah memastikan seluruh pilar utama berada dalam kondisi bugar 100 persen sebelum peluit pertama babak semifinal dibunyikan.

"Tiga hari berikutnya sangat penting untuk pemulihan. Kemenangan ini akan sangat membantu. Kami memiliki fasilitas terbaik dan kami akan siap," ujar Tuchel.

Baca Juga: Bukan Cuma Jago Cetak Gol, Studi Ungkap Alasan Erling Haaland Punya Daya Tarik Tinggi

Kebangkitan Lewat Dua Gol Jude Bellingham dan Efek VAR

Ketajaman lini depan serta determinasi tinggi para pemain menjadi kunci utama keberhasilan tim dalam membalikkan kedudukan.

Merespons hasil ketat di fase perempat final Tuchel memuji habis habisan semangat juang pasukannya setelah dua gol dari Jude Bellingham membawa tim lolos ke empat besar lewat kemenangan 2-1 atas Norwegia.

Bellingham mencetak gol penyeimbang pada masa perpanjangan waktu babak pertama sebelum kembali membobol gawang lawan pada awal babak tambahan untuk menyelesaikan misi kebangkitan.

"Dari lubuk hati saya, tidak diragukan lagi saya bangga dan bahagia. Saya merasa terhubung dengan tim ini karena mereka melakukan apapun untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Mereka menolak kalah," kata Tuchel.

Tuchel juga enggan ambil pusing terkait adanya anggapan publik mengenai ketergantungan taktik timnya pada sosok duo Bellingham serta kapten Harry Kane.

Ia menegaskan tidak ada yang salah dengan hal itu dan tim tidak perlu merasa bersalah karena kedua pemain bintang tersebut terbukti mampu tampil impresif serta menentukan hasil akhir bagi negara.

Laga sarat pertaruhan itu juga diwarnai oleh beberapa keputusan krusial dari teknologi asisten wasit video atau video assistant referee (VAR).

Gol pemain Norwegia Torbjorn Heggem pada menit ke-55 harus dibatalkan setelah peninjauan ulang menunjukkan adanya pelanggaran terlebih dahulu oleh penyerang Erling Haaland.

Baca Juga: Semifinal Piala Dunia 2026: Scaloni Abaikan Sejarah Konflik Argentina-Inggris, Sebut Hanya Laga Sepak Bola Biasa

Evaluasi Performa Teknis dan Akhir Perjalanan Norwegia

Meskipun sukses mengamankan kemenangan penting tim pelatih tetap memiliki sejumlah catatan kritis terkait performa permainan anak asuhnya di lapangan.

Tuchel mengaku pikiran dan analisis taktiknya belum sepenuhnya puas melihat skema permainan kolektif yang ditunjukkan sepanjang waktu normal.

Ia menilai anak asuhnya seharusnya bisa bermain dengan tempo yang lebih cepat lebih klinis serta meminimalkan kesalahan teknis sendiri yang bisa meruntuhkan rasa percaya diri tim.

Di kubu lawan kekalahan tragis ini menandai berakhirnya perjalanan sejarah hebat tim nasional Norwegia dalam pergelaran Piala Dunia edisi kali ini.

Penyerang andalan mereka Erling Haaland bahkan harus ditarik keluar lapangan oleh tim pelatih sekitar 15 menit sebelum babak perpanjangan waktu selesai.

"Saya rasa dia cukup kesulitan dengan aspek fisik pertandingan. Saya bisa melihat dia kesulitan," tutur Tuchel memberikan pandangannya mengenai performa sang striker lawan.

Inggris yang merupakan pemegang satu gelar juara Piala Dunia 1966 selanjutnya akan langsung bertolak menuju Atlanta untuk menantang rival abadi mereka Argentina di babak semifinal. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#semifinal #norwegia #Inggris #Piala Dunia 2026 #tuchel