Jawa Pos Radar Madiun - Fenomena membanjirnya legiun asing asal kawasan Balkan di kompetisi sepak bola Tanah Air menyita perhatian Ilija Spasojevic.
Striker andalan Semen Padang tersebut menyambut positif tren hijrahnya para pemain dari Eropa Timur ke Indonesia belakangan ini.
Bagi pemain naturalisasi berdarah Montenegro ini, situasi sekarang berbanding terbalik dengan pengalamannya belasan tahun silam.
Keputusannya merantau ke Nusantara pada 2011 silam rupanya sempat diragukan dan dipandang sebelah mata oleh rekan-rekan seprofesinya.
“Waktu saya datang ke Liga Indonesia pada 2011, banyak yang tidak paham kenapa saya main ke Indonesia. Tapi sekarang banyak pemain Balkan ke sini. Saya senang melihat bagaimana Liga Indonesia sekarang bisa terkenal bahkan sampai di Eropa,” kata Ilija Spasojevic.
Seiring berjalannya waktu, pamor kompetisi domestik dan meroketnya prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional sukses mengubah pandangan tersebut.
Citra sepak bola Indonesia kini melesat tajam dan makin diperhitungkan oleh para pesepak bola di daratan Eropa.
Eks bomber Bali United ini bahkan blak-blakan mengaku kewalahan meladeni pesan dari para pemain Balkan yang ingin menjajal peruntungan karier di Indonesia.
“HP saya panas, banyak yang minta bantu saya masuk ke Indonesia. Dulu tidak seperti itu. Semenjak timnas mulai diapresiasi lalu liganya meningkat,” ujarnya.
Baca Juga: Tinggalkan Borneo FC, Mariano Peralta Usung Target Bawa Persib Kuasai BRI Super League
BRI Super League Jadi Magnet Bintang Top Eropa
Kedatangan nama-nama besar dari liga top Eropa diyakini menjadi katalisator utama melambungnya popularitas Super League di Semenanjung Balkan.
Spasojevic mengambil contoh transfer Layvin Kurzawa ke Persib Bandung yang sukses menciptakan gaung besar di negara-negara seperti Kroasia, Bosnia, hingga Montenegro.
“Bisa lihat, ketika Kurzawa ke Persib, Liga Indonesia mulai dikenal di Montenegro, Kroasia, Bosnia. Mereka bilang, ‘Oh Kurzawa ke Indonesia.’ Pasti kalau dapat agen, mereka banyak yang mau ke Indonesia. Apalagi timnas sekarang naik drastis,” ucapnya.
Efek domino tersebut sangat terasa pada pergerakan bursa transfer musim ini.
Klub raksasa seperti Persija Jakarta tak ragu mendaratkan deretan pemain Balkan seperti Stjepan Loncar, Radovan Pankov, Denis Kolinger, dan Kerim Memija.
Sementara itu, rival abadi mereka, Persib Bandung, juga santer dikabarkan tengah mendekati Balsa Sekulic dan Luka Menalo.
Meskipun antusias melihat invasi pemain dari kampung halamannya, Spaso tetap memberikan peringatan keras terkait realita iklim kompetisi di Indonesia.
Bakat mumpuni ala Eropa dinilai belum cukup untuk menjamin kesuksesan seorang pemain asing jika tidak dibarengi kelenturan untuk membaur.
“Saya harap yang terbaik dari mereka. Saya juga kaget banyak sekali pemain Balkan ke sini. Saya tidak kenal, tapi mereka berkualitas. Saya harap mereka bisa cepat adaptasi karena di sini tidak bisa lama adaptasi,” tutup Spasojevic. (naz)
Editor : Mizan Ahsani