Desak Gianni Infantino Mundur, Presiden LaLiga Sebut FIFA Rusak Sepak Bola di Piala Dunia 2026

Latiful Habibi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:06 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, saat kunjungan ke Indonesia. (Jawa Pos)
Presiden FIFA, Gianni Infantino, saat kunjungan ke Indonesia. (Jawa Pos)

Jawa Pos Radar Madiun – Tekanan hebat tengah menghantam kursi kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Desakan terbaru datang langsung dari Presiden LaLiga, Javier Tebas.

Pria asal Spanyol tersebut secara terbuka meminta Infantino untuk segera meletakkan jabatannya karena dinilai telah mengambil serangkaian keputusan kontroversial yang merusak muruah sepak bola, terutama selama perhelatan Piala Dunia 2026.

Deretan Kebijakan Kontroversial

Kekecewaan Tebas bukan tanpa alasan. Ia menyoroti tajam sejumlah manuver FIFA di bawah komando Infantino yang dianggap mencoreng esensi olahraga ini.

Beberapa catatan merah tersebut meliputi:

1. Hydration Break yang Berlebihan

Pemberlakuan jeda minum ini dinilai membuat ritme pertandingan sepak bola terpecah layaknya pertandingan basket yang memiliki empat kuarter.

2. Komersialisasi Jeda Istirahat

Waktu turun minum pada laga final sengaja diperpanjang semata-mata demi mengakomodasi acara hiburan.

3. Skandal Kartu Merah Folarin Balogun

Adanya intervensi penangguhan sanksi kartu merah yang dinilai mencederai keadilan kompetisi.

4. Wacana Piala Dunia 64 Tim

Rencana ekspansi jumlah peserta pada edisi berikutnya yang sarat akan kepentingan politis.

Baca Juga: DJP Ajak Polisi dan TNI untuk Tagih Pajak, Wakil Ketua DPR: Jangan Sampai Rakyat Merasa Diteror

Kecaman Keras Javier Tebas

Tebas sama sekali tidak menahan diri saat mengkritik manuver Infantino. Ia menilai sang presiden sudah terlalu lama membiarkan FIFA berjalan sesuai kehendak pribadinya.

"Menurut saya, iya, saya pikir waktunya sudah habis," kata Javier Tebas saat ditanya soal apakah Gianni Infantino harus mundur, seperti dikutip Football5Star.net dari La Gazzetta dello Sport.

"FIFA mengatur segalanya sesuka hati, untuk kepentingan mereka sendiri. Ketika ingin 27 menit jeda laga, jadilah. Hydration break adalah kebohongan. Di LaLiga, itu hanya dilakukan jika cuaca benar-benar panas," tambahnya.

Ia juga menyoroti lolosnya skandal sanksi pemain yang nyaris menjadi bumerang fatal bagi Infantino.

"Penangguhan sanksi pemain AS benar-benar serius. Mereka beruntung karena Belgia menang atas AS. Jika tidak, kasus ini bisa saja membuat Infantino kehilangan jabatannya. Karena Belgia menang, mereka bisa mengubur masalah ini. Namun, ini semua hanyalah puncak gunung es," paparnya.

Sistem yang Melindungi Infantino

Meski muak dengan berbagai polemik di Piala Dunia 2026 dan wacana penambahan peserta menjadi 64 tim, Tebas menyadari bahwa melengserkan Infantino bukan perkara mudah.

Sang Presiden FIFA dilindungi oleh ekosistem yang sulit ditembus.

"Masalahnya, dia didukung sistem, federasi-federasi," ucap Tebas setengah putus asa.

"Tak ada kandidat oposisi karena tak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Inilah sistemnya, sistem yang sudah busuk dari akarnya. Dia tak seharusnya bertahan, tapi situasi saat ini berarti dia tak akan pergi," tegasnya.

Sikap apatis dari para pemangku kepentingan sepak bola di seluruh dunia pun tak luput dari semprotan Tebas.

"Dalam beberapa hari terakhir di AS, saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino, tak setuju dengan apa yang dilakukannya. Mereka mengatakan itu, tapi tak melakukan apa pun. Saya tak tahu apa yang lebih buruk, sikap diam itu atau keterlibatan karena mereka yang tetap diam sepenuhnya tahu kerusakan yang dialami sepak bola," ungkapnya.

Sebagai informasi, masa jabatan Infantino akan segera berakhir. Namun, ia telah mendeklarasikan niatnya untuk kembali bertarung demi mengamankan periode keempat.

Pemilihan Presiden FIFA rencananya akan diselenggarakan di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027 mendatang.

Banyak pihak menduga bahwa wacana penambahan peserta Piala Dunia 2030 hanyalah siasat Infantino untuk mendulang suara dari banyak anggota FIFA, khususnya yang berasal dari wilayah Amerika Selatan, Asia, dan Afrika. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
presiden fifa Gianni Infantino laliga Piala Dunia 2026 javier tebas