Tebus Kegagalan di Hangzhou, PBSI Godok Komposisi Terbaik Jelang Asian Games 2026

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07 WIB
Anthony Ginting saat membela Indonesia di nomor tunggal putra bulu tangkis Asian Games 2022.
Anthony Ginting saat membela Indonesia di nomor tunggal putra bulu tangkis Asian Games 2022.

Jawa Pos Radar Madiun - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bersiap menatap ajang bergengsi Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.

Demi meraih hasil maksimal, PBSI secara terbuka menyatakan peluang untuk mengombinasikan kekuatan antara pemain Pelatnas dan non-Pelatnas di dalam tim nasional.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menegaskan bahwa proses pemilihan pemain nantinya akan sangat disesuaikan dengan kebutuhan tim guna membentuk komposisi yang paling solid.

"Yang pasti kami akan memilih tim terbaik. Komposisinya bisa saja berasal dari Pelatnas maupun pemain di luar Pelatnas, tergantung kebutuhan tim," kata Ricky, Jumat (24/7).

Baca Juga: Jurgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman Gantikan Julian Nagelsmann 

Bukan Hal Baru bagi PBSI

Menurut Ricky, langkah pemanggilan pemain berstatus non-Pelatnas sejatinya bukanlah hal yang baru bagi tubuh PBSI.

Kebijakan serupa terbukti sudah pernah diterapkan dengan sukses ketika Indonesia tampil di berbagai ajang kejuaraan beregu prestisius, termasuk pada gelaran Piala Thomas 2026.

"Prinsipnya adalah menurunkan komposisi terbaik untuk Indonesia. Jadi sangat mungkin timnya merupakan kombinasi pemain Pelatnas dan non-Pelatnas," ujar legenda ganda putra Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, Ricky mengungkapkan bahwa nama-nama pemain yang diproyeksikan untuk memperkuat tim Merah Putih pada ajang Asian Games pada dasarnya telah dikantongi dan dipersiapkan.

Meski demikian, pihak PBSI dan tim pelatih masih akan terus memantau kondisi fisik serta kesiapan mental para pemain sebelum benar-benar menetapkan komposisi akhir.

"Sejauh ini nama-nama yang ada memang sudah masuk. Mudah-mudahan tidak ada hal yang tidak kita inginkan sehingga mereka tetap bisa tampil," kata peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky itu.

Baca Juga: Kena Sanksi 10 Tahun dari KFA, Pelatih Persija STY: Tidak Adil!

Target Medali segera Digodok

Terkait urusan target, PBSI hingga saat ini mengaku belum menetapkan patokan jumlah medali secara spesifik bagi tim bulu tangkis Indonesia di ajang empat tahunan tersebut.

Target tersebut baru akan dibahas secara mendalam bersama Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) dengan mempertimbangkan hitung-hitungan sektor mana saja yang memiliki peluang terbesar untuk menyumbang medali.

"Mengenai target medali, nanti akan kami diskusikan kembali bersama Bidang Pembinaan dan Prestasi, terutama untuk menentukan sektor-sektor yang memiliki peluang terbesar," tutur Ricky.

Dengan sisa waktu persiapan yang ada, ia sangat berharap seluruh pemain mampu memaksimalkan potensi mereka, menunjukkan performa puncak, dan menyumbangkan medali untuk Indonesia.

Langkah strategis ini sekaligus menjadi upaya PBSI untuk menebus rapor merah pada edisi sebelumnya.

Seperti diketahui, pada ajang Asian Games 2022 di Hangzhou, China, performa tim bulu tangkis Indonesia mendapat sorotan dan kritik tajam. Saat itu, tim beregu harus rela tersingkir lebih awal di babak perempat final, dan secara keseluruhan, skuad Garuda harus pulang ke Tanah Air tanpa membawa keping medali satupun. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
bulu tangkis atlet pelatnas Asian Games 2026