Jawa Pos Radar Madiun - Malaysia secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pengganti untuk ajang balap mobil bergengsi Grand Prix (GP) Bahrain.
Seri balapan Formula 1 tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 2 hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Sirkuit Internasional Sepang terpilih sebagai lokasi penyelenggara setelah melewati proses diskusi dan evaluasi yang mendalam.
Kesepakatan pemindahan kalender balapan ini melibatkan pihak penyelenggara Formula 1, Federasi Otomotif Internasional (FIA), pemerintah Bahrain, serta pemerintah Malaysia.
CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengonfirmasi langsung kabar baik tersebut melalui laman resmi Formula 1 pada hari Minggu (26/7).
Baca Juga: Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Pesisir Karawang
Alasan Pemindahan Lokasi
Balapan GP Bahrain sejatinya dijadwalkan untuk bergulir pada bulan April lalu.
Namun, eskalasi konflik antara Iran yang berhadapan dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak luas pada situasi keamanan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Kondisi geopolitik tersebut memaksa pihak penyelenggara untuk memindahkan lokasi balapan demi meminimalisasi risiko.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menyatakan bahwa perubahan ini telah dipertimbangkan dengan sangat matang.
Ia menegaskan bahwa Sirkuit Sepang telah memenuhi seluruh standar ketat penyelenggaraan balap kelas dunia.
Ben Sulayem menjelaskan bahwa FIA bersama Manajemen Formula 1 dan mitra di Bahrain telah bekerja keras mengeksplorasi setiap pilihan alternatif yang ada.
Keselamatan dan kesejahteraan seluruh tim, relawan, ofisial, hingga para penggemar tetap menjadi prioritas tertinggi dalam pengambilan keputusan ini.
Baca Juga: Adhyaksa FC Ganti Nama Jadi Isen Mulang FC Jelang Super League 2026, Artinya Tak Main-Main
Sejarah Panjang Sepang di F1
Menurut Ben Sulayem, Malaysia telah lama memegang tempat yang sangat penting dalam lembaran sejarah Formula 1.
Kembalinya kejuaraan jet darat ini ke Sepang merupakan bukti nyata kuatnya hubungan FIA dengan asosiasi olahraga setempat.
Langkah ini juga menjadi bentuk komitmen berkelanjutan dari pemerintah Malaysia terhadap olahraga otomotif.
Keputusan krusial ini sekaligus menunjukkan kekuatan kerja sama internasional yang solid di dalam ekosistem Formula 1.
Sebagai catatan sejarah, Sirkuit Sepang sebelumnya telah memiliki rekam jejak yang panjang.
Sirkuit kebanggaan masyarakat Malaysia tersebut pertama kali masuk ke dalam kalender F1 pada saat melakoni debut perdananya di tahun 1999 silam. (naz)
Editor : Mizan Ahsani