Jawa Pos Radar Madiun - Konfederasi Sepak Bola Eropa atau UEFA melontarkan ancaman keras terkait rencana komersialisasi turnamen sepak bola terbesar di jagat raya.
Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk memboikot penyelenggaraan Piala Dunia beserta ajang-ajang lainnya.
Langkah drastis ini siap dieksekusi apabila Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) tetap nekat melepas saham turnamen tersebut kepada pihak investor swasta.
Melalui keterangan resminya yang diterbitkan pada hari Kamis, otoritas sepak bola Eropa ini memaparkan sikap perlawanan mereka secara terbuka.
"Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA manapun selama usulan ini masih ada," tulis pernyataan resmi UEFA.
Ancaman Mundur dari Semua Kompetisi
Ancaman pemboikotan tersebut dipastikan tidak main-main karena akan berlaku secara menyeluruh.
Pihak UEFA baru bersedia mencabut ancaman boikot ini apabila gagasan privatisasi ajang bergengsi tersebut benar-benar digugurkan dari meja perundingan.
"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu padu. Kami menolak secara bulat dan tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," tulis pernyataan resmi UEFA menyambung ketegasannya.
Pihak Eropa memandang bahwa ajang sebesar Piala Dunia tidak seharusnya direndahkan layaknya produk komoditas semata.
Turnamen empat tahunan tersebut diyakini sebagai salah satu peninggalan paling sakral dalam sejarah perjalanan olahraga dunia.
Baca Juga: Sidang Korupsi Pemkot Madiun, Saksi Akui Terima Uang Penjualan Tanah dan Urus Umrah
Piala Dunia Bukan Produk Investasi
Rentetan sejarah panjang Piala Dunia telah dibangun dengan susah payah melintasi banyak generasi dari masa ke masa.
Warisan besar ini diciptakan oleh kucuran keringat para pemain, perjuangan setiap tim nasional, hingga loyalitas suporter yang tersebar di seluruh benua.
Oleh karena itu, UEFA menilai sama sekali tidak dibenarkan jika ada sekecil apa pun bagian dari turnamen tersebut yang diserahkan ke tangan pemodal swasta.
Mereka juga mengkritik keras sikap otoritas FIFA yang dinilai sangat gegabah dan lepas dari rasa tanggung jawab.
UEFA amat menyayangkan rancangan krusial yang menyangkut hajat hidup sepak bola ini bisa dibahas secara sembunyi-sembunyi.
Baca Juga: Temuan Bayi di Ngawi, Lebih dari 10 Warga Ajukan Adopsi ke Dinsos
UEFA Kecam Rencana Diam-Diam FIFA
Lebih parahnya lagi, rancangan privatisasi tersebut kabarnya nyaris mencapai tahap persetujuan akhir.
Proses perumusannya dinilai cacat karena sama sekali tidak melibatkan dialog mendalam dengan para pihak yang memegang amanah untuk mengelola olahraga ini.
"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Selamanya akan begitu. Dan selama Eropa masih memiliki suara, ajang ini tidak akan pernah dijual," tegas pihak UEFA dalam pernyataan resminya.
Gagasan kontroversial ini diketahui berawal dari rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang berambisi melepas sebagian saham Piala Dunia kepada pihak luar.
Penjualan tersebut rencananya akan dilakukan melalui skema pembentukan perusahaan baru yang dirancang khusus untuk mengendalikan ajang elite putra dan putri, tak terkecuali turnamen Piala Dunia Antarklub. (naz)
Editor : Mizan Ahsani