Jawa Pos Radar Madiun - Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan terbesar mereka di fase penyisihan turnamen.
Skuad Garuda dijadwalkan menjamu Vietnam pada laga krusial lanjutan Grup A Piala AFF 2026 yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, pada hari Senin.
Pertandingan melawan tim raksasa Asia Tenggara ini digadang-gadang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kelayakan tim Merah Putih untuk merengkuh gelar juara.
Langkah awal Indonesia di turnamen ini terbilang sangat mulus berkat torehan dua kemenangan meyakinkan secara berturut-turut.
Anak asuh pelatih John Herdman tersebut sukses membungkam Kamboja dengan skor telak 5-1 dan melibas Timor Leste tiga gol tanpa balas.
Kini, mereka harus berhadapan dengan The Golden Star Warriors yang datang bertandang dengan status mentereng sebagai juara bertahan.
Vietnam sendiri membuka kampanye mereka dengan pesta tujuh gol ke gawang Timor Leste, sebelum akhirnya ditahan imbang tanpa gol oleh Singapura di Stadion My Dinh.
Baca Juga: Jadi Cover Majalah Voli Korea, Megawati Hangestri Ungkap Alasan Mundur dari Manisa BBSK
Rekor Pertemuan dan Keuntungan Tuan Rumah
Sepanjang sejarah pertemuan kedua negara di berbagai ajang kompetisi internasional sejak tahun 1991, Indonesia tercatat memiliki rekam jejak yang sedikit lebih unggul.
Kedua tim tercatat telah berhadapan sebanyak 31 kali di atas lapangan hijau.
Dari total pertemuan tersebut, Indonesia sukses membukukan 11 kemenangan, menelan sembilan kekalahan, dan 11 laga sisanya berakhir dengan skor sama kuat.
Khusus untuk pentas Piala AFF, kedua rival abadi ini sudah bersua sebanyak 11 kali sejak perhelatan tahun 1996 silam.
Skuad Garuda mengoleksi tiga kemenangan, menelan dua kekalahan, dan bermain imbang sebanyak enam kali dengan catatan apik dua kali tanpa kebobolan.
Pada pertemuan ke-12 di ajang bergengsi Asia Tenggara kali ini, Indonesia sedikit lebih diunggulkan berkat keuntungan status tuan rumah.
Dukungan penuh dari puluhan ribu suporter fanatik di Stadion Pakansari dipastikan akan memberikan suntikan motivasi berlipat ganda bagi para pemain.
Kombinasi matang antara pemain berpengalaman yang merumput di liga-liga Eropa dengan talenta muda berbakat dari kompetisi lokal juga membuat variasi taktik skuad Garuda menjadi jauh lebih berbahaya dan solid.
Baca Juga: Panas! Vietnam Yakin Menang di Kandang Indonesia, Jaga Asa Lolos Semifinal Piala AFF 2026
Ancaman Lini Serang Lawan dan Prediksi Formasi
Meski diunggulkan, pelatih John Herdman menyadari betul bahwa barisan pertahanan tim asuhannya akan mengalami ujian yang sangat mematikan.
Ketajaman lini serang Vietnam yang dikomandoi oleh Nguyen Din Bach dan pemain naturalisasi asal Brasil, Nguyen Xuan Son, berpotensi merusak konsentrasi pertahanan yang dikawal kapten Rizky Ridho.
Kreativitas sektor tengah Vietnam dengan visi bermain yang terstruktur juga menuntut para gelandang andalan seperti Thom Haye untuk bekerja ekstra keras dalam memutus aliran tempo permainan lawan.
Laga hidup mati ini akan menjadi tolok ukur utama kemampuan Indonesia dalam menaklukkan kekuatan dominan di kawasan.
Jika sukses meredam perlawanan Vietnam dan meraih poin penuh, Indonesia dipastikan akan langsung mengunci satu tempat di babak semifinal.
Menghadapi laga krusial ini, timnas Indonesia diprediksi akan turun dengan formasi andalan 4-3-3. Posisi penjaga gawang akan dipercayakan sepenuhnya kepada Nadeo Argawinata.
Benteng pertahanan skuad Garuda akan dikawal oleh kuartet bek tangguh yakni Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Dony Tri Pamungkas.
Sektor lini tengah akan menjadi poros permainan yang diisi oleh Ivar Jenner, Marc Klok, dan Thom Haye.
Sementara itu, urusan menjebol gawang lawan akan diserahkan pada trisula Beckham Putra, Mitchell Baker, dan Eliano Reijnders.
Di kubu seberang, pelatih Kim Sang-sik diyakini akan mengandalkan ketangkasan Patrik Le Giang di bawah mistar gawang.
Barisan pertahanan mereka akan dihuni oleh kombinasi Pham Xuan Manh, Doan Van Hau, Nguyen Van Vi, dan Nguyen Thanh Chung.
Lini tengah dan depan Vietnam diprediksi akan diisi oleh amunisi terbaik mereka.
Di antaranya Truong Tien Anh, Nguyen Hoang Duc, Nguyen Quang Hai, Nguyen Dinh Bac, Do Hoang Hen, serta sang penyerang mematikan Nguyen Xuan Son. (naz)
Editor : Mizan Ahsani