Jawa Pos Radar Madiun - Peluang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 kini menguat.
Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia (AFI), Michael Victor Sianipar, mengungkapkan akan bertemu dengan FIFA di Swiss pada akhir Agustus untuk membahas pencalonan Indonesia sebagai penyelenggara ajang futsal paling bergengsi di dunia tersebut.
Rencana pertemuan itu akan dilakukan setelah Michael mendampingi Timnas Futsal Indonesia yang menjalani pemusatan latihan (TC) di Spanyol pada 11-24 Agustus 2026.
Selama TC, skuad Garuda dijadwalkan menjalani tiga pertandingan uji coba melawan Palma Futsal, Noia Futsal, dan Braga Futsal dari Portugal.
"Saya mungkin ya akhir Agustus ada rencana mau ke FIFA sih. Minggu depan kan Timnas Futsal Senior ke Spanyol, jadi saya nanti ikut juga beberapa hari di sana, baliknya saya mau mampir ke Swiss," kata Michael.
Baca Juga: Daftar Pemain Skuad Timnas Voli Putra Indonesia untuk Asian Games 2026: Fahri Septian Comeback
Lima Negara Berebut Status Tuan Rumah
Michael mengungkapkan saat ini terdapat lima negara yang berminat menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028, yakni Indonesia, Kuwait, Spanyol, Maroko, dan Prancis.
Menurutnya, peluang Indonesia cukup terbuka. Ia menilai Kuwait bukan negara dengan antusiasme futsal sebesar para pesaing lainnya, sementara Spanyol dan Maroko dinilai berpotensi tidak menjadi prioritas karena keduanya sudah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2030 bersama Portugal.
Piala Dunia 2030 sendiri akan digelar di tiga negara tersebut sebagai tuan rumah utama, dengan Uruguay, Argentina, dan Paraguay menjadi lokasi tiga pertandingan pembuka dalam rangka peringatan 100 tahun penyelenggaraan turnamen.
"Kalau kita kan sudah terbukti dengan Piala Asia kemarin. Jadi kalau misalkan Kuwait nggak masuk itungan, Spanyol sama Maroko juga kan sudah pegang Piala Dunia Sepak Bola, berarti ada opsi Indonesia atau Prancis," ungkap dia.
Baca Juga: Korban Pilih Berdamai, Kasus Penyiraman Cairan Kimia di Pacitan Disetop
Sukses Piala Asia Futsal Jadi Modal Indonesia
Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal 2026 menjadi salah satu modal utama dalam proses pencalonan.
Pengalaman tersebut diyakini menjadi nilai tambah di mata FIFA dalam menentukan negara penyelenggara Piala Dunia Futsal 2028.
Sebelumnya, Michael sempat pesimistis karena Piala Dunia Futsal 2024 juga digelar di kawasan Asia, tepatnya di Uzbekistan. Kondisi itu sempat membuatnya memperkirakan FIFA akan memilih negara dari benua lain untuk edisi berikutnya.
Namun, pandangan tersebut berubah setelah FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 untuk lima edisi berturut-turut.
Menurut Michael, keputusan itu menunjukkan bahwa rotasi antarbenua tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam penentuan tuan rumah.
"Tapi sebenarnya kan ganti-ganti regional ini kan sebenarnya itu kan praktik yang di sepak bola senior. Tapi kalau kita lihat sepak bola yang kelompok usia juga banyak yang bahkan bertahun-tahun, beberapa tahun berturut-turut di Qatar yang U17 kalau nggak salah. Jadi ya kenapa kita harus selalu ganti benua kalau faktanya Asia memang sekarang lagi berkembang futsalnya," tutupnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani