Belanja Rp1,2 Triliun Jelang Musim Perdana Liga Champions, Ini Skuad Baru Como 1907

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:35 WIB
Jearsey kandang Como 1907 untuk musim 2026/2027 bersama adidas, (instagram/@nowdotshype)
Jearsey kandang Como 1907 untuk musim 2026/2027 bersama Adidas, (instagram/@nowdotshype)

Jawa Pos Radar Madiun - Como 1907 mencatatkan salah satu kisah kebangkitan paling ajaib dalam sepak bola Eropa modern. Klub asal kota kecil di tepi Danau Como, Italia, ini resmi memastikan tiket Liga Champions 2026-27.

Usai finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A musim 2025-26, sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai partisipasi kompetisi Eropa pertama klub sejak Piala Mitropa 1980-81.

Perjalanan Enam Tahun yang Nyaris Mustahil

Ketika keluarga Hartono lewat Djarum Group mengambil alih Como pada 2019 senilai sekitar 800 ribu euro, klub ini masih berkompetisi di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia, dengan stadion yang begitu memprihatinkan hingga kapasitas penontonnya dibatasi hanya 5.000 dari total 12.000 kursi yang tersedia.

Pendapatan klub kala itu bahkan kurang dari 1 juta euro per musim, jauh dari raksasa Serie A seperti AC Milan yang mengantongi lebih dari 400 juta euro setiap tahunnya.

Kini, hanya enam tahun berselang, Como konsisten menjual habis tiket setiap laga kandang, mengantongi 35 juta euro dari penjualan merchandise saja, dan diproyeksikan meraih pendapatan tahunan sekitar 75 juta euro musim ini.

Baca Juga: Dari Rugi Rp285 Miliar per Musim, Bagaimana Como 1907 Kini Ditaksir Rp19 Triliun?

Belanja Besar Jelang Debut Liga Champions

Menyambut musim perdana di panggung Eropa, Como melakukan belanja besar besaran di bursa transfer musim panas ini dengan total pengeluaran mendekati 72 juta paun atau sekitar Rp1,5 triliun.

Beberapa pemain baru yang direkrut antara lain Luis Milla dan Mattia Liberali dari lini tengah, bek muda Andres Cuenca, serta bek sayap Kaiki yang didatangkan dengan skema pinjaman berkewajiban beli.

Klub juga sudah menyepakati kedatangan Trevoh Chalobah dari Chelsea senilai sekitar 31 juta paun, serta tengah mendekati kesepakatan meminjam Yan Couto dari Borussia Dortmund untuk memperkuat lini pertahanan.

 Nico Paz Resmi Permanen, Morata Juga Dipertahankan

Salah satu langkah paling krusial Como adalah mengamankan status permanen Nico Paz, gelandang serang muda asal Argentina yang jadi motor utama kesuksesan tim musim lalu.

Como mengaktifkan klausul pelepasan senilai 60 juta euro untuk memutus hubungan kepemilikan bersama dengan Real Madrid, yang sebelumnya masih memegang 50 persen hak atas pemain tersebut. S

elain Paz, Como juga merampungkan status permanen Alvaro Morata usai masa pinjamannya berakhir, sekaligus mempertahankan Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala untuk melanjutkan proyek jangka panjang klub.

Baca Juga: €60 Juta untuk Nico Paz: Como Resmi Beli Wonderkid Real Madrid, Los Blancos Siapkan Buyback Mahal

Tantangan Stadion Jelang Debut Eropa

Salah satu kendala terbesar Como jelang musim Liga Champions perdana mereka adalah standar Stadio Giuseppe Sinigaglia yang belum memenuhi regulasi UEFA.

Jika renovasi tidak rampung tepat waktu, klub berencana meminjam Mapei Stadium milik Sassuolo di Reggio Emilia sebagai kandang sementara, mengikuti langkah serupa yang pernah ditempuh Atalanta saat pertama kali tampil di Liga Champions.

Kekayaan Fantastis di Balik Layar

Dunia sepak bola Eropa sempat terkejut mengetahui kekayaan sesungguhnya pemilik Como.

Keluarga Hartono, lewat Robert Budi Hartono dan mendiang Michael Bambang Hartono yang meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di usia 86 tahun, tercatat memiliki kekayaan gabungan sekitar 43,8 miliar dolar AS berdasarkan data Forbes 2025, menjadikan mereka pemilik klub sepak bola terkaya di Italia. 

Fans Como sempat memberikan penghormatan hening semenit untuk mendiang Michael sebelum laga melawan Pisa yang berakhir dengan kemenangan telak 5-0, sekaligus semakin memantapkan langkah mereka menuju Liga Champions.

Baca Juga: Ditolak Greenwood, Roma Kini Bidik Bintang Como asal Senegal di Bursa Transfer Musim Panas

Strategi Marketing yang Ikut Jadi Sorotan

Di luar lapangan, Como juga dikenal lewat strategi pemasaran kreatif yang kerap viral, termasuk melibatkan warga lokal seperti pelayan restoran dan pekerja wisata dalam kampanye peluncuran jersey baru mereka.

Pendekatan unik ini dinilai berhasil mempromosikan sekaligus kota Como dan klub secara bersamaan, menjadikannya studi kasus menarik soal bagaimana klub kecil bisa membangun identitas kuat di tengah persaingan ketat industri sepak bola Eropa. (*)

*Dwiki Dermawan, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : Squawka, Bein Sports
Como 1907 Nico Paz