Mengenal Nay Sunda, Pelajar SMP yang Borong Dua Emas di Indonesia Muaythai Championship 2026

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:37 WIB
Nay Sunda menyabet dua medali emas di ajang Indonesia Muaythai Championship 2026. (ANTARA)
Nay Sunda menyabet dua medali emas di ajang Indonesia Muaythai Championship 2026. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Usianya masih belia, tetapi Niskala Riksa Sunda Silviadi alias Nay Sunda sudah mampu berbicara banyak di arena Muaythai.

Pelajar SMPN 1 Subang tersebut memborong dua medali emas pada Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di GOR Abdu Rosyad, kompleks GOR Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dua emas tersebut diraih Nay pada Sabtu (8/8) dari dua nomor berbeda. Dia menjadi yang terbaik pada Waikru Female U-15 dan Muay Aerobic.

Pencapaian itu menambah daftar prestasi Nay di usia yang masih sangat muda.

Sebelumnya, atlet asal Subang tersebut juga telah merasakan atmosfer kompetisi internasional dengan membawa nama Indonesia di World Muaythai Championship 2026 di Malaysia.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Media Vietnam: Memalukan!

Nay Sunda Berjaya di Dua Nomor IMC 2026

Indonesia Muaythai Championship 2026 berlangsung di Kota Bekasi pada 5–10 Agustus. Kejuaraan nasional tersebut mempertemukan atlet Muaythai dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajang itu sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan dan pencarian atlet potensial untuk menghadapi kompetisi dengan level lebih tinggi.

Nay menjadi salah satu atlet muda yang berhasil mencuri perhatian.

Pada nomor Waikru Female U-15, Nay berhasil mengamankan medali emas. Prestasi serupa ditorehkannya pada nomor Muay Aerobic sehingga membawa pulang dua emas sekaligus.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena Nay masih berstatus pelajar SMP. Dia harus menjalani rutinitas latihan di tengah kewajibannya mengikuti pendidikan di sekolah.

Pernah Bawa Indonesia di Kejuaraan Dunia

Arena nasional bukan satu-satunya panggung yang pernah dijajal Nay. Sebelumnya, dia membawa nama Indonesia dalam World Muaythai Championship 2026 di Malaysia.

Dalam kejuaraan tersebut, Nay turun pada nomor Waikru dan bersaing dengan atlet dari berbagai negara.

Pengalaman menghadapi kompetisi internasional itu menjadi modal penting ketika kembali berlaga di tingkat nasional.

Dua medali emas dari Bekasi kini memperpanjang perjalanan prestasinya. Namun, Nay tidak ingin menganggap keberhasilan tersebut sebagai hasil perjuangannya seorang diri.

"Aku senang banget bisa dapat dua emas. Nay bisa sampai di sini karena Abu, Ibu, pelatih, guru-guru di sekolah dan teman-teman yang selalu mendukung," katanya.

Dukungan Keluarga di Balik Prestasi Nay Sunda

Perjalanan Nay di dunia Muaythai tidak terlepas dari dukungan kedua orangtuanya.

Sang ayah, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana yang akrab disapa Abu, menjadi salah satu sosok yang mendukung Nay menekuni olahraga tersebut sejak awal.

Dukungan juga datang dari ibunya, Noviyanti Maulani.

Dia dikenal sebagai pencipta Muay Aerobik Nusantara yang menjadi bagian dari pengembangan olahraga Muaythai di Indonesia.

Peran keluarga berjalan beriringan dengan dukungan pelatih, guru, dan teman-teman Nay. Lingkungan tersebut membantu dirinya menjalani latihan sekaligus tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelajar.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 40 Ribu, Tembus Rp 2,69 Juta per Gram

Belajar Disiplin dari Muaythai

Di balik dua medali emas, terdapat proses latihan yang harus dijalani Nay secara konsisten. Rutinitas tersebut perlahan membentuk keberanian, kedisiplinan, dan kecintaannya terhadap Muaythai.

Pengalaman berlaga di Malaysia juga memberikan kesempatan baginya belajar menghadapi tekanan kompetisi.

Bekal tersebut kemudian dibawanya ketika bertanding pada Indonesia Muaythai Championship 2026.

Prestasi Nay sekaligus memperlihatkan pentingnya pembinaan atlet sejak usia muda. Talenta saja tidak cukup tanpa latihan, kesempatan bertanding, serta dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan.

Bagi Nay, perjalanan masih panjang. Dua emas Indonesia Muaythai Championship 2026 memang menjadi pencapaian penting.

Namun remaja asal Subang tersebut masih memiliki banyak ruang untuk tumbuh sebelum mengejar prestasi yang lebih tinggi di arena Muaythai nasional maupun internasional. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
nay sunda indonesian muaythai championship imc 2026 subang profil