Tanpa Denda, Mourinho Pilih Hukuman Ini untuk Pemain Real Madrid yang Terlambat

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:30 WIB
José Morinho adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional Portugal yang kini melatih klub La Liga Real Madrid. Dikenal dengan julukan The Special One (goal.com)
José Morinho adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional Portugal yang kini melatih klub La Liga Real Madrid. Dikenal dengan julukan The Special One (goal.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Pelatih Legendaris Jose Mourinho resmi menerapkan sejumlah aturan disiplin ketat di Real Madrid usai kembali menukangi klub tersebut setelah 13 tahun absen.

Langkah ini diambil menyusul musim lalu yang penuh drama di luar lapangan, dengan presiden klub Florentino Perez sengaja kembali menunjuk sosok otoriter seperti Mourinho untuk merapikan ruang ganti yang sempat diwarnai perpecahan dan ego pemain yang tak terkendali, usai masa kepemimpinan singkat Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa.

Makan Bersama Jadi Ritual Wajib

Salah satu perubahan paling mencolok adalah kewajiban makan bersama satu meja antara seluruh pemain dan staf pelatih di kompleks latihan Valdebebas, sesuatu yang sebelumnya jarang jadi rutinitas tetap.

Klub bahkan sempat membagikan foto momen seluruh skuad makan siang bersama sebagai bukti nyata perubahan ini. Pendekatan ini bukan hal baru bagi Mourinho, ia sebelumnya juga menerapkan rutinitas serupa saat melatih Benfica, sebagai bagian dari filosofinya membangun kedekatan personal dan rasa memiliki di dalam tim.

Baca Juga: Diincar Arsenal, Ini Tuntutan Finansial Vinicius Jr ke Real Madrid untuk Perpanjang Kontrak

Wajib Datang Satu Jam Lebih Awal

Soal kedisiplinan waktu, seluruh pemain kini diwajibkan tiba di Valdebebas satu jam penuh sebelum sesi latihan resmi dimulai, tanpa terkecuali bagi siapa pun, termasuk pemain berstatus bintang sekalipun.

Hukuman Sosial, Bukan Sekadar Denda

Menariknya, alih alih menjatuhkan denda finansial seperti kebiasaan umum di banyak klub, Mourinho memilih pendekatan berbeda bagi pemain yang terlambat.

Mereka akan dilarang mengikuti sesi latihan bersama tim dan diwajibkan menjalani latihan sendirian di gym, terpisah dari rekan setimnya.

Pendekatan ini menegaskan bahwa konsekuensi sesungguhnya bukan soal kehilangan uang, melainkan kehilangan kesempatan berlatih bersama kelompok.

Baca Juga: Siapa Cherif Fofana? Talenta Muda yang Mendadak Dipanggil Mourinho ke Skuad Senior Real Madrid

Menu Makanan Kini Ditentukan Ahli Gizi

Selain soal waktu, urusan pola makan pemain juga mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya pemain bebas memilih menu sesuai selera masing masing, kini seorang ahli gizi klub yang menentukan menu sarapan dan camilan sore, dengan seluruh pilihan makanan dirancang khusus demi mendukung performa optimal di lapangan.

Pemulihan Cedera Juga Disentralisasi

Aturan ketat lain yang turut diterapkan menyangkut proses pemulihan cedera. Pemain yang tengah menjalani rehabilitasi kini wajib menjalankan seluruh program pemulihan langsung di Valdebebas, baik sesi pagi maupun sore, di bawah pengawasan penuh staf medis klub.

Program rehabilitasi eksternal tidak lagi diperbolehkan, bahkan bagi pemain yang menggunakan pelatih pribadi sekalipun, semua proses pemulihan kini wajib dikoordinasikan langsung dengan tim medis Real Madrid.

Baca Juga: Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Bruno Guimaraes dari Newcastle, The Gunners Siapkan Dana Besar

Respons Positif dari Ruang Ganti

Meski terkesan sangat ketat, laporan dari internal klub menyebut respons pemain terhadap aturan baru ini justru cenderung positif.

Salah satu sumber di dalam klub menyebut suasana tim kini terasa sangat baik, dengan Mourinho dinilai berhasil memperkuat rasa persatuan kelompok di tengah situasi yang sebelumnya penuh ketegangan menjelang akhir musim lalu. (*)

*Dwiki Dermawan, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : GiveMeSport, Sports Illustrated
la liga Real Madrid jose mourinho