Jawa Pos Radar Madiun - Era pertandingan Liga Indonesia tanpa pendukung tim tamu di BRI Super League mulai berakhir. I.League memastikan kebijakan larangan suporter tandang dicabut untuk kompetisi musim depan setelah mendapatkan lampu hijau dari FIFA.
Kebijakan tersebut menjadi perubahan besar setelah pembatasan suporter tandang berlangsung sekitar empat tahun. Larangan diberlakukan menyusul Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
I.League menilai situasi suporter dalam beberapa waktu terakhir semakin kondusif.
Minimnya persoalan terkait pendukung tim tamu kemudian menjadi salah satu dasar operator kompetisi mengajukan perubahan kebijakan kepada FIFA.
“Bisa dibilang beberapa persoalan kaitannya dengan suporter away ini bisa dibilang sangat minim. Dengan dasar itu, kita coba propose ke FIFA. Dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan,” kata Ferry.
Restu FIFA tersebut bukan cek kosong. Klub dan suporternya tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan agar kehadiran pendukung tim tamu dapat terus diterapkan.
Menurut Ferry, I.League telah menyampaikan batasan serta larangan yang wajib dipatuhi klub. Kepatuhan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan kebijakan suporter tandang.
“Jadi klub-klub itu kita udah share apa-apa aja barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga,” tambahnya.
Baca Juga: Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry: Petarung Dagestan Yakin Menang
Persib-Persija hingga Persebaya-Arema Masih Dilarang
Kendati larangan umum dicabut, bukan berarti pendukung tim tamu bebas menghadiri seluruh pertandingan. I.League tetap memberikan pengecualian terhadap laga dengan tingkat rivalitas tinggi.
Duel Persebaya Surabaya kontra Arema FC menjadi salah satu contohnya. Begitu pula pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang masih dipastikan tanpa kehadiran suporter tandang.
“Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir. Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian,” tegas Ferry.
Artinya, izin kehadiran suporter tim tamu akan mempertimbangkan karakter dan tingkat risiko setiap pertandingan.
Rekomendasi kepolisian menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan apakah pendukung tim tamu dapat hadir di stadion.
Baca Juga: Cara Cek Bantuan Langsung Tunai Pakai HP: BLT Agustus 2026 Siap Cair
Tiket Suporter Tandang Terintegrasi Sobat Liga
I.League juga menyiapkan sistem untuk mendukung penerapan kebijakan baru tersebut. Pembelian tiket akan memanfaatkan aplikasi Sobat Liga yang telah terintegrasi.
Sistem tersebut diharapkan mempermudah pengelolaan dan pengawasan penonton, termasuk ketika suporter tim tamu kembali mendapatkan alokasi tiket pertandingan.
“Sistem tersebut sudah kami bagikan kepada klub dan sudah diuji coba. Sampai hari ini berjalan sangat baik karena beberapa infrastruktur juga sudah diperbaiki,” ujar Ferry.
Pencabutan larangan suporter tandang akan beriringan dengan dimulainya kalender kompetisi baru. Super League dijadwalkan bergulir mulai 4 September 2026, sedangkan Championship kick-off pada 12 September.
Sementara kompetisi pendamping liga, League Cup, dijadwalkan mulai bergulir pada 3 November 2026.
Kembalinya suporter tandang bakal membawa atmosfer berbeda ke stadion setelah pembatasan berlangsung selama sekitar empat tahun. Namun, keberlanjutan kebijakan tersebut sangat bergantung pada kepatuhan klub dan suporternya terhadap aturan yang telah ditetapkan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani