Persib Kena Sanksi Registration Ban oleh FIFA, Manajemen Singgung Kasus Robert

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:07 WIB
Logo klub Persib Bandung, kontestan BRI Super League.
Logo klub Persib Bandung, kontestan BRI Super League.

Jawa Pos Radar Madiun – Persib Bandung tersandung registration ban dari FIFA menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027.

PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) langsung bergerak menindaklanjuti sanksi yang berkaitan dengan perkara mantan pelatih Maung Bandung, Robert Rene Alberts.

Manajemen menegaskan persoalan tersebut bukan kasus baru. Perkara yang berujung pada keputusan FIFA itu disebut berasal dari 2022.

“Yang perlu kami tegaskan adalah, bahwa itu merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh,” kata manajemen Persib dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8).

Persib kini melakukan penelaahan terhadap dasar keputusan FIFA, posisi perkara, hingga mekanisme yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Manajemen memastikan tidak akan mengabaikan kewajiban yang muncul dari keputusan regulator sepak bola dunia tersebut.

“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku,” tegas manajemen.

Baca Juga: Hari Jadi ke-530 Ponorogo, Lisdyarita: Pembangunan Tidak Boleh Mandek

Persib Jadikan Penyelesaian Sanksi Prioritas

Persib menyatakan menghormati setiap keputusan regulator. Karena itu, penyelesaian registration ban kini menjadi salah satu prioritas manajemen.

Meski demikian, persoalan tersebut dipastikan tidak mengganggu agenda persiapan Maung Bandung menghadapi musim kompetisi 2026/2027.

Manajemen juga berusaha meredam kekhawatiran Bobotoh mengenai status pemain anyar yang telah didatangkan untuk memperkuat skuad.

Persib memastikan seluruh pemain baru telah diproses untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan federasi sesuai ketentuan.

“Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang manajemen.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa aktivitas persiapan tim tetap berjalan di tengah upaya manajemen menyelesaikan persoalan dengan FIFA.

Berawal dari Perkara Robert Rene Alberts pada 2022

Nama Robert Rene Alberts tidak asing bagi Bobotoh.

Pelatih asal Belanda tersebut pernah menukangi Persib sebelum kebersamaannya dengan Maung Bandung berakhir pada 2022.

Kini, perkara yang berkaitan dengan mantan pelatih tersebut kembali mencuat setelah Persib mendapatkan registration ban dari FIFA.

Namun, manajemen belum membeberkan secara terperinci substansi kewajiban maupun tahapan yang harus diselesaikan agar sanksi tersebut dapat dituntaskan.

Persib memilih fokus melakukan kajian dan menempuh mekanisme yang tersedia.

Manajemen juga menegaskan penyelesaian kasus menjadi perhatian serius tanpa mengesampingkan persiapan tim menghadapi kompetisi musim baru. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
robert rene alberts FIFA sanksi persib Super League