Marc Marquez Ungkap Kondisi Mengkhawatirkan Usai MotoGP Silverstone

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:31 WIB
Pengakuan mengkhawatirkan Marc Marquez usai MotoGP Silverstone. (Tony Goldsmith)
Pengakuan mengkhawatirkan Marc Marquez usai MotoGP Silverstone. (Crash.net)

Jawa Pos Radar Madiun - MotoGP Silverstone menjadi salah satu akhir pekan yang berat bagi Marc Marquez. Setelah menjalani balapan yang jauh dari harapan, pembalap Ducati tersebut mengungkap kondisi fisiknya yang cukup mengkhawatirkan.

Ia mengatakan bahwa dirinya sempat tidak mampu mengendalikan lengan kanan saat berada di lintasan.

Marquez hanya mampu finis di posisi ketujuh dalam balapan utama MotoGP Silverstone.

Hasil tersebut menjadi akhir pekan terburuknya sejak menjalani operasi pada Mei untuk mengatasi masalah saraf yang tertekan.

Baca Juga: Dari Rugi Rp285 Miliar per Musim, Bagaimana Como 1907 Kini Ditaksir Rp19 Triliun?

Marc Marquez Kesulitan Mengendalikan Lengan Kanan

Setelah balapan, Marquez memberikan gambaran mengenai kondisi fisiknya kepada tim Ducati.

Rekaman dalam video terbaru Inside Ducati memperlihatkan tim berkumpul bersama pembalap asal Spanyol tersebut setelah ia menyelesaikan balapan.

Marquez mengatakan kondisi ban memang lebih baik dibandingkan saat Sprint. Namun, masalah fisik justru membuatnya kesulitan tampil maksimal.

“Today the tyre was better. Physically I wasn’t there.” (“Hari ini bannya lebih baik. Secara fisik, kondisi saya tidak prima.”)

Ia kemudian mengungkapkan masalah yang lebih serius ketika berada di atas motor.

“I was at risk of crashing. I had no control over my right arm.” (“Saya berisiko mengalami kecelakaan. Saya tidak bisa mengendalikan lengan kanan saya.”)

Marquez juga membandingkan kondisinya dengan sesi latihan sebelumnya. Ia mengaku sempat kehilangan kendali bagian depan motor di Tikungan 1 dan Tikungan 9.

“Compared to practices… I lost the front at turn 1 and 9. I didn’t like it.” (“Dibandingkan dengan sesi latihan… ban depan saya kehilangan cengkeraman di tikungan 1 dan 9. Saya tidak menyukainya.”)

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya sepanjang balapan di Silverstone.

Baca Juga: Belanja Rp1,2 Triliun Jelang Musim Perdana Liga Champions, Ini Skuad Baru Como 1907

Hasil Marquez Jauh dari Harapan

Sebelum memasuki akhir pekan Silverstone, Marquez berharap kondisi lengannya akan menjadi lebih kuat setelah jeda musim panas. Namun, kenyataan di lintasan justru berbeda.

Pada Sprint, pembalap Ducati itu sebelumnya menghadapi masalah degradasi ban belakang yang ekstrem ketika menggunakan kompon lunak.

Masalah tersebut berlanjut dalam balapan utama. Meskipun kondisi ban dinilai lebih baik, Marquez mengaku kondisi fisiknya tidak berada pada level yang diharapkan.

Hasil akhirnya pun membuat Marquez hanya menjadi pembalap Ducati ketiga tercepat yang finis. Ia berada di belakang adiknya, Alex Marquez, serta pembalap VR46 Fabio Di Giannantonio.

Posisi Marc Marquez di Klasemen Ikut Terdampak

Hasil di Silverstone juga membawa dampak terhadap persaingan gelar juara dunia.

Marquez kini tertinggal 40 poin dari Jorge Martin, yang berada di posisi teratas klasemen sementara MotoGP 2026.

Dengan kompetisi yang masih berlangsung, selisih tersebut membuat setiap hasil balapan menjadi semakin penting bagi Marquez jika ingin kembali mengejar posisi teratas.

coBaca Juga: Ditolak Greenwood, Roma Kini Bidik Bintang Como asal Senegal di Bursa Transfer Musim Panas

Bagnaia Juga Alami Akhir Pekan Buruk

Ducati tidak hanya mengalami masalah melalui Marquez. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, juga gagal menyelesaikan balapan utama Silverstone.

Bagnaia yang memulai balapan dari posisi ke-15 mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak mencapai garis finis.

Usai insiden tersebut, Bagnaia sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kecelakaannya.

“I don’t know how to explain it… The crash was in a phase…” (“Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya… Kecelakaan itu terjadi pada suatu fase…”)

Ia kemudian menduga terdapat kemungkinan benda tertentu berada di lintasan.

“Maybe there was something on the ground that someone dropped.” ("Mungkin ada sesuatu di tanah yang di jatuhkan seseorang")

Bagnaia menutup penjelasannya dengan menyebut situasi tersebut sulit dijelaskan.

“It’s impossible.” ("Ini Mustahil")

Baca Juga: Diincar Arsenal, Ini Tuntutan Finansial Vinicius Jr ke Real Madrid untuk Perpanjang Kontrak

Aprilia Justru Mendominasi Silverstone

Di tengah kesulitan Ducati, Aprilia justru menikmati akhir pekan yang sangat kuat di Silverstone. Para pembalap Aprilia berhasil menyapu podium balapan.

Situasi tersebut semakin memperlihatkan kesulitan Ducati dalam menghadapi persaingan di Silverstone.

Marquez yang sebelumnya menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar justru harus puas dengan posisi ketujuh.

Bagi Marquez, persoalan kondisi fisik menjadi perhatian utama setelah balapan. Pengakuannya mengenai kehilangan kendali atas lengan kanan juga menjadi salah satu catatan penting dari akhir pekan MotoGP Silverstone.

Dengan selisih 40 poin dari Jorge Martin dan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Marquez menghadapi tantangan besar untuk kembali ke performa terbaiknya pada seri-seri berikutnya.  (*)

*Dwiki Dermawan, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : crash.net
ducati marc marquez silverstone motogp