John Herdman vs Shin Tae-yong, Dua Pelatih dan Panggung Pembuktian di Indonesia

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:51 WIB
John Herdman dan Shin Tae Yong sama-sama menggemari taktik tiga bek.
John Herdman dan Shin Tae Yong sama-sama menggemari taktik tiga bek.

Jawa Pos Radar Madiun - John Herdman dan Shin Tae-yong mungkin tidak memiliki hubungan langsung. Namun, perjalanan keduanya hampir pasti akan terus diperbandingkan dalam dinamika sepak bola Indonesia.

Posisi mereka memang berbeda. Herdman berada di kursi pelatih Timnas Indonesia, sedangkan Shin merupakan mantan juru taktik Garuda yang kini kembali berkiprah di sepak bola nasional bersama Persija Jakarta.

Situasi tersebut menghadirkan panggung menarik. Setiap pencapaian Herdman bersama timnas berpotensi dibandingkan dengan jejak yang pernah ditinggalkan Shin.

Sebaliknya, kiprah Shin bersama Persija juga akan menjadi sorotan karena ia kini membuktikan pendekatan sepak bolanya pada level klub Indonesia.

Perbandingan tersebut tak harus dipandang sebagai rivalitas negatif. Justru, kehadiran dua pelatih dengan pengalaman internasional itu berpotensi memberikan warna sekaligus meningkatkan gairah sepak bola nasional.

Shin memiliki kesempatan menunjukkan efektivitas pendekatannya melalui Persija. Sedangkan Herdman dituntut membuktikan reputasinya setelah sebelumnya memiliki pengalaman menangani Kanada serta tim kelompok umur dan tim putri Selandia Baru.

Sorotan lebih besar tentu berada pada Herdman. Sebab, sebagai pelatih Timnas Indonesia, dia memegang tanggung jawab terhadap perjalanan Garuda di sejumlah turnamen mendatang.

Baca Juga: Tumbang dari Turki, Korea Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026

FIFA ASEAN Cup Jadi Ujian Herdman

Herdman memang gagal memberikan hasil maksimal di Piala ASEAN. Namun, perjalanan pelatih asal Inggris tersebut masih menyisakan sejumlah panggung pembuktian.

Salah satu yang terdekat adalah FIFA ASEAN Cup, turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 23 September hingga 3 Oktober 2026.

Turnamen tersebut berbeda dengan Piala ASEAN yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF. FIFA ASEAN Cup berada di bawah FIFA dan digelar dalam periode jeda kompetisi liga.

Kondisi itu membuka peluang Herdman memanggil kekuatan terbaik Indonesia, termasuk pemain-pemain yang berkarier di luar negeri.

Nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Maarten Paes, hingga Emil Audero berpotensi menjadi bagian dari pilihan jika tersedia dan masuk kebutuhan tim.

Kesempatan tersebut membuat FIFA ASEAN Cup dapat menjadi salah satu tolok ukur penting sentuhan Herdman.

Terlebih, turnamen digelar sekitar 20 hari setelah Super League 2026/2027 dimulai pada 4 September. Artinya, Herdman memiliki kesempatan memantau performa pemain lokal dari rangkaian pertandingan awal kompetisi.

Baca Juga: Casio SHE-4551PG-7A: Jam Tangan Wanita Elegan, Motifnya Terinspirasi Bunga Hellebore dan Kristal Safir

Pemain Persija Asuhan Shin Bisa Dipanggil Herdman

Di sinilah dinamika Herdman dan Shin menjadi semakin menarik.

Sebagai pelatih timnas, Herdman dapat memilih pemain yang dianggap sesuai dengan filosofi dan kebutuhan taktiknya. Termasuk pemain Persija yang kini berada di bawah arahan Shin Tae-yong.

Herdman juga memiliki ruang memantau pemain Indonesia yang berkarier di Eredivisie Belanda, Ligue 1 Prancis, Bundesliga Jerman, Serie A Italia, maupun kompetisi luar negeri lainnya.

Kebebasan memilih pemain menjadi aspek penting. Sebab, kualitas Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada nama besar, tetapi bagaimana komposisi pemain disesuaikan dengan sistem yang ingin diterapkan pelatih.

Jika Herdman memiliki otonomi besar dalam menentukan skuad, FIFA ASEAN Cup dapat menjadi kesempatan membangun tim yang lebih kuat dibandingkan skuad Indonesia pada Piala ASEAN 2026.

Herdman, bagaimanapun, tidak dapat menguji racikannya pada Asian Games 2026.

Aturan baru AFC dan OCA membuat cabang sepak bola Asian Games hanya dapat diikuti negara yang lolos Piala Asia U-23 2026. Indonesia gagal memperoleh tiket setelah finis kedua pada fase grup kualifikasi di bawah Korea Selatan.

Baca Juga: Filosofi Wayang Jawa: Kenapa Semar hingga Sengkuni Masih Relevan dengan Masa Kini?

Piala Asia 2027 Jadi Pembuktian Sesungguhnya

Selepas FIFA ASEAN Cup, ujian yang jauh lebih besar menunggu Herdman: Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari.

Indonesia berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.

Garuda dijadwalkan membuka perjalanan menghadapi Jepang pada 11 Januari. Qatar menjadi lawan berikutnya pada 16 Januari, sebelum Indonesia menutup fase grup melawan Thailand pada 20 Januari.

Turnamen inilah yang berpotensi menjadi salah satu pembanding paling jelas antara Herdman dan Shin.

Shin pernah membawa Indonesia mencatat sejarah pada Piala Asia 2023 dengan menembus fase gugur untuk kali pertama.

Karena itu, apabila Herdman mampu membawa Garuda kembali lolos dari fase grup pada 2027, setidaknya ia akan menyamai pencapaian tersebut. Jika melaju lebih jauh, Herdman berpeluang membangun catatan baru.

Baca Juga: Casio SHE-4551PG-7A: Jam Tangan Wanita Elegan, Motifnya Terinspirasi Bunga Hellebore dan Kristal Safir

Jangan Biarkan Perbandingan Menjadi Beban

Herdman menandatangani kontrak dua tahun sebagai pelatih kepala pada Desember 2025 dengan opsi perpanjangan dua tahun.

Jika perjalanan tersebut berjalan mulus, agenda sepak bola internasional berikutnya akan terus menyediakan ruang pembuktian.

Di sisi lain, Shin memiliki jalannya sendiri bersama Persija.

Pertemuan tidak langsung dua pelatih tersebut justru bisa menjadi sesuatu yang positif. Persija membutuhkan pelatih yang mampu meningkatkan kualitas timnya. Timnas Indonesia pun membutuhkan Herdman untuk membawa Garuda menuju level lebih tinggi.

Perbandingan antara Herdman dan Shin hampir tidak mungkin dihindari. Rekam jejak keduanya akan terus menjadi bahan diskusi publik setiap kali Timnas Indonesia maupun Persija bertanding.

Namun, ukuran akhirnya seharusnya bukan siapa yang paling populer.

Herdman perlu mendapatkan ruang menentukan pemain, membangun taktik, dan membentuk tim sesuai pendekatannya. Shin pun layak memperoleh kesempatan membuktikan gagasannya bersama Persija.

Kritik tetap menjadi bagian dari sepak bola. Namun, keputusan mengenai perjalanan tim semestinya tidak mudah berubah hanya karena tekanan opini dan perbandingan antarpelatih.

Sebab, bila kompetisi tidak langsung antara Herdman dan Shin mampu menghasilkan Timnas Indonesia yang lebih kuat, Persija yang lebih kompetitif, serta Super League yang semakin menarik, sepak bola Indonesia justru menjadi pihak yang paling diuntungkan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
fifa asean cup piala asia 2027 John Herdman shin tae yong timnas