Jawa Pos Radar Madiun – Christos Tzolis belum memainkan satu menit pun di Premier League bersama Arsenal.
Namun, satu pertanyaan sudah layak dilempar menjelang bergulirnya musim 2026/2027: akankah pemain anyar The Gunners itu menjadi salah satu kandidat raja assist baru Liga Inggris?
Terlalu dini untuk memberikan vonis. Namun, sinyal pertamanya sulit diabaikan.
Tzolis langsung menghasilkan dua assist pada pertandingan kompetitif pertamanya bersama Arsenal.
Kontribusinya membantu The Gunners melibas Manchester City 3-0 sekaligus mengangkat Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff.
Bukan cuma dua assist yang membuat debut Tzolis menjanjikan. Pemain tersebut datang ke London membawa angka luar biasa dari musim terakhirnya bersama Club Brugge.
Sepanjang musim 2025/2026, Tzolis membukukan 22 gol dan 29 assist dari 52 penampilan di semua kompetisi.
Artinya, dia terlibat langsung dalam 51 gol Club Brugge dalam satu musim sekaligus membantu klub tersebut merebut gelar Belgian Pro League.
Kini, produktivitas itu mulai terbawa ke Arsenal.
Baca Juga: Jadwal Kejuaraan Dunia Badminton 2026 Hari Ini: Putri KW dan Alwi Farhan Dapat Lawan Ringan
29 Assist Bersama Club Brugge, Kini Dua Assist di Laga Debut
Jika ada kualitas yang langsung terlihat dari Tzolis, itu adalah kemampuannya membuat keputusan di wilayah berbahaya.
Ia bukan tipe pemain yang sekadar mengandalkan kecepatan untuk menusuk pertahanan. Catatan 29 assist musim lalu menunjukkan kemampuannya menciptakan peluang bagi pemain lain sama berbahayanya dengan penyelesaian akhirnya.
Manchester City langsung mendapatkan gambaran mengenai kemampuan tersebut.
Arsenal tampil agresif sejak awal. Riccardo Calafiori membuka keunggulan ketika suporter bahkan belum benar-benar nyaman di kursinya.
Kai Havertz kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-28. Martin Odegaard menutup pesta lewat penyelesaian impresif pada menit ke-47.
Skor 3-0 menjadi penegasan dominasi Arsenal. Namun, di balik kemenangan itu, dua assist Tzolis menjadi salah satu cerita terbesar.
Debut catatkan dua assist dan angkat trofi. Awal yang nyaris sempurna bagi seorang pemain baru.
Baca Juga: Ambulans Terbang Ternyata Bukan Hanya Wacana, BRIN Siapkan Pesawat N219 untuk Wujudkan Ide Prabowo
Arteta Langsung Terpikat Ketenangan Tzolis
Mikel Arteta rupanya melihat lebih dari sekadar statistik.
Manajer Arsenal tersebut menyoroti bagaimana Tzolis mampu menyatu dengan permainan tim dalam waktu relatif singkat.
“Saya pikir dia masuk ke dalam tim dengan sangat organik. Dia cocok dengan tim, dia anak yang sangat cerdas,” kata Arteta.
Satu kemampuan Tzolis yang paling disukai Arteta muncul ketika pemain tersebut memasuki area 20 hingga 30 meter terakhir dari gawang lawan.
Di wilayah inilah keputusan seorang pemain ofensif sering menentukan apakah serangan berakhir menjadi gol atau justru terbuang.
“Dia memiliki kualitas besar ketika berada di 20-30 meter terakhir. Dia sangat tenang untuk menemukan pemain di sekitar kotak penalti atau menyelesaikan serangan,” ujar Arteta.
“Dia menunjukkannya lagi dua atau tiga kali dan dia menentukan,” lanjutnya.
Pernyataan terakhir itu penting. Itulah kualitas yang dibutuhkan Arsenal ketika pertandingan memasuki situasi ketat.
Baca Juga: 822 Drone Serang Rusia, Moskwa Hadapi Serangan Udara Terbesar Ukraina pada 2026
51 Kontribusi Gol Bukan Angka Sembarangan
Rekam jejak Tzolis bersama Club Brugge membuat debut gemilangnya tidak terlihat sebagai ledakan sesaat.
Dengan 22 gol dan 29 assist dari 52 pertandingan, rata-rata Tzolis nyaris menghasilkan satu kontribusi gol setiap pertandingan sepanjang musim 2025/2026.
Menariknya lagi, statistik tersebut memperlihatkan keseimbangan permainannya.
Tzolis mampu menjadi pencetak gol sekaligus kreator.
Ketika ruang menembak terbuka, dia bisa menyelesaikan serangan sendiri. Ketika pertahanan menutup jalurnya, ia memiliki kemampuan menemukan rekan dengan posisi lebih menguntungkan.
Karakter semacam itulah yang bisa memberikan dimensi tambahan bagi lini serang Arsenal.
Baca Juga: Wapres Gibran Rakabuming Raka Ngantor di IKN Mulai Tahun Ini, Basuki: Tinggal Ngisi Furniturnya
Calon Raja Assist Premier League?
Di sinilah ekspektasi mulai muncul. Mampukah 29 assist bersama Club Brugge diterjemahkan menjadi produktivitas serupa di Premier League?
Tantangannya jelas jauh lebih berat.
Intensitas pertandingan, kualitas bek, organisasi pertahanan hingga tekanan kompetisi Liga Inggris berbeda dibandingkan Belgian Pro League.
Karena itu, angka Tzolis musim lalu tidak bisa begitu saja diproyeksikan ke Premier League.
Namun, dua assist melawan Manchester City memberikan petunjuk menarik.
Tzolis membuktikan kreativitasnya tetap bisa muncul ketika menghadapi lawan dengan kualitas elite.
Terlebih, Arsenal memiliki deretan pemain yang dapat menjadi target umpannya.
Kehadiran pemain-pemain ofensif dengan pergerakan bagus berpotensi membuat kemampuan final pass Tzolis semakin berbahaya.
Jika chemistry itu terbentuk, persaingan daftar pemberi assist Premier League musim 2026/2027 bisa mendapatkan nama baru.
Arteta sendiri puas bukan hanya terhadap Tzolis, tetapi juga mentalitas timnya saat membuka musim dengan trofi.
“Saya sangat senang dengan performa, hasil, dan memenangkan trofi pertama,” ujarnya.
“Kami berbicara mengenai keinginan untuk memulai musim dan menunjukkan kepada diri sendiri seberapa besar kami menginginkannya. Saya melihat banyak hal positif melawan lawan papan atas,” tambahnya.
Bagi Arsenal, kemenangan 3-0 atas Manchester City merupakan pernyataan awal dalam misi mempertahankan gelar Premier League.
Bagi Tzolis, pertandingan tersebut bisa menjadi pembuka sebuah cerita yang lebih besar.
Musim lalu dia meninggalkan Belgia dengan 22 gol, 29 assist, 51 kontribusi gol, dan gelar liga.
Pertandingan kompetitif pertamanya di Inggris menghasilkan dua assist dan Community Shield.
Masih terlalu cepat menobatkannya sebagai raja assist baru Premier League.
Namun, jika sentuhan pertamanya bersama Arsenal menjadi gambaran mengenai apa yang akan datang, para pesaing The Gunners punya alasan untuk mulai memperhatikan Christos Tzolis. (naz)
Editor : Mizan Ahsani