Pemain Voli Korea Dijuluki Little Kim Yeon-koung, Sempat Cari Namanya Sendiri di Internet

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:23 WIB
Son Seo-yeon tampil impresif di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026 hingga membuatnya dijuluki Kim Yeon-koung kecil. (FIVB)
Son Seo-yeon tampil impresif di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026 hingga membuatnya dijuluki Kim Yeon-koung kecil. (FIVB)

Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan luar biasa Son Seo-yeon di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026 membuat namanya semakin populer di Korea Selatan.

Namun, di tengah derasnya perhatian terhadap pemain berjuluk Little Kim Yeon-koung tersebut, pelatih timnas U-17 Korea Selatan Lee Seung-yeo justru memberikan peringatan khusus.

Lee memanggil Son Seo-yeon untuk berbicara empat mata pada malam sebelum rombongan pulang ke Korea Selatan. Sang pelatih tak ingin popularitas yang datang setelah Kejuaraan Dunia membuat pemain berusia 16 tahun tersebut terlena dan melupakan tujuan awalnya.

Pesan itu disampaikan setelah Son Seo-yeon tampil sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang turnamen. Dalam sembilan pertandingan, dia membukukan 179 poin atau rata-rata 19,89 poin per laga.

“Ketika kembali ke Korea, kamu akan mendapatkan banyak perhatian dan banyak orang akan menghubungimu. Jangan terlalu terlena dengan semua itu dan jangan sampai kehilangan tujuan awalmu,” pesan Lee kepada Son Seo-yeon.

Pelatih: Anggap Masih seperti Anak SD

Lee Seung-yeo menyadari potensi besar yang dimiliki pemain Seonmyeong Girls' High School tersebut. Namun, dia juga ingin Son Seo-yeon memahami bahwa perjalanan menuju level tertinggi masih sangat panjang.

Bahkan, Lee menggunakan perumpamaan sederhana untuk menggambarkan posisi Son Seo-yeon dan pemain-pemain U-17 lainnya apabila dibandingkan dengan tim nasional senior.

“Kalau dibandingkan dengan tim nasional, anggap saja kalian masih seperti anak sekolah dasar. Saya berharap kalian bisa tumbuh dengan benar sambil tetap berpegang pada dasar-dasar permainan,” ujarnya.

Nasihat serupa rupanya sudah berkali-kali diterima Son Seo-yeon.

“Pelatih selalu memberikan nasihat yang baik kepada saya. Dia mengatakan, ‘Jangan terlalu terbawa suasana, lakukan saja seperti yang selama ini kamu lakukan.’ Kali ini dia juga mengatakan senang karena kami bisa meraih hasil yang baik bersama-sama,” kata Son Seo-yeon.

Baca Juga: Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Kalah Dramatis, Jonatan Christie Gagal ke Perempat Final

179 Poin dan Attack Success Rate 41,24 Persen

Perhatian terhadap Son Seo-yeon memang sulit dihindari. Statistiknya di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026 menunjukkan betapa dominan perannya dalam serangan voli putri Korea Selatan.

Son Seo-yeon menghasilkan 179 poin dari sembilan pertandingan. Torehan tersebut membuatnya berada di posisi kedua bersama pencetak poin terbanyak dengan pemain Argentina Sofia Emilia Baldo.

Efektivitas serangannya juga impresif. Son Seo-yeon membukukan attack success rate 41,24 persen, tertinggi ketiga di antara 10 pemain dengan torehan poin terbanyak dalam turnamen.

Performa itu melanjutkan kiprahnya pada Kejuaraan Asia U-16 tahun lalu. Kala itu, Son Seo-yeon mengantarkan Korea Selatan mendapatkan tiket menuju Kejuaraan Dunia U-17.

Dia bahkan memborong penghargaan pencetak poin terbanyak dengan 141 angka, Most Valuable Player (MVP), dan Best Outside Hitter.

Sejak saat itulah julukan Little Kim Yeon-koung semakin melekat kepadanya. Son Seo-yeon bahkan pernah menerima beasiswa Kim Yeon-koung.

Sempat Cari Namanya Sendiri di Internet

Besarnya perhatian publik ternyata juga disadari Son Seo-yeon. Selama kompetisi, para pemain menyerahkan ponsel sehingga mereka tidak terlalu mengikuti pemberitaan maupun media sosial.

Begitu mendapatkan kembali ponselnya, Son Seo-yeon mengaku penasaran. Dia mencari namanya sendiri melalui portal internet dan melihat berbagai unggahan di media sosial.

“Saat ponsel saya dikembalikan setelah sebelumnya diserahkan selama kompetisi, saya mencari nama saya di portal internet dan melihat media sosial karena berbagai unggahan tentang saya muncul dengan sendirinya,” ungkapnya.

Son Seo-yeon senang namanya banyak diperbincangkan. Namun, ada perasaan lain yang muncul ketika sebagian besar sorotan justru diarahkan kepadanya.

“Saya senang melihat nama saya begitu sering disebut. Tetapi, hasil di turnamen ini merupakan pencapaian seluruh 14 pemain, bukan saya seorang. Jadi, sejujurnya saya sedikit kecewa karena perhatian yang begitu besar hanya tertuju kepada saya,” katanya.

Baca Juga: Hasil Alwi Farhan di Kejuaraan Dunia BWF 2026: Kalahkan Wakil India, Lolos ke Perempat Final

Julukan Little Kim Yeon-koung Sempat Jadi Beban

Membawa nama Kim Yeon-koung, salah satu legenda terbesar voli Korea Selatan, bukan perkara ringan bagi pemain yang masih berusia 16 tahun.

Son Seo-yeon mengakui julukan tersebut sempat menjadi beban. Namun, seiring waktu dia mulai mengubah tekanan itu menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras.

“Julukan Little Kim Yeon-koung awalnya menjadi beban bagi saya. Tetapi sekarang saya menerimanya dan berpikir bahwa saya harus bekerja lebih keras lagi,” tuturnya.

Perubahan terbesar justru terjadi pada sikapnya ketika menjalani latihan.

“Dulu pernah ada saat ketika latihan terasa sangat berat dan saya menjalaninya setengah hati. Sekarang, karena semakin banyak perhatian dan dukungan yang saya terima, saya bertekad memberikan semuanya dan tidak akan lagi melakukan sesuatu dengan setengah hati,” tegasnya.

Tinggi dan Kekuatan Lawan Jadi Pelajaran

Kejuaraan Dunia 2026 juga membuka mata Son Seo-yeon mengenai level persaingan internasional. Untuk kali pertama tampil di kejuaraan dunia, dia merasakan langsung perbedaan menghadapi pemain-pemain terbaik dari berbagai negara.

Postur dan kekuatan menjadi dua hal yang paling terasa.

“Mereka lebih tinggi dibandingkan lawan-lawan yang selama ini saya hadapi. Tetapi yang paling terasa, kekuatan mereka benar-benar berbeda,” ujarnya.

Son Seo-yeon pun menemukan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Serangannya tidak selalu berjalan efektif ketika menghadapi blocker dengan postur jauh lebih tinggi.

“Karena menghadapi lawan yang lebih tinggi, serangan saya tidak berjalan seperti yang saya inginkan. Saya harus mempelajarinya lebih banyak lagi,” katanya.

Torehan 179 poin membuat potensi Son Seo-yeon semakin sulit diabaikan. Namun, pesan Lee Seung-yeo menjadi pengingat bahwa perjalanan pemain 16 tahun tersebut masih panjang.

Predikat Little Kim Yeon-koung boleh terus mengikuti namanya. Tantangan sebenarnya kini adalah bagaimana Son Seo-yeon mengelola perhatian tersebut, terus memperbaiki permainannya, dan berkembang menjadi bintang dengan identitasnya sendiri. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
son seo yeon Kim Yeon Koung Voli korea timnas