Son Seo-yeon Disebut Little Kim Yeon-koung, Megawati Bisa Punya Rival Baru

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:14 WIB
Son Seo-yeon mencuri perhatian di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026 hingga dijuluki Kim Yeon-koung kecil. (FIVB)
Son Seo-yeon mencuri perhatian di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026 hingga dijuluki Kim Yeon-koung kecil. (FIVB)

Jawa Pos Radar Madiun – Megawati Hangestri pernah menghadapi salah satu lawan terberatnya di Liga Voli Korea, Kim Yeon-koung.

Megatron kala itu berseragam Red Sparks, sedangkan sang legenda menjadi tumpuan Pink Spiders.

Kini Kim Yeon-koung telah pensiun dan Megawati melanjutkan petualangannya bersama Hyundai Hillstate.

Namun, Korea Selatan mulai memiliki talenta yang disebut-sebut berpotensi meneruskan jejak sang legenda.

Namanya Son Seo-yeon. Baru berusia 16 tahun, outside hitter Sunmyung Girls' High School tersebut sudah mendapat julukan “Little Kim Yeon-koung”.

Jika Son kelak menembus V-League dan Megawati masih bermain di Korea Selatan, bukan tidak mungkin muncul cerita baru: akankah Megatron kembali mendapatkan rival sengit, kali ini sosok muda yang digadang-gadang sebagai penerus Kim Yeon-koung?

Potensinya bukan sekadar lahir dari julukan.

Son baru saja membuat panggung dunia menoleh kepadanya lewat penampilan impresif bersama Korea Selatan di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026 di Santiago, Chile.

Dia menjadi motor permainan Korea hingga finis di peringkat keenam. Son mengemas 179 poin sepanjang turnamen dan berada di jajaran teratas pencetak angka. Tingkat keberhasilan serangannya mencapai 41,24 persen.

Baca Juga: Liga PKDI 2026, DPC PKDI Ngawi Ditahan Madiun 1-1 di Stadion Ketonggo

Little Kim Yeon-koung Muncul saat Voli Korea Butuh Bintang Baru

Kemunculan Son Seo-yeon datang pada momentum yang tepat. Voli putri Korea Selatan belum benar-benar pulih setelah kehilangan figur sebesar Kim Yeon-koung dari tim nasional.

Korea menelan 12 kekalahan di VNL 2022 dan kembali mengalami hasil serupa pada 2023.

Catatannya menjadi dua kemenangan dan sepuluh kekalahan pada 2024, lalu hanya sekali menang dari 12 pertandingan pada 2025.

Korea kemudian kehilangan tempat di VNL dan harus turun ke kompetisi level bawah. Mereka juga gagal tampil di Olimpiade Paris 2024 setelah sebelumnya mampu menembus semifinal Olimpiade Tokyo.

Di level Asia, Korea harus mengejar Jepang dan Tiongkok sekaligus menghadapi perkembangan Thailand hingga Vietnam.

Per 18 Agustus 2026, Korea berada di peringkat ke-27 dunia. Jepang menempati posisi keenam, Tiongkok ketujuh, dan Thailand ke-17.

Regenerasi pun menjadi pekerjaan besar. Di tengah situasi itulah Son datang membawa harapan.

Outside hitter setinggi 181 sentimeter tersebut menunjukkan keberanian menghadapi blok pemain-pemain bertubuh lebih tinggi. Tak hanya mengandalkan pukulan keras, dia mampu mencari celah serangan, mengarahkan bola ke sudut lapangan, hingga berkontribusi melalui dig.

Sudah Bersinar sejak Kejuaraan Asia U-16

Julukan Little Kim Yeon-koung tidak muncul hanya karena performanya di Chile.
Son sudah menjadi perhatian sejak Kejuaraan Asia U-16 tahun lalu.

Ketika masih duduk di kelas tiga SMP, dia meledak dengan torehan 141 poin sekaligus mengantarkan Korea meraih gelar kelompok umur pertamanya dalam 45 tahun.

Son memborong penghargaan pencetak poin terbanyak dan Most Valuable Player (MVP).

Potensinya bahkan sudah terpantau langsung oleh lingkungan Kim Yeon-koung. KYK Foundation memilih Son sebagai penerima beasiswa untuk mendukung perkembangannya.

Federasi voli Korea juga memberikan kesempatan kepadanya menjalani latihan jangka pendek di Italia.
Pengalaman itu menjadi salah satu modal Son ketika menghadapi pemain-pemain terbaik dunia di level U-17.

Son Seo-yeon Tak Mau Terlena dengan Julukan

Menyandang nama “Little Kim Yeon-koung” tentu bukan perkara ringan bagi pemain berusia 16 tahun. Ekspektasi publik otomatis ikut membesar.

Son menyadari konsekuensi tersebut.
“Bohong kalau saya mengatakan tidak merasa terbebani. Namun, karena banyak orang menaruh harapan besar kepada saya, saya merasa harus tampil lebih baik lagi. Saya ingin menjadi pemain penuh semangat yang mampu tampil bagus dalam menyerang maupun bertahan,” kata Son.

Fisik menjadi salah satu aspek yang masih harus dikembangkannya. Tinggi 181 sentimeter belum tergolong istimewa untuk outside hitter di level internasional.
Namun, usianya masih sangat muda. 

Sebagai perbandingan, kapten timnas putri Korea Kang So-hwi juga memiliki tinggi 181 sentimeter.

Baca Juga: Profil Alexander Jeremejeff, Penyerang Anyar Persija: Jangkung, Sarat Pengalaman di Liga Eropa 

Dari Kim Yeon-koung, Berlanjut Son Seo-yeon vs Megawati?

Bagi penggemar Indonesia, perkembangan Son layak mendapat perhatian karena ada kemungkinan menarik jika perjalanan kariernya kelak membawanya ke V-League.

Megawati Hangestri sebelumnya pernah terlibat persaingan sengit dengan Kim Yeon-koung. Saat Megatron masih menjadi mesin poin Red Sparks, Kim menjadi ikon sekaligus pemimpin Pink Spiders.

Duel Red Sparks dan Pink Spiders berkembang menjadi salah satu rivalitas panas.

Puncaknya terjadi pada musim terakhir Kim. Pink Spiders akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Red Sparks dalam perebutan gelar.

Kim kemudian menutup karier profesionalnya. Sementara Megawati kini memasuki babak baru bersama Hyundai Hillstate.

Pada sisi lain, Korea sedang menunggu perkembangan pemain muda yang terus dibayang-bayangi nama Kim Yeon-koung.
Son tentu belum bisa disejajarkan dengan sang legenda.

Dia masih berusia 16 tahun, belum bermain di V-League, dan membutuhkan perjalanan panjang untuk membuktikan potensinya di level senior.

Tetapi angka 179 poin di panggung dunia U-17 memberikan alasan bagi publik Korea untuk menaruh harapan.

Jika Son mampu menjaga perkembangannya hingga masuk profesional, sementara Megawati masih menjadi kekuatan di V-League, pertemuan keduanya bakal menawarkan cerita menarik.
Megatron pernah bertarung melawan Kim Yeon-koung.

Kelak, akankah Megawati kembali mendapatkan rival sengit dari Korea bernama Son Seo-yeon, pemain yang kini digadang-gadang sebagai penerus sang Ratu Voli?

Jawabannya masih membutuhkan waktu. Namun, di tengah krisis regenerasi voli putri Korea, kemunculan Son setidaknya memberi satu hal yang lama mereka cari: harapan akan lahirnya bintang besar berikutnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
son seo yeon Kim Yeon Koung Voli korea Megawati Hangestri timnas