SOOP Berani Bidik Juara V-League, Megawati dan Hyundai Hillstate Jadi Ujian Berat

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:31 WIB
Kim Se-jin ditunjuk sebagai pelatih SOOP Supers. (KOVO)
Kim Se-jin ditunjuk sebagai pelatih SOOP Supers. (KOVO)

Jawa Pos Radar Madiun – Kehadiran Megawati Hangestri bersama Hyundai Hillstate membuat peta persaingan Liga Voli Korea 2026/2027 semakin menarik. Di tengah kekuatan tim-tim mapan, pendatang baru SOOP justru berani membawa ambisi besar meski diprediksi menjadi salah satu kandidat juru kunci.

SOOP memasuki V-League Putri setelah mengambil alih Pepper Savings Bank yang berada di ambang pembubaran akibat persoalan finansial perusahaan induknya. Mereka mewarisi tim yang selama bertahun-tahun kesulitan bersaing di papan atas.

Kondisi tersebut membuat SOOP berada di posisi yang sangat berbeda dibandingkan Hyundai Hillstate. Tim yang kini diperkuat Megawati Hangestri tersebut memiliki fondasi untuk bersaing di papan atas, sementara SOOP harus membangun kembali kekuatannya setelah kehilangan sejumlah pemain penting.

Namun, pelatih anyar SOOP Kim Se-jin tidak mau memasuki musim baru hanya untuk menjadi pelengkap kompetisi.

“Target kami adalah menjadi juara. Dari luar, mungkin lolos ke playoff saja terdengar tidak masuk akal, tetapi saya ingin menunjukkan permainan yang terstruktur dan menjadi ciri khas tim kami,” kata Kim Se-jin.

Baca Juga: Smaganasa Bungkam Smala 53-19, Start Ganas di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West

Megawati Hangestri dan Hyundai Hillstate Jadi Ujian

Ambisi itu berarti SOOP harus mampu menghadapi sederet kekuatan V-League Putri, termasuk Megawati Hangestri bersama Hyundai Hillstate.

Megawati menjadi salah satu nama yang bakal mendapat perhatian besar pada Liga Voli Korea musim baru. Setelah sebelumnya identik dengan Red Sparks, opposite Indonesia tersebut kini memasuki tantangan baru bersama Hyundai Hillstate.

Bagi SOOP, duel menghadapi Hyundai Hillstate sekaligus bisa menjadi tolok ukur seberapa jauh tim racikan Kim Se-jin mampu bersaing.

Terlebih, SOOP justru kehilangan sejumlah kekuatan setelah proses pengambilalihan Pepper Savings Bank. Park Jung-ah dan Lee Han-bi hengkang, sementara tim juga gagal mempertahankan pemain asing Joey Wederington.

Proses akuisisi yang baru diputuskan melalui rapat dewan luar biasa pada Juni turut membuat persiapan SOOP tertinggal. Mereka tidak dapat mengikuti draft sehingga kehilangan kesempatan mengamankan sejumlah pemain asing potensial.

Baca Juga: Kejuaraan Voli Putri Asia 2026: Digeprek Thailand, Kans Indonesia ke Perempat Final Masih Terbuka

SOOP Punya Tembok 198 Sentimeter

Harapan SOOP untuk mengimbangi kekuatan tim seperti Hyundai Hillstate salah satunya berada di tangan dua pemain asing anyar.

SOOP merekrut opposite Amerika Serikat Audriana Fitzmorris yang memiliki tinggi 198 sentimeter. Dia mempunyai pengalaman bermain di berbagai kompetisi Eropa, termasuk Italia, Yunani, dan Swiss.

Selain itu, terdapat middle blocker kuota Asia asal Tiongkok Yi Zhi Xue. Pemain setinggi 192 sentimeter tersebut pernah terpilih sebagai middle blocker terbaik Liga Tiongkok musim 2022/2023.

Blocking dan quick attack menjadi keunggulan Yi Zhi Xue. Kombinasinya dengan Fitzmorris membuat postur menjadi salah satu senjata yang bisa diandalkan SOOP.

Kehadiran Fitzmorris juga berpotensi menghadirkan duel menarik ketika SOOP berjumpa Hyundai Hillstate. Sebagai opposite, dia bakal berada dalam persaingan yang turut melibatkan Megawati Hangestri sebagai salah satu mesin serangan tim lawan.

Baca Juga: Okupansi Hotel Magetan Tembus Rekor, Sarangan Jadi Penopang Wisata

Kim Se-jin Punya Sejarah Membawa Tim Baru Juara

Meski SOOP diragukan, Kim Se-jin mempunyai satu modal yang membuat target juaranya tidak bisa sepenuhnya dianggap sesumbar.

Mantan bintang timnas Korea Selatan tersebut pernah menjadi pelatih pertama Rush & Cash, kini OK Savings Bank, pada 2013. Dia kemudian membawa tim baru tersebut menjadi juara pada musim 2014/2015 dan mempertahankan gelarnya pada 2015/2016.

Kini, setelah tujuh tahun meninggalkan bangku kepelatihan, Kim kembali dalam situasi yang hampir serupa: membangun sebuah tim dengan identitas baru.

Sejarah V-League Putri juga menunjukkan pelatih berlatar kompetisi putra bisa sukses. Salah satunya Kang Sung-hyung yang membawa Hyundai E&C meraih gelar terintegrasi untuk pertama kalinya dalam 13 tahun pada musim ketiganya.

Kim Jong-min juga sukses bersama Korea Expressway Corporation. Sementara Ko Hee-jin pernah membawa Red Sparks mencapai final musim 2024/2025 setelah penantian 13 tahun.

Baca Juga: Kejutan BRI untuk Yuni, Akhirnya Bertemu Ibu Setelah Satu Dekade Tak Pulang dari Taiwan

Bisakah SOOP Mengusik Megawati dan Hyundai Hillstate?

Di atas kertas, pekerjaan Kim Se-jin jauh dari mudah. SOOP memasuki musim pertama dengan skuad yang kehilangan sejumlah pemain kunci dan persiapan yang tidak seideal para rival.

Sebaliknya, Hyundai Hillstate menjadi salah satu tim yang layak diperhitungkan dalam persaingan musim baru. Kehadiran Megawati Hangestri semakin membuat kiprah tim tersebut menarik untuk diikuti publik Indonesia.

Karena itu, target juara SOOP pada akhirnya tidak hanya membutuhkan kejutan dari Fitzmorris dan Yi Zhi Xue. Mereka juga harus membuktikan mampu menandingi tim-tim yang secara materi lebih siap.

Termasuk ketika berhadapan dengan Hyundai Hillstate dan Megawati.

Jika Kim Se-jin mampu mengubah SOOP dari kandidat juru kunci menjadi penantang tim papan atas, kisah suksesnya bersama Rush & Cash lebih dari satu dekade lalu bukan mustahil terulang. Namun, sebelum berbicara mengenai gelar juara, SOOP harus lebih dulu membuktikan bahwa mereka mampu bertahan menghadapi kerasnya persaingan Megawati Hangestri dan Hyundai Hillstate di V-League Putri. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
soop Hyundai Hillstate Megawati Hangestri Liga Voli Korea V-League