Jawa Pos Radar Madiun – Tiansyah Fastabiqul Haqq punya satu mimpi yang belum tuntas.
Setelah pernah mencicipi atmosfer DBL Arena Surabaya ketika masih SMP, pebasket SMAN 3 Taruna Angkasa Jatim itu kini ingin kembali ke sana. Bukan sendirian, melainkan bersama Smaganasa.
Ambisi tersebut dibawa Tian, sapaan akrabnya, dalam Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West. Terlebih, musim ini menjadi perjalanan terakhirnya di level SMA.
Bagi Tian, DBL bukan sebatas kompetisi basket pelajar. Panggung tersebut menyimpan perjalanan panjang, mulai mengikuti jejak sang kakak hingga membangun mimpi bersama almamaternya.
Jejak Tian di DBL bermula ketika memperkuat SMPN 22 Surabaya pada Junior DBL Surabaya 2023. Saat itu, timnya mampu melaju hingga babak delapan besar.
Selepas SMP, Tian mengambil keputusan berbeda. Dia meninggalkan Surabaya dan melanjutkan pendidikan di SMAN 3 Taruna Angkasa Jatim, Madiun.
Ketertarikannya terhadap Smaganasa menjadi salah satu alasan. Terlebih, kakaknya, Tafakur Akbari Ilmi, lebih dahulu bersekolah di sana.
“Aku pilih sekolah di Madiun ini karena tertarik sama Smaganasa. Kebetulan kakak aku juga sekolah di sini dan aku ingin mengejar cita-citaku menjadi Perwira Angkatan Udara,” ujar Tian.
Keputusan tersebut sekaligus membawa Tian kembali bertemu panggung DBL. Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West menjadi tahun ketiganya merasakan atmosfer pertandingan di GOR Wilis, Kota Madiun.
Baca Juga: Hasil Drawing Pembagian Grup Kualifikasi Piala Asia U-17 2027: Indonesia Dikepung 3 Negara ASEAN
Basket Bermula dari Sang Kakak
Kecintaan Tiansyah Fastabiqul terhadap basket juga tak bisa dilepaskan dari pengaruh Tafakur.
Tian mulai serius menekuni olahraga tersebut sejak kelas VII SMP setelah melihat kakaknya lebih dahulu bermain di DBL.
Keduanya bahkan pernah berbagi lapangan dengan seragam Smaganasa pada DBL Madiun musim 2024-2025. Tian saat itu masih kelas X, sedangkan Tafakur sudah kelas XII dan menjalani musim terakhirnya.
“Aku sempat main bareng sama kakak di DBL Madiun musim 2024-2025. Waktu itu aku masih kelas 10, sedangkan dia sudah kelas 12 dan menjadi tahun terakhirnya,” kenangnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan penting dalam perjalanan Tian sebagai student athlete. Kini, giliran dirinya berada di kelas XII dan menjalani musim terakhir bersama Smaganasa.
Baca Juga: SMKN 2 Boyolangu ke Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West, Bisa Back to Back?
DBL Lebih dari Sekadar Pertandingan
Tiga musim tampil di Madiun membuat Tian merasakan sendiri bagaimana DBL memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kompetisi basket lainnya.
“DBL benar-benar memberi peluang kepada anak-anak SMA di Indonesia untuk menunjukkan diri. Ini seperti panggung kalian untuk berekspresi dan menciptakan kenangan selama masa SMA,” terangnya.
Menurut Tian, kemeriahan kompetisi juga tidak hanya tercipta dari duel pemain di lapangan. Tim dance, suporter, guru, hingga warga sekolah ikut membangun atmosfer pertandingan.
“Ini menjadi kesempatan untuk semakin kompak. Guru-guru saja sampai datang untuk mendukung kami dan tim dance. Pokoknya, vibes DBL ini selalu ditunggu anak-anak SMA setiap tahunnya,” ucapnya.
Kini perjalanan Tian memasuki fase terakhir. Targetnya jelas, membawa Smaganasa melangkah sejauh mungkin hingga mendapatkan kesempatan bertanding di DBL Arena Surabaya.
Mimpi tersebut terasa personal. Tian sudah pernah merasakan bermain di DBL Arena saat memperkuat SMPN 22 Surabaya. Kini, dia ingin kembali dengan identitas dan cerita berbeda: mengenakan seragam Smaganasa.
“Aku sudah pernah main di DBL Arena. Sekarang aku ingin membawa sekolahku bermain di sana karena atmosfernya pasti berbeda. Sekalian juga mau reuni dengan teman-teman SMP yang sekarang bermain di DBL Surabaya,” tandasnya.
Pastikan untuk selalu memeriksa informasi hasil lengkap dan jadwal pertandingan di situs resmi DBL. (chi/*/naz)
Editor : Mizan Ahsani