Jawa Pos Radar Madiun – Megawati Hangestri Pertiwi mulai menunjukkan daya ledaknya bersama Hyundai Hillstate menjelang persaingan Liga Voli Korea 2026/2027.
Opposite asal Indonesia itu disebut mencatat kecepatan spike hingga 101,4 kilometer per jam dalam rangkaian persiapan bersama klub barunya.
Catatan tersebut menjadi sorotan karena muncul bersamaan dengan mulai terbentuknya kombinasi serangan Hyundai Hillstate.
Megawati diproyeksikan menjadi salah satu tumpuan dari sisi kanan, sementara Jordan Wilson memberikan opsi serangan dari sisi lainnya.
Bagi Hillstate, keberadaan dua penyerang tersebut membuka lebih banyak pilihan. Pertahanan lawan tidak bisa hanya mengarahkan perhatian kepada satu sumber serangan.
Megawati dan Jordan Wilson Jadi Dua Opsi Serangan
Megawati menempati posisi opposite yang membuatnya menjadi salah satu opsi utama ketika setter mengalirkan bola ke sisi kanan.
Sementara Jordan Wilson beroperasi sebagai outside hitter. Kombinasi keduanya memberikan peluang bagi Hillstate untuk mengembangkan distribusi serangan yang lebih seimbang.
Kim Da-in sebagai setter mempunyai peran penting dalam skema tersebut. Distribusi bola yang sulit ditebak menjadi kunci agar blocker lawan tidak dapat berkonsentrasi menutup pergerakan Megawati.
Ketika sisi kanan mendapatkan penjagaan ketat, bola bisa dialihkan ke sisi lain. Sebaliknya, perhatian besar terhadap Wilson dapat membuka ruang bagi spike Megawati Hangestri.
Megawati juga dapat dimanfaatkan dalam serangan dari lini belakang. Variasi tersebut membuat Hillstate memiliki opsi tambahan selain mengandalkan serangan di depan net.
Baca Juga: Twitter yang Lama Terlahir Kembali: Jadi Pesaing X, Pengguna Harus Bayar Rp 355 Ribu
Spike 101,4 Km/Jam Jadi Sorotan
Dalam sesi persiapan Hillstate, spike Megawati diberitakan sempat tercatat mencapai 101,4 km/jam.
Angka tersebut dengan cepat menarik perhatian pencinta voli Indonesia. Jika dikonversi, kecepatannya mencapai sekitar 28,2 meter per detik.
Namun, catatan kecepatan itu bukan satu-satunya indikator yang menentukan efektivitas Megawati. Timing, akurasi pukulan, kemampuan membaca blok, hingga kecocokan dengan umpan setter bakal jauh lebih menentukan ketika kompetisi resmi dimulai.
Terlebih, lawan-lawan di Liga Voli Korea sudah tidak asing dengan permainan Megawati. Dua musim sebelumnya bersama Red Sparks membuat karakter serangannya telah banyak dipelajari klub pesaing.
Karena itu, variasi permainan menjadi kebutuhan penting bagi pemain berjuluk Megatron tersebut.
Baca Juga: Rumput Stadion Batoro Katong Aman Usai Konser, Pemkab Ponorogo Buka Peluang Event Lagi
Duet Megawati-Jordan Wilson Sudah Beri Sinyal
Potensi duet Megawati dan Jordan Wilson sebelumnya terlihat ketika Hyundai Hillstate menghadapi Pilsung Wonder Dogs dalam laga pemanasan.
Keduanya diberitakan menghasilkan total 47 poin. Megawati menyumbangkan 26 poin, sedangkan Wilson menghasilkan 21 poin dalam kemenangan Hillstate 3-2.
Produktivitas tersebut menjadi sinyal positif bagi lini serang Hillstate. Apalagi keduanya mempunyai karakter yang memungkinkan serangan dibangun dari dua sisi lapangan.
Megawati juga sudah memiliki modal pengalaman di Korea Selatan. Adaptasi terhadap karakter permainan Liga Voli Korea bukan lagi sesuatu yang benar-benar baru baginya.
Ujian Sebenarnya Menunggu di Liga Voli Korea
Catatan spike 101,4 km/jam tentu menjadi daya tarik tersendiri. Namun, tantangan sesungguhnya bagi Megawati adalah menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi poin secara konsisten ketika pertandingan resmi dimulai.
Hal serupa berlaku bagi duetnya dengan Jordan Wilson. Produktivitas dalam pertandingan pemanasan masih perlu dibuktikan menghadapi pertahanan klub-klub Liga Voli Korea.
Jika distribusi Kim Da-in mampu menjaga keseimbangan serangan dari kedua sisi, Hillstate berpotensi mempunyai pola permainan yang lebih sulit dibaca.
Bagi Megawati Hangestri, situasi tersebut juga menguntungkan. Beban serangan tidak harus seluruhnya berada di pundaknya karena lawan mesti memperhitungkan keberadaan Jordan Wilson.
Dari sinilah senjata baru Hyundai Hillstate mulai terlihat.
Bukan semata-mata seberapa keras Megawati menghantam bola, melainkan bagaimana kekuatan Megawati, Wilson, dan distribusi Kim Da-in dapat menyatu menjadi sistem serangan yang efektif. (naz)
Editor : Mizan Ahsani