Jawa Pos Radar Madiun – Ambisi SMAN 1 Tumpang menjadi wakil Malang di babak Grand Champion tinggal selangkah lagi.
Smaneta memastikan tiket final Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang setelah menyingkirkan MAN 1 Malang dengan skor tipis 1-0, Selasa (1/9).
Duel semifinal di Abe Mini Soccer Unggul Sports Center berlangsung ketat. Kedua tim kesulitan memecah kebuntuan sepanjang babak pertama.
Momentum Smaneta datang ketika pertandingan babak kedua berjalan lima menit. Edsel Putra Bernat sukses mencetak gol yang akhirnya menjadi pembeda sekaligus mengantarkan tim berkostum merah-putih tersebut melaju ke partai puncak.
Kemenangan Sekaligus Bayar Kekalahan Lama
Pelatih SMAN 1 Tumpang Alby Irfansyah Muchamad menyebut kemenangan tersebut terasa spesial. Selain membawa timnya ke final, hasil itu sekaligus membayar kekalahan dari MAN 1 Malang dalam turnamen futsal di Kota Malang pada 2024.
’’Alhamdulillah, kami bersyukur bisa melaju ke babak final. Anak-anak mampu bermain kompak sesuai game plan dan memperbaiki kekurangan di laga sebelumnya,’’ kata guru olahraga SMAN 1 Tumpang itu.
Perbaikan permainan memang menjadi pekerjaan penting bagi Smaneta. Pada pertandingan sebelumnya, tim pelatih menyoroti transisi pemain dari menyerang ke bertahan.
Evaluasi tersebut mampu dijawab ketika menghadapi MAN 1 Malang. Kini, Smaneta tinggal menghadapi satu pertandingan untuk merebut gelar Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang sekaligus tiket menuju Surabaya.
Alby memastikan anak asuhnya bakal bermain all-out di partai final. Gelar juara menjadi target sekaligus jalan untuk melanjutkan perjuangan ke level berikutnya.
’’Kami ingin menjadi wakil Malang di babak Grand Championship di Surabaya,’’ tegasnya.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Bukan Sekadar Turnamen, Sarmuji: Ini Misi Menemani Anak Muda
Tim Kabupaten Malang Dominasi Semifinal
Turnamen yang berlangsung selama dua hari, 31 Agustus–1 September, tersebut memang menjadi panggung bagi tim Kabupaten Malang.
Empat tim asal Bumi Kanjuruhan sukses menembus semifinal. Selain SMAN 1 Tumpang dan MAN 1 Malang, terdapat SMAN 1 Gondanglegi serta SMK Brantas Karangkates.
Dominasi bahkan sudah terlihat sejak babak delapan besar. Enam tim yang melaju pada fase tersebut berasal dari Kabupaten Malang.
Wakil Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur Ahan Syahrul Arifin menilai kekuatan para pemain asal Kabupaten Malang terlihat dari aspek fisik maupun teknik.
’’Secara fisik dan teknik, mereka memang cukup kompetitif. Terlihat menonjol,’’ terangnya.
Satu tim terbaik dari Zona Malang nantinya berhak melanjutkan perjuangan ke babak Grand Champion di Surabaya.
Ahan optimistis wakil Malang memiliki kemampuan untuk bersaing dengan para juara dari daerah lain di Jawa Timur. ’’Yang pasti mereka bisa bersaing dengan tim-tim lainnya dari Jawa Timur. Kans juara pasti ada,’’ tambah Ahan. (*)
Editor : Mizan Ahsani