Jawa Pos Radar Madiun – Lee Da-hyun akan kembali menjadi pusat perhatian publik voli Jepang.
Namun, kali ini middle blocker berusia 24 tahun tersebut datang bukan hanya sebagai pemain NEC Red Rockets, melainkan membawa misi mengembalikan Korea Selatan ke podium Asian Games.
Namanya sebelumnya mencuri perhatian ketika Korea Selatan menghadapi Jepang dalam Kejuaraan Asia di Tianjin, China, 23 Agustus lalu.
Korea memang harus mengakui keunggulan Jepang tiga set langsung. Namun, Lee Da-hyun mampu meninggalkan kesan melalui permainannya di tengah net.
Middle blocker bertinggi 185 sentimeter tersebut antara lain mampu membendung serangan Yoshino Sato.
Penampilan itulah yang kemudian ikut membuat Lee Da-hyun ramai diperbincangkan penggemar Jepang.
Media Jepang Soroti Lee Da-hyun
Media daring Jepang The Answer pada 6 September menyoroti mantan pemain Hyundai Hillstate dan Pink Spiders tersebut.
Media itu menyebut Lee Da-hyun sebagai pemain Korea Selatan berusia 24 tahun yang menarik perhatian publik Jepang dan kini menyatakan tekad meraih medali Asian Games.
Reaksi serupa sebelumnya bermunculan dari penggemar Jepang di media sosial seusai pertandingan kedua negara.
“Penampilannya seperti seorang aktris,” tulis salah seorang penggemar sebagaimana dikutip The Answer.
Penggemar lainnya lebih menyoroti kualitas permainannya.
“Permainan Lee Da-hyun luar biasa,” tulis mereka.
Ada pula yang menyebut, “Lee Da-hyun adalah tembok terbesar Korea.”
Sorotan tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap Lee Da-hyun tidak hanya datang karena sosoknya di luar lapangan. Kemampuannya menjaga area tengah net juga meninggalkan kesan bagi publik Jepang.
Baca Juga: Jadwal Veda Ega Pratama di Moto3 San Marino 2026: Momen Bangkit usai Hasil Buruk di Aragon
Musim Ini Main di NEC Red Rockets
Perhatian terhadap Lee Da-hyun di Jepang berpotensi semakin besar musim ini.
Sebab, dia akan berkompetisi bersama NEC Red Rockets di SV League Jepang.
Artinya, publik voli Jepang bakal melihat Lee Da-hyun secara reguler di kompetisi domestik mereka.
Namun, sebelum menjalani tantangan bersama klubnya, ada tugas besar yang harus dituntaskan bersama tim nasional.
Lee Da-hyun akan kembali ke Jepang dengan mengenakan seragam Korea Selatan untuk tampil dalam Asian Games Aichi-Nagoya yang menurut bahan sumber dibuka pada 16 September.
Targetnya tidak sekadar datang dan bersaing.
Dia menginginkan medali.
“Target kami adalah medali, apa pun yang terjadi,” tegas Lee Da-hyun dalam acara pelepasan kontingen Korea Selatan pada 3 September.
Baca Juga: Petak Umpet Berujung Petaka di Ponorogo, Bocah 9 Tahun Tewas Tertimpa Tembok
Korea Selatan Sudah Lama Tak Meraih Medali
Ambisi tersebut muncul di tengah situasi yang tidak mudah bagi timnas voli putri Korea Selatan.
Mereka belum kembali ke podium Asian Games sejak edisi Jakarta-Palembang 2018.
Pada Asian Games Hangzhou, Korea Selatan bahkan harus mengakhiri turnamen di posisi kelima.
Hasil tersebut menjadi bagian dari periode sulit tim setelah mengalami pergantian generasi.
Kini Lee Da-hyun dan rekan-rekannya membawa tugas untuk mengubah keadaan tersebut.
Bagi Lee, tanggung jawab tersebut bukan sesuatu yang dia hindari.
Sebaliknya, dia merasa harus mengambil peran lebih besar dalam membawa timnas Korea Selatan keluar dari periode sulit.
Merasa Memikul Timnas Korea Selatan
Lee Da-hyun menyadari posisinya dalam generasi baru voli putri Korea kini berbeda.
Memasuki tahun ini, dia merasa tidak lagi sekadar menjadi salah satu pemain yang mengisi skuad.
“Mulai tahun ini, saya memiliki pola pikir bahwa saya ikut memikul timnas voli putri Korea Selatan di pundak saya,” kata Lee.
Tekanan untuk menghasilkan prestasi pun disadarinya.
“Kami harus mengakhiri keterpurukan yang berlanjut sejak pergantian generasi dan menghasilkan prestasi,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan besarnya target Lee Da-hyun di Asian Games.
Dia tidak ingin perjalanan ke Aichi-Nagoya berakhir dengan sekadar pengalaman bertanding.
“Saya ingin dengan percaya diri menantang untuk mendapatkan medali setelah mempersiapkan diri sekeras mungkin,” ujarnya.
Situasi Lee Da-hyun kali ini menjadi menarik karena Jepang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Dia akan memperkuat NEC Red Rockets di SV League sekaligus membela Korea Selatan pada Asian Games yang berlangsung di Aichi dan Nagoya.
Namun, status sebagai pemain yang mendapat sorotan penggemar tuan rumah bukan target utamanya.
Tantangan sebenarnya adalah membawa Korea Selatan kembali bersaing di papan atas voli putri Asia.
Setelah gagal meraih medali sejak Asian Games 2018 dan finis kelima di Hangzhou, tekanan terhadap generasi baru Korea Selatan tidak kecil.
Lee Da-hyun memilih menghadapi tekanan tersebut dengan target yang jelas.
Kini, target medali Lee Da-hyun akan diuji di lapangan.
Pemain yang sebelumnya membuat penggemar Jepang terkesan lewat blok dan penampilannya di tengah net itu kembali ke Negeri Sakura dengan tanggung jawab berbeda, yaitu membantu Korea Selatan mengakhiri penantian panjang untuk kembali berdiri di podium Asian Games. (naz)
Editor : Mizan Ahsani