Peluang Emas di Depan Mata! Pelatih Bocorkan Strategi Timnas eFootball Indonesia di Asian Games 202

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:53 WIB
Ilustrasi game eFootball. (ISTIMEWA)
Ilustrasi game eFootball. (ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Madiun - Kans Indonesia untuk mendulang kepingan medali emas pada ajang bergengsi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, terbuka lebar melalui cabang esports. 

Tim pelatih membidik nomor eFootball sebagai penyumbang prestasi tertinggi berdasarkan kalkulasi data dan simulasi pemusatan latihan di Jakarta.

"Yang paling berpeluang menyumbang emas berdasarkan data kami adalah gim eFootball," kata pelatih kepala tim esports Indonesia, Richard Permana, di Jakarta, Kamis (10/9).

Peluang emas ini sangat didukung oleh karakteristik pertandingan yang diterapkan pihak penyelenggara.

Berbeda dari turnamen konvensional, Asian Games kali ini menerapkan sistem dua format pertandingan lintas perangkat (cross-platform).

Baca Juga: Transfer Pusat untuk Ponorogo Dipangkas Rp 119,68 Miliar, DPRD Minta Kebutuhan Dasar Dijaga

Sistem Agregat Lintas Perangkat

Laga pertama pada fase kompetisi akan dimainkan secara penuh menggunakan perangkat seluler (mobile).

Selanjutnya, laga kedua akan langsung mempertandingkan para atlet menggunakan perangkat konsol (console).

Mekanisme dua babak ini secara otomatis membuat selisih gol menjadi faktor yang sangat mematikan sekaligus menentukan nasib tim.

Jika kedua tim berbagi kemenangan alias saling mengalahkan, maka tiket kelolosan akan mutlak dihitung berdasarkan agregat gol secara keseluruhan.

Richard memberikan gambaran ekstrem di mana Indonesia menang 3-0 pada pertandingan pertama, namun tim sama sekali tidak boleh lengah dan kalah 0-4 pada laga kedua.

Hasil buruk di laga kedua tersebut dipastikan akan membuat skuad Merah Putih langsung tersingkir secara menyakitkan karena kalah perhitungan agregat akhir.

Baca Juga: Kasus Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo, Toni Ahmadi Dituntut 2,5 Tahun

Fase Grup Neraka Asian Games 2026

Selain format pertandingan yang menguras mental, komposisi pembagian grup juga menjadi momok tantangan tersendiri.

Setiap grup pada cabang e-Football terpantau hanya diisi oleh tiga negara peserta.

Tingkat kesulitan semakin melonjak lantaran hanya tim pemuncak klasemen (peringkat pertama) yang berhak mengantongi tiket ke babak sistem gugur.

Kondisi krusial ini menuntut para pemain untuk tidak melakukan sedikit pun kesalahan yang berpotensi membunuh harapan tim.

Berdasarkan skenario terburuk yang telah disimulasikan tim pelatih, Indonesia berpotensi terperosok ke dalam grup "neraka".

Grup ketat ini berpeluang mempertemukan Indonesia dengan raksasa-raksasa esports Benua Kuning dengan kekuatan berimbang, seperti Tiongkok (China) dan Thailand.

Menghadapi tekanan tersebut, kedisiplinan dan konsistensi pemain menjadi harga mati yang wajib diterapkan secara solid sejak menit awal pertandingan.

Bagi Richard, peluang merebut medali emas akan semakin terbuka lebar jika hasil undian menempatkan Indonesia berhadapan dengan lawan di bawah level permainan skuad Merah Putih.

Meski demikian, status di atas kertas tidak boleh membuat atlet terlena, karena sistem kompetisi yang tak kenal ampun bisa menghukum kelengahan sekecil apapun.

Baca Juga: Realisasi Investasi Ngawi Baru Rp 1,08 Triliun, Masih Jauh dari Target Rp 3,1 Triliun

Target Medali dan Delapan Divisi Gim

Secara keseluruhan, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) akan menerbangkan 33 atlet pilihan untuk bertarung di Jepang.

Berikut adalah delapan nomor gim esports yang diikuti kontingen Indonesia berserta proyeksi perolehan medalinya:

  • Target Total Medali: 1 Emas, 3 Perak, dan 4 Perunggu.

  • Nomor MOBA & Battle Royale: Mobile Legends, Honor of Kings, Pokemon Unite, dan PUBG Mobile.

  • Nomor Olahraga & Balap: e-Football dan Gran Turismo 7.

  • Nomor Spesifik & Fighting: Identity V dan Naraka: Bladepoint.

Di luar persiapan e-Football, atlet dari cabang gim lain juga tengah digeber porsi latihannya secara maksimal. (naz)

Terpantau pada Kamis (10/9), para atlet esports Indonesia juga terlihat sangat serius mematangkan taktik untuk nomor Naraka: Bladepoint di Jakarta.

Editor : Mizan Ahsani
Timnas Esports Indonesia Richard Permana Berita Esports Terbaru efootball Asian Games 2026