Jawa Pos Radar Madiun - Persaingan bulu tangkis dunia kini tengah memasuki babak baru yang sangat menguntungkan kontingen Indonesia.
Peta kekuatan di sektor ganda campuran perlahan bergeser menyusul memudarnya dominasi absolut dari para pemain asal China di berbagai turnamen elit.
Momentum berharga ini tentu tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh skuad Merah Putih yang tengah menjalani pemusatan latihan.
Ajang olahraga multicabang terbesar di Asia, Asian Games Aichi-Nagoya 2026, menjadi target utama pembuktian kekuatan baru armada Cipayung.
Pelatih kepala ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, secara cermat menyoroti celah kelemahan sang rival bebuyutan.
Ia mendesak seluruh anak didiknya untuk tampil lebih garang dan percaya diri guna memanfaatkan kendornya pertahanan tim Negeri Tirai Bambu belakangan ini.
"Persaingan sekarang di ganda campuran saya lihat agak tak menentu. Banyak pasangan China yang agak menurun nih. Jadi kita harus manfaatkan itu," kata Nova Widianto dalam acara Media Day Pelatnas PBSI di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan catatan rekor terbaru, tim raksasa Asia tersebut secara mengejutkan gagal mengamankan gelar juara dunia pada edisi 2025 dan 2026.
Penurunan performa mematikan itu semakin kentara saat perhelatan ajang China Masters 2026 baru-baru ini bergulir.
Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, mereka hanya sanggup mengirimkan satu wakil pasangan saja ke babak pamungkas.
Padahal dalam sejarah panjang bulu tangkis dunia, China nyaris selalu mendominasi dengan meloloskan minimal dua pasang pemain tangguh ke partai final turnamen tersebut.
Baca Juga: Transfer Pusat untuk Ponorogo Dipangkas Rp 119,68 Miliar, DPRD Minta Kebutuhan Dasar Dijaga
Pensiunnya Sang Raja dan Ratu Ganda Campuran
Runtuhnya tembok kokoh pertahanan China ini disinyalir tak lepas dari keputusan mengejutkan dari dua bintang utama mereka.
Pasangan pemuncak peringkat satu dunia, Zheng Si Wei dan Huang Ya Qiong, resmi menggantung raket tak lama setelah menyabet emas di Olimpiade Paris 2024 silam.
Kepergian dua legenda hidup tersebut sontak membuat konstelasi persaingan di kelas ganda campuran menjadi jauh lebih terbuka dan setara bagi negara lain.
Melihat peta kekuatan yang kini mulai merata tanpa ada monster lapangan yang terlalu menakutkan, Nova sangat optimistis skuad Garuda mampu berbicara banyak.
"Enggak ada yang terlalu dominan lagi jadi kita harus manfaatkan lah kesempatan ini," katanya.
Baca Juga: BMT MBS Janji Kembalikan Seluruh Simpanan Anggota, Disperdagkop Madiun Ikut Mengawal
Daftar Lengkap Skuad Garuda Menuju Aichi-Nagoya
Demi menjawab tantangan sang pelatih dan merebut medali berharga, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) telah meramu komposisi pemain yang solid.
Tugas berat di sektor ganda campuran akan dipikul oleh pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta duet racikan baru, Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Pencinta bulu tangkis Tanah Air tentu sangat menantikan kejutan dari strategi berani yang diterapkan oleh jajaran pelatih pelatnas ini.
Selain itu, PBSI juga telah mengumumkan daftar armada lengkap yang siap bertempur membawa panji Merah Putih di Negeri Sakura.
Berikut adalah rincian skuad bulu tangkis Indonesia untuk Asian Games 2026:
-
Tunggal Putra: Jonatan Christie dan Alwi Farhan (Perorangan); Moh Zaki Ubaidillah dan Muhamad Yusuf (Beregu).
-
Tunggal Putri: Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan (Perorangan); Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Mutiara Ayu Puspitasari (Beregu).
-
Ganda Putra: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (Perorangan).
-
Ganda Putri: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Berdasarkan jadwal resmi dari pihak penyelenggara, perjuangan skuad Garuda akan diawali dengan nomor pertandingan beregu pada 20-24 September 2026.
Setelah berjuang sebagai satu kesatuan tim, para atlet tangguh ini akan kembali bertarung memperebutkan podium juara di nomor perorangan mulai 25 hingga 29 September. (naz)
Editor : Mizan Ahsani