Jawa Pos Radar Madiun - Absennya bintang muda voli putri Indonesia, Junaida Santi, dari perhelatan Asian Games 2026 memicu sorotan tajam dari media mancanegara.
Media asal Korea Selatan, Xportnews, secara khusus menyoroti hilangnya nama sang MVP Proliga 2025 tersebut dari daftar 12 pemain Timnas Indonesia.
Skuad Merah Putih dipastikan akan bertolak ke Aichi-Nagoya, Jepang, tanpa kehadiran Santi pada kompetisi yang bergulir mulai 19 September mendatang.
Laporan media internasional tersebut turut mengutip klarifikasi dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) mengenai status pembekuan sementara sang atlet di level internasional.
Baca Juga: 5 HP Lipat Android Pesaing iPhone Duo, Spesifikasi Mumpuni di Kelas Flagship
Bukan Hukuman, Murni Terkendala Tes Gender
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menegaskan bahwa Santi sama sekali tidak sedang dijatuhi sanksi indisipliner apa pun.
Satu-satunya tembok penghalang yang menahan langkah sang spiker andalan adalah prosedur pemeriksaan jenis kelamin atau tes gender.
Menurut Loudry, pemeriksaan medis ini diwajibkan menyusul tingginya sorotan otoritas voli internasional terhadap keabsahan regulasi kompetisi.
Atensi terhadap profil Santi rupanya sudah mulai terpantau sejak ia tampil gemilang di ajang Princess Cup U-17 pada tahun 2022 silam.
Puncak pengawasan dari federasi internasional terjadi pada kejuaraan dunia U-20, terlebih setelah munculnya kasus serupa yang menimpa timnas Vietnam.
Penyelesaian prosedur tes medis ini akhirnya menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar jika Santi ingin kembali berlaga di bawah bendera Indonesia.
Baca Juga: Hasil Semifinal US Open 2026: Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina ke Final
PBVSI Beri Pendampingan Psikolog
Pihak federasi menyadari sepenuhnya bahwa Santi merupakan aset berharga yang rekam jejaknya sangat dibutuhkan oleh tim nasional.
PBVSI mengaku telah melakukan berbagai upaya persuasif secara tertutup guna mendampingi sang atlet melewati fase krisis kepercayaan diri tersebut.
Pendekatan personal dilakukan dengan melibatkan staf klub hingga menurunkan psikolog PBVSI, Ernita Pongky.
Federasi bahkan siap memfasilitasi penuh proses pemeriksaan medis secara privat di Rumah Sakit Polri demi menjaga kenyamanan sang pemain.
Sayangnya, segala bentuk uluran tangan dari federasi tersebut belum membuahkan hasil positif lantaran Santi secara pribadi masih menolak dan belum siap mengikuti tes.
Sikap tertutup dari atlet bersangkutan pada akhirnya membuat tangan PBVSI terikat dan terpaksa mencoret nama Junaida Santi dari skuad final Asian Games 2026. (naz)