Jawa Pos Radar Madiun - Bintang muda voli Korea Selatan, Lee Da-hyun, memikul tugas berat sebagai ujung tombak kebangkitan timnya di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pemain berusia 25 tahun tersebut bertekad membawa pulang medali emas sekaligus mengakhiri puasa medali yang telah berlangsung selama delapan tahun.
Pada edisi Asian Games Hangzhou sebelumnya, skuad Negeri Ginseng harus menelan pil pahit setelah terpuruk di peringkat kelima tanpa kepingan medali.
Kini, di bawah asuhan pelatih kepala Cha Sang-hyun, Lee Da-hyun dipersiapkan menjadi motor utama lini pertahanan dan serangan (middle blocker).
Baca Juga: Rilis Oktober 2026, Casio G-Steel GST-W1000 Tampil Mewah dengan Material Baja dan Fitur Pintar
Transisi Menjadi Pemimpin Skuad Regenerasi
Berbekal postur tinggi dan pergerakan yang lincah, ia menjadi aset tak tergantikan di tengah fase regenerasi besar-besaran skuad Korea Selatan.
Tiga tahun lalu di Hangzhou, ia masih berstatus sebagai salah satu pemain termuda di dalam tim nasional.
Kini, perannya bergeser secara drastis menjadi sosok pemain senior yang wajib membimbing sekaligus menjadi panutan rekan-rekan setimnya.
"Jika di Hangzhou saya sekadar mengikuti para senior, kali ini saya yang harus mengambil kendali dan memimpin tim," ungkap mantan pemain Hyundai Hillstate dan Pink Spiders itu.
Ia juga menegaskan bahwa para pemain terus membangun komunikasi yang intensif guna menciptakan atmosfer tim yang solid sebelum bertanding.
Baca Juga: Pengembang 11 Perumahan di Ngawi Kabur, Pemkab-Kejari Kawal Penyerahan PSU
Tantangan Baru di Liga Kasta Tertinggi Jepang
Demi meningkatkan kapasitasnya sebagai andalan tim nasional, Lee Da-hyun belum lama ini mengambil keputusan yang sangat berani dalam karier profesionalnya.
Meski telah diakui sebagai salah satu middle blocker terbaik di kompetisi domestik V-League, ia dengan mantap memilih keluar dari zona nyamannya.
Pemain berbakat ini resmi dipinjamkan ke klub NEC Red Rockets yang berlaga di Liga SV Jepang, kompetisi voli kasta tertinggi di benua Asia.
"Saya harus melakukan segalanya dan mengatasi tantangan sendirian, tetapi saya pasti bisa melewatinya. Saya akan menjaga diri dengan baik karena saya membawa nama Korea," jelasnya.
Fokusnya saat ini murni tertuju pada Asian Games, dan ia baru akan mulai berlatih penuh dengan klub barunya setelah turnamen usai.
Baca Juga: Hasil Semifinal US Open 2026: Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina ke Final
Peta Persaingan dan Peluang Bertemu Indonesia
Ambisi Lee Da-hyun untuk membuktikan hasil kerja keras timnya akan segera diuji pada babak penyisihan grup mulai pekan depan.
Timnas voli putri Korea Selatan dijadwalkan melakoni laga penyisihan grup melawan Hong Kong (16/9), Qatar (17/9), dan Vietnam (18/9).
Mereka wajib mengamankan setidaknya posisi dua besar klasemen grup untuk bisa melenggang ke babak perempat final.
Menariknya, sang rival bebuyutan, Jepang, tergabung di Grup A bersama dengan tim nasional Indonesia dan juga Nepal.
Berdasarkan bagan kompetisi, Korea Selatan berpotensi besar menghadapi kekuatan Jepang ataupun Indonesia paling cepat pada fase semifinal mendatang. (naz)