Jawa Pos Radar Madiun - Partai puncak turnamen Bahlil Mini Soccer U-17 Zona 4 Kediri dipastikan akan menyajikan duel panas antara wakil Kabupaten Nganjuk melawan tim tuan rumah Kota Kediri.
Kepastian ini didapat setelah SMAN 3 Nganjuk dan SMAN 6 Kediri sukses menaklukkan lawan masing-masing dalam babak semifinal di Inzia Minisoccer, Kabupaten Kediri, Jumat (11/9).
Laga pembuka semifinal menyajikan tensi tinggi dan permainan bertempo cepat sejak peluit babak pertama dibunyikan.
SMAN 3 Nganjuk berhasil mencuri keunggulan lebih dulu lewat sontekan Muhamad Bondan yang memanfaatkan umpan sundulan dari sang kapten, Mohammad Kelvin.
Tertinggal satu gol, tim SMAN 7 Kediri langsung meningkatkan intensitas serangan secara spartan di babak kedua.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah eksekusi tendangan bebas mematikan dari Hemi Pramudia sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Skor imbang ini memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenang.
Dewi fortuna akhirnya berpihak pada SMAN 3 Nganjuk yang sukses menutup drama adu penalti dengan kemenangan tipis 3-2.
Pertandingan semifinal kedua berlangsung tidak kalah sengit diiringi gemuruh nyanyian suporter dari kedua kesebelasan.
SMAN 6 Kediri tampil mendominasi permainan dan langsung mengurung pertahanan lawan sejak menit awal.
Keunggulan cepat di babak pertama membuat mental para pemain SMAN 1 Sukomoro tampak tertekan dan frustrasi.
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik oleh SMAN 6 Kediri untuk menambah pundi-pundi gol hingga menutup laga dengan kemenangan telak 3-0.
Pelatih Kepala SMAN 6 Kediri, Ali Muktar, mengaku sangat bangga melihat daya juang dan efektivitas serangan anak asuhnya meski dengan waktu persiapan yang singkat.
Kemenangan meyakinkan ini mengantarkan SMAN 6 Kediri melangkah ke partai final untuk menantang SMAN 3 Nganjuk dalam perebutan gelar juara bergengsi. (*)