Jawa Pos Radar Madiun - Gemuruh sorak-sorai pendukung setia pecah memenuhi seisi penjuru Stadion Letjend Soedirman (SLS) Bojonegoro.
Atmosfer ketegangan begitu terasa saat dua tim raksasa sekolah melangkah mantap masuk ke tengah lapangan hijau.
Laga pamungkas Turnamen Bahlil Minisoccer Asyik Menuju Puncak Zona 5 Bojonegoro ini memang menjanjikan sebuah pertarungan yang sengit.
Pertandingan puncak tersebut menyuguhkan tajuk bergengsi yang telah lama dinantikan publik pecinta sepak bola pelajar, yakni Derbi Monginsidi.
SMAN 3 Bojonegoro berhadapan langsung dengan rival kuatnya, MAN 1 Bojonegoro, dalam perebutan trofi kebanggaan.
Kedua tim turun dengan skuad terbaik dan strategi matang demi menorehkan tinta emas sejarah bagi almamater masing-masing.
Setelah peluit panjang tanda berakhirnya laga berbunyi, dominasi SMAN 3 Bojonegoro di atas lapangan hijau akhirnya tak terbendung lagi.
Mereka sukses menasbihkan diri sebagai kampiun sejati usai menggulung pertahanan MAN 1 Bojonegoro tanpa ampun.
Skor telak 4-0 menutup jalannya laga, memaksa sang lawan harus berpuas diri membawa pulang gelar juara kedua tahun ini.
Baca Juga: Update Insiden Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam: Basarnas Terjunkan KRI Canopus
Menariknya, tensi panas dan adu fisik keras selama pertandingan berlangsung langsung mereda seketika begitu laga pamungkas tersebut usai.
Kedua tim finalis justru menunjukkan tingkat sportivitas yang sangat luar biasa dan patut dijadikan teladan bagi generasi muda.
Para pemain beserta jajaran ofisial dari kedua belah pihak tampak saling berpelukan, melempar senyum, dan berjabat tangan hangat.
Tidak ada sedikit pun raut permusuhan, melainkan rasa saling menghormati atas kerja keras yang telah dikerahkan di arena.
Pemandangan menyejukkan ini tentu tak luput dari perhatian para tokoh penting yang hadir langsung memberikan dukungan di stadion.
Bendahara DPD Partai Golkar Jawa Timur, Eko Wahyudi, turut menyaksikan langsung tingginya kualitas mental para pelajar berprestasi tersebut.
Tokoh yang juga mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban itu memberikan apresiasi khusus.
Eko mengucapkan selamat secara langsung kepada dua perwakilan Kabupaten Bojonegoro yang berhasil mendominasi hingga partai final Zona 5.
Ia berpesan keras agar seluruh pemain tetap menjaga semangat juang dan menjunjung tinggi nilai fair play dalam setiap kesempatan.
Tim yang berhasil meraih takhta juara pertama diminta untuk tidak lantas bersikap jemawa atau sombong atas pencapaiannya.
Sementara itu, tim yang harus menelan kekalahan juga diminta untuk tidak tenggelam dalam keputusasaan yang berlarut-larut.
"Jaga sportifitas, jaga kebersamaan," ungkap Eko Wahyudi memotivasi para talenta muda sepak bola tersebut.
Turnamen Bahlil Minisoccer Zona 5 ini memang dirancang khusus sebagai ajang pencarian bakat sekaligus wadah adu gengsi antarsekolah.
Kemeriahan turnamen nyatanya tidak hanya terpusat pada laga perebutan juara pertama yang mempertemukan duo Bojonegoro.
Pertandingan perebutan posisi ketiga yang mempertemukan perwakilan dua kabupaten tetangga juga berlangsung tak kalah dramatis dan menguras emosi.
Wakil tangguh dari kota tetangga, SMAN 1 Lamongan, sukses mengamankan tempat ketiga di turnamen bergengsi ini.
Kepastian itu didapat usai mereka berhasil menumbangkan perlawanan alot dari SMAN 2 Tuban lewat skor tipis 3-2.
Kebahagiaan skuad SMAN 1 Lamongan semakin lengkap dengan adanya penghargaan tambahan yang diraih dari sisi tribun penonton.
Barisan pendukung setia SMAN 1 Lamongan secara resmi dinobatkan oleh penyelenggara sebagai peraih predikat best supporter.
Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas tanpa batas dan semangat tak kenal lelah yang mereka tunjukkan.
Sepanjang turnamen bergulir, nyanyian dan koreografi ciamik mereka tak pernah berhenti menyuntikkan motivasi bagi tim kebanggaan di lapangan. (*)
Editor : Mizan Ahsani