John Herdman Miliki Skuad Mewah, Timnas Indonesia Diyakini Bisa Juarai FIFA ASEAN Cup 2026

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 07:14 WIB
Para pemain Timnas Indonesia merayakan gol di laga FIFA Series 2026 kontra Saint Kitts and Nevis. (PSSI)
Para pemain Timnas Indonesia merayakan gol di laga FIFA Series 2026 kontra Saint Kitts and Nevis. (PSSI)

Jawa Pos Radar Madiun – Tampil di hadapan pendukung sendiri dengan komposisi pemain kelas Eropa menjadi modal kuat bagi Timnas Indonesia untuk menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Turnamen dengan format baru ini membagi negara-negara peserta ke dalam dua divisi berdasarkan peringkat FIFA, di mana Divisi 1 digelar di Indonesia dan Divisi 2 dilangsungkan di Hong Kong.

Berdasarkan hasil undian, Indonesia yang menempati peringkat 118 FIFA tergabung di Grup A Divisi 1 bersama Malaysia, Singapura, dan tim undangan Bangladesh.

Posisi ini cukup menguntungkan karena skuad Garuda terhindar dari dua raksasa Asia Tenggara, yakni Thailand (94) dan Vietnam (99). Kedua rival berat tersebut harus saling jegal lebih awal di Grup B bersama Filipina dan Pakistan.

Perjuangan tim asuhan pelatih John Herdman di turnamen ini akan dimulai dengan menantang Singapura di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat (25/9).

Kemenangan di fase grup menjadi langkah krusial untuk menembus partai puncak dan memperebutkan hadiah utama sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp17,8 miliar bagi kampiun Divisi 1.

Baca Juga: Menembus Pelosok Garut, Cerita Mantri BRI Dampingi Petani hingga UMKM Lokal

Kapitalisasi Skuad Termahal di ASEAN

Di atas kertas, Timnas Indonesia edisi kali ini memiliki kekuatan yang jauh berbeda dibandingkan saat berlaga di Piala AFF sebelumnya.

Berdasarkan data Transfermarkt, kapitalisasi pasar skuad Garuda menembus angka 21,59 juta euro atau sekitar Rp648 miliar.

Angka ini menempatkan Indonesia di urutan kedelapan terbesar di Asia, sekaligus jauh mengungguli Thailand (Rp193 miliar) dan Vietnam (Rp127 miliar).

Tingginya nilai pasar tersebut berbanding lurus dengan kualitas individu pemain.

Meski harus kehilangan Jay Idzes akibat cedera, kekuatan Indonesia tetap ditopang oleh nama-nama besar yang merumput di liga elite Eropa. 

Sebut saja Kevin Diks di Liga Jerman, Emil Audero di Liga Spanyol, Calvin Verdonk di Liga Prancis, hingga Ole Romeny dan kiper tangguh Maarten Paes.

Komposisi ini masih diperkuat oleh Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Ivar Jenner, serta talenta lokal potensial seperti Rizky Ridho.

Baca Juga: Hasil Portugal vs Wales di UEFA Nations League: Gol Cristiano Ronaldo Dianulir

Strategi Kolektif John Herdman

Kendati dibekali materi pemain bertabur bintang, kualitas individu dipastikan tidak akan maksimal tanpa kekompakan.

John Herdman menyadari hal tersebut dan dikenal luas memiliki filosofi kepelatihan yang menitikberatkan pada pembangunan budaya tim serta semangat persaudaraan.

Pendekatan Herdman sangat menekankan pentingnya keseimbangan fisik, taktis, mental, dan emosional pemain.

Kolektivitas serta kohesi tim selalu diutamakan agar skuad tetap solid dan merasa dihargai saat menghadapi situasi sulit di lapangan. 

Perpaduan antara potensi teknis individu dan kerja sama tim yang terstruktur, Indonesia diproyeksikan mampu membangun fondasi kuat untuk mendominasi kompetisi level atas. (*)

Editor : Mizan Ahsani
fifa asean cup 2026 Singapura juara timnas indonesia vietnam