Jawa Pos Radar Madiun – Kontingen Thailand kembali menunjukkan dominasinya di kawasan Asia Tenggara pada ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya. Sampai hari ketujuh, Negeri Gajah Putih telah mengumpulkan 21 medali, dengan rincian tujuh di antaranya adalah medali emas.
Pencapaian ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perolehan kontingen Indonesia. Meski secara jumlah total hanya terpaut satu medali, kontingen Indonesia sejauh ini baru mampu mengamankan satu keping medali emas.
Keperkasaan atlet Thailand di pentas Asia tersebar di berbagai cabang olahraga. Tiga dari tujuh emas disumbangkan oleh cabang teqball, sementara sisanya diraih dari atletik, berkuda, Mixed Martial Arts (MMA), dan sepak takraw.
Secara total, sudah ada 14 cabang olahraga berbeda yang mempersembahkan medali bagi Thailand. Keberhasilan ini kian berbobot karena delapan cabang di antaranya merupakan nomor yang juga dipertandingkan secara reguler di Olimpiade.
Secara historis, keunggulan olahraga Thailand atas Indonesia bukanlah pemandangan baru. Dominasi ini telah berlangsung konsisten sejak Thailand pertama kali mendulang medali pada ajang Asian Games Tokyo 1958 silam.
Dalam delapan edisi terakhir Asian Games, klasemen akhir Thailand hampir selalu berada di atas Indonesia.
Satu-satunya pengecualian hanya terjadi pada edisi 2018 lalu saat Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dan sukses finis di urutan keempat.
Secara rata-rata, Thailand selalu berhasil menduduki peringkat ketujuh dari seluruh edisi Asian Games yang mereka ikuti. Di sisi lain, Indonesia secara historis baru mampu mencatatkan rata-rata di peringkat kesebelas.
Ambisi Olahraga Melampaui Kekuatan Ekonomi
Keberhasilan Thailand ini cukup menarik mengingat populasi penduduk mereka hanya 71,6 juta jiwa. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan populasi Indonesia yang menyentuh angka 287 juta jiwa.
Dari kacamata ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand juga terhitung hanya sekitar 36 persen dari total kekuatan ekonomi Indonesia. Namun, mereka justru jauh lebih berani berinvestasi dengan mengirimkan kontingen masif ke setiap turnamen.
Pada gelaran Asian Games 2026 ini, Thailand berani menerjunkan hingga 694 atlet andalannya ke Jepang. Skuad ini jauh lebih gemuk dibandingkan Indonesia yang hanya memberangkatkan 432 atlet.
Keberanian dan kesuksesan Thailand ternyata berpijak kuat pada dukungan kelembagaan dan kultur masyarakat yang benar-benar gila olahraga.
Pembinaan usia dini dilakukan secara masif untuk menjadikan olahraga sebagai senjata diplomasi atau soft power di mata dunia.
Setiap turnamen internasional sukses memicu euforia luar biasa di seluruh penjuru negeri.
Para atlet peraih medali akan langsung diangkat menjadi miliarder berkat guyuran bonus menggiurkan dari pemerintah dan perusahaan swasta ternama.
Melalui pendekatan yang sangat holistik dan terukur tersebut, Thailand terus membidik target yang lebih ambisius. Mereka kini tidak sekadar ingin merajai Asia Tenggara, melainkan bertekad menyaingi kekuatan tradisional Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani