Jawa Pos Radar Madiun – Tekanan luar biasa dari puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) tampaknya tidak membuat skuad Thailand gentar.
Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, justru menunjukkan optimisme tinggi jelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Indonesia pada Senin (5/10) hari ini.
Chanathip menilai bahwa seluruh skuad asuhan pelatih Anthony Hudson sudah sangat siap secara mental dan taktik.
Ia mengakui laga puncak ini akan menjadi tantangan berat bagi tim berjuluk Gajah Perang (Changsuek) tersebut.
"Saya pikir semuanya sudah sangat siap dan pertandingan ini akan menarik. Tentu saja, akan ada banyak fan Indonesia di tribune, namun saya yakin semua pemain akan lebih dari 100 persen siap," tegas Chanathip.
Pemain berjuluk "Messi Jay" tersebut membawa ambisi besar untuk mencetak sejarah di Jakarta.
Menurutnya, kemenangan di GBK tidak hanya memperebutkan trofi, tetapi juga menjadi modal kepercayaan diri krusial sebelum mereka kembali menghadapi Indonesia di ajang Piala Asia mendatang.
Baca Juga: Klasemen Akhir Medali Asian Games 2026: Indonesia Finis Peringkat 16
Rekor Impresif Chanathip Lawan Indonesia
Optimisme Chanathip bukan tanpa alasan yang kuat.
Secara statistik, gelandang senior tersebut memiliki rekam jejak yang sangat mengerikan setiap kali bersua dengan Skuad Garuda.
Berdasarkan catatan rekor pertemuannya, berikut adalah statistik Chanathip saat menghadapi Timnas Indonesia di enam laga terdahulu:
-
Total Kemenangan: 4 kali menang.
-
Total Imbang: 1 kali seri.
-
Total Kekalahan: 1 kali kalah (Kekalahan tunggal terjadi pada leg pertama final Piala ASEAN 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, dengan skor 1-2).
Bahkan, kenangan Chanathip bermain di rumput GBK juga berbuah manis.
Pada kunjungan terakhirnya di stadion keramat tersebut pada 10 September 2019 silam, Thailand sukses mempermalukan tuan rumah dengan skor telak 3-0.
Gol kemenangan Thailand kala itu dicetak melalui brace Supachok Sarachat dan satu gol tambahan dari Theerathon Bunmathan.
Meski memiliki memori indah 7 tahun lalu dan mengantongi rekor superior, Chanathip menolak untuk jemawa.
Ia menyadari bahwa kekuatan Timnas Indonesia saat ini telah berubah drastis dibandingkan pertemuan terakhir mereka di final Piala ASEAN 2020 (yang digelar pada 2021).
Kehadiran barisan pemain diaspora (abroad) di kubu Indonesia menjadi sorotan utamanya.
"Banyak hal sudah berubah. Indonesia kini punya banyak pemain keturunan dan mereka bermain di liga dengan level yang tinggi," analisis Chanathip.
Ia mengakui bahwa anak asuh John Herdman saat ini memiliki keunggulan fisik dan skill mumpuni, yang wajib diwaspadai secara ekstra oleh barisan pertahanan Thailand di laga final malam ini. (*)
Editor : Mizan Ahsani