KITA memang belum lepas dari Covid-19. Masih dalam suasana pandemi. Tetapi secara keseluruhan memang sudah lebih baik. Sudah lebih terkontrol. Semoga saja tren baik ini terus terjaga. Pandemi segera meninggalkan kita. Hadirnya penyakit mematikan yang disebabkan virus dari Wuhan itu memang sudah cukup lama. Sudah dua tahun terakhir. Juli 2021 lalu bisa dibilang puncaknya. Paling tidak hingga saat ini belum ada pertambahan kasus sebanyak Juli itu. Semoga saja tidak terjadi gelombang Covid-19 lagi.
Itu karena kita cukup tertib. Kita disiplin dan patuh protokol kesehatan. Kasus terus melandai hingga sekarang. Bahkan kota kita beberapa kali zero kasus aktif biarpun saat ini tercatat ada dua kasus. Secara keseluruhan penanganan kita sudah bagus. Kota Madiun masuk PPKM level 1. Bahkan, saat libur Natal dan tahun baru kemarin ada banyak kelonggaran. Sayang, ada saja yang tidak patuh. Memang saya instruksikan untuk razia tepat pada malam pergantian tahun ini.
Sesuai aturan pusat, kapasitas tempat makan tidak boleh melebihi 75 persen. Tetapi masih ada tempat yang penuh sesak oleh pengunjung. Petugas sudah datang dan memberikan peringatan untuk tidak menerima pengunjung lagi sementara. Paling tidak sampai yang di dalam berkurang. Tetapi tidak diindahkan. Mendapat laporan itu, saya instruksikan untuk ke sana lagi. Kali ini saya pimpin langsung. Ada forkopimda juga. Benar saja, ada banyak pengunjung di sana. Ini sangat disayangkan. Lokasinya juga tidak terlalu luas. Dengan kondisi seperti itu akan sulit untuk menerapkan jaga jarak.
Karenanya saya minta untuk langsung tutup pada waktu itu. Saya minta untuk ditutup sementara beberapa hari ke depan. Tim juga saya minta untuk melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Akhirnya disepakati untuk menjatuhkan sanksi administrasi berupa penutupan sementara selama tujuh hari. Semoga bisa menjadikan jera. Bisa menjadi pembelajaran bersama. Sanksi administrasi berupa penutupan sementara sudah cukup sering kita lakukan. Ada juga yang memilih sanksi denda. Apa pun sanksinya, saya harap sudah tidak ada pelanggaran ke depan. Kita harus lebih baik di lembaran tahun yang baru ini.
Sering saya katakan, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Tahun 2021 sudah terlewat. Ada banyak kejadian, peristiwa, dan hal-hal yang kita lakukan. Dari apa yang telah terlewat itu, mungkin ada banyak kesalahan. Hal itu tentu harus menjadi pembelajaran. Seperti halnya dalam urusan Covid-19. Apa yang menyebabkan peningkatan kasus harus kita hindari. Kita sudah cukup berurusan dengan yang namanya korona ini. Sudah saatnya kita fokus pada yang lain. Sudah saatnya kita berlari kencang.
Tahun 2022 merupakan Tahun Macan Air. Seperti diketahui, macan dikenal sebagai raja dari semua binatang. Karenanya, shio Macan merupakan simbol dari kekuatan, keberanian, percaya diri, dan memerangi kejahatan. Ini merupakan momentum yang tepat untuk berlari kencang tadi. Ada banyak program kegiatan yang harus kita kejar. Baik dari bidang pembangunan fisik maupun nonfisik. Kita sudah merencanakan pembangunan rusunawa tahap III tahun ini. Saat ini masih dalam proses pemindahan makam. Saya targetkan Februari selesai. Lahan harus siap. Pembangunan dilakukan pemerintah pusat.
Pembangunan ring road timur (RRT) juga kita mulai. Rencananya kita tuntaskan untuk pembebasan lahannya. Proyek senilai Rp 600 miliar itu juga dikerjakan pemerintah pusat. Saya juga ingin memulai PeceLand. Paling tidak mulai kita sentuh pembangunan akses jalan menuju miniatur Kota Madiun itu. Kawasan Sumber Umis juga akan kita sentuh. Musala Kakbah akan kita tambah payung peneduh seperti di Masjid Nabawi, Madinah. Kawasan itu akan menjadi wisata 3M (Madiun, Makkah, Madinah). Kegiatan manasik akan kita fokuskan di sana. Ada juga tempat lempar jumrah di Jalan Pandan. Jamaah nanti berjalan kaki memutar melewati Jalan Ahmad Yani untuk kembali lagi ke Jalan Pahlawan.
Semua ini tentu akan kita mulai dari internal dulu. Saya ingin ASN kita siap-siap tancap gas. Karenanya, pagi ini saya kumpulkan di Ngrowo Bening. Saya beri arahan langsung. Edupark Ngrowo Bening memang sering kita gunakan untuk apel. Birokrasi pemerintah Kota Madiun juga baru saja penyegaran. Ada ratusan pejabat yang mendapatkan tempat baru. Kita sesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan. Agar sesuai dengan keahliannya. Bagaimana bisa tancap gas kalau personel kita tak sesuai dengan bidang keahliannya. Ini penting, karenanya kita akan tancap gas. Sudah saatnya kita berlari kencang. (*)
Editor : Hengky Ristanto