SELURUH satker kementerian/lembaga menggunakan aplikasi baru mulai 2022. Yakni, sistem aplikasi keuangan instansi (SAKTI). Aplikasi tersebut full modul pengelolaan keuangan negara. Mulai perencanaan sampai pertanggungjawaban anggaran. Aplikasi yang dikembangkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan ini juga mengadopsi konsep sistem informasi menajemen keuangan guna mendukung implementasi sistem perbendaharaan dan anggaran negara (SPAN).
Aplikasi SAKTI memuat sejumlah modul. Seperti, modul penganggaran. Pun, sejumlah modul pelaksanaan anggaran. Meliputi modul komitmen yang berisi sub-modul manajemen supplier dan sub-modul manajemen komitmen. Kemudian modul bendahara, aset tetap, persediaan, dan pembayaran. Serta proses pelaporan oleh modul GL dan Pelaporan. Aplikasi ini diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi satuan kerja kementerian/lembaga dalam penyusunan laporan keuangan dan meminimalkan perbedaan data antar aplikasi.
Beberapa keunggulan SAKTI antara lain integrasi database. Serta, single entry point yang menjelaskan bahwa suatu transaksi cukup sekali diinput dan apabila dibutuhkan oleh modul terkait, data tersebut akan dipanggil tanpa harus dilakukan penginputan ulang oleh modul yang membutuhkan. Keunggulan SAKTI juga terdapat dalam konsep maker, checker, approver, tracing jurnal. Tracing jurnal merupakan penelusuran dari jurnal ke sumber transaksi dengan double click jurnal terkait sehingga akan masuk dalam traksaksinya.
SAKTI juga menerapkan access control list (ACL). Yaitu, pengelompokan paket menu berdasarkan kategori sehingga administrator bisa menentukan menu transaksi ataupun izin akses menu transaksi berupa rekam, ubah atau hapus. Aplikasi ini juga punya penerapan closing period, berupa proses tutup buku saat periode transaksi dinyatakan berakhir. Pada saat modul akuntansi dan pelaporan melakukan closing period, maka modul lainnya secara otomatis melakukan tutup buku pada periode berkenaan. Yang mana, terdapat penerapan 14 periode terdiri dari 12 periode normal plus periode unaudited dan periode audited.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan juga mengembangkan aplikasi Monitoring SAKTI alias MonSAKTI. MonSAKTI dikembangkan untuk memantau keseluruhan tahapan dan proses yang diolah dengan SAKTI dan SPAN. Tools terbaru dari Kementerian Keuangan ini digunakan untuk tiga hal, yakni:
1. Pengawasan dan pengendalian internal satuan kerja, yang dilakukan sendiri oleh satuan kerja kementerian/lembaga.
2. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran satuan kerja yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan selaku Bendahara Umum Negara dan satuan kerja.
3. Monitoring dan evaluasi sistem aplikasi, yang dilakukan oleh Subdit Pengembangan Sistem Informasi dan Elektronik Direktorat Sistem Informasi Teknologi Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
MonSAKTI dirancang untuk menangani proses penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan keuangan negara dalam satu aplikasi tunggal. MonSAKTI diharapkan akan mempermudah satuan kerja kementerian/lembaga. Karena, tidak harus menangani banyak aplikasi yang berbeda-beda. Ada beberapa kelebihan yang ditawarkan aplikasi ini:
1. Supervisi. Fungsi ini dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dengan menggunakan sistem yang sangat responsif.
2. Monitoring. Fungsi monitoring dapat dilakukan untuk berbagai aspek mulai dari kas bendahara, transaksi secara real time, penyaluran dana alokasi khusus (DAK) fisik dan dana desa (DD), hingga penerimaan potongan pajak atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
3. Pengawasan. MonSAKTI juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengawasan terhadap kepatuhan satuan kerja kementerian/lembaga dalam pengelolaan keuangan, memantau akurasi transaksi keuangan, serta pengawasan jaminan keamanan transaksi keuangan.
4. Laporan Keuangan. MonSAKTI mempermudah satuan kerja dalam menyusun laporan keuangan dengan menghasilkan rekonsiliasi laporan otomatis, konsolidasi pelaporan secara real time, dan laporan keuangan kementerian/lembaga yang dihasilkan secara real time.
5. Penghematan. Pemanfaatan MonSAKTI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan APBN. Penghematan dimaksud juga bersumber dari transaksi minim-kertas (less paper transaction) dan transaksi elektronik secara penuh.
Fungsi utama MonSAKTI bagi Direktorat Jenderal Perbendaharaan yakni fungsi monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran dan fungsi pengawasan dan pengendalian internal satker.
a. Fungsi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran
Fungsi monitoring dengan aplikasi MonSAKTI dapat dilakukan terhadap beberapa aspek, yakni:
1) Penggunaan Anggaran, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran;
2) Penerimaan, yakni potongan pajak atas beban APBN;
3) Pemantauan penyusunan laporan keuangan, di mana rekonsiliasi laporan keuangan dilakukan secara real time;
4) Pemantauan pembayaran secara real time;
5) Pemantauan transaksi asset dan persediaan;
6) Pemantauan transaksi bendahara secara real time;
7) Dan pemantauan pelaksanaan kontrak sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.,
b. Fungsi Pengawasan dan Pengendalian Internal Satker
Fungsi pengawasan dan pengendalian internal dilakukan dengan MonSAKTI untuk beberapa aspek yang rentan terjadi kesalahan atau penyimpangan, yakni:
1) Pengawasan sisa pagu minus, yang bisa terjadi ketika realisasi anggaran lebih besar dibanding pagu anggarannya;
2) Pengawasan kas tunai bendahara; di mana jumlah kas tunai di bendahara di akhir hari kerja tidak boleh lebih dari Rp 50 juta;
3) Modul Pelaporan digunakan oleh satker untuk tutup buku di akhir bulan. MonSAKTI dapat digunakan untuk memastikan bahwa satker kementerian/lembaga melakukan tutup buku setiap bulannya;
4) Pengawasan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), satker berkewajiban untuk segera mengeluarkan SPM begitu menerima surat permintaan pembayaran (SPP);
5) Pengawasan Register Asset dan Persediaan. Satker berkewajiban melakukan pencatatan asset dan persediaan secara detail;
6) Setelah menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), satker berkewajiban untuk segera mengunggah atau mencatat nomornya. MonSAKTI mengawasi Satker untuk memastikan kepatuhannya;
7) Pembayaran Kontrak, mesti dilakukan segera setelah kontrak selesai. MonSAKTI akan memberikan notifikasi untuk mencegah satker terlambat dalam melakukan pembayaran;
8) Pengawasan Duplikasi Pejabat. Hal ini bisa saja terjadi pada pejabat perbendaharaan yang rangkap jabatan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, MonSAKTI dapat digunakan memantau kualitas data transaksi pada aplikasi SAKTI secara real time. Fungsi monitoring dan evaluasi ini dapat diakses oleh seluruh unit pada kementerian/lembaga. Selain menu utama pemantauan dan evaluasi serta pengawasan internal, ada beberapa fitur tambahan yang bisa dimanfaatkan. Seperti menu To-Do List yang membantu memantau apa saja yang mesti dilakukan oleh pengguna aplikasi SAKTI dan memastikan pencatatan telah dilakukan dengan benar dan tuntas.
MonSAKTI diharapkan menjadi solusi untuk penyelesaian masalah perbedaan data selama ini akibat penggunaan aplikasi yang berbeda-beda oleh satker kementerian/lembaga untuk fungsi perencanaan, pelaksanaan anggaran, dan pelaporan. SAKTI mengintegrasikan seluruh aplikasi yang ada pada satker saat ini. Sehingga, semuanya dikelola dalam satu aplikasi saja di semua level kementerian/lembaga. Mulai dari satker, wilayah, eselon I, hingga kementerian.
SAKTI menerapkan konsep single database, sehingga semua data dikelola menjadi satu. Meski demikian, masih ada beberapa hal yang mesti diantisipasi. Pertama, aplikasi ini masih baru dan pertama kali digunakan secara full modul pada 2022. Tentunya, masih diperlukan sosialisasi dan penyesuaian, serta pengembangan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Kedua, implementasinya menuntut kedisplinan dan kecermatan di setiap tahapan modul, mulai dari perekaman hingga pelaporan. Kesalahan proses perekaman tentunya akan berimbas pada kesalahan pada pelaporan nantinya. Keberadaan MonSAKTI untuk fungsi monev dan pengawasan membantu memastikan kepatuhan pada setiap tahapan di SAKTI.
Ketiga, penggunaan SAKTI dan MonSAKTI juga dipengaruhi sejumlah gangguan yang dialami pengguna serta fitur-fitur yang dinilai sulit digunakan. Seperti biasa, di tahap awal pengembangan sebuah aplikasi, pastinya akan banyak kendala yang dihadapi. Oleh sebab itu, agar penggunaan SAKTI dan MonSAKTI berjalan dengan baik, maka diperlukan penguatan, dukungan, dan evaluasi secara terus-menerus dari pengguna dan pengembang aplikasi. (*/naz/adv) Editor : Hengky Ristanto