PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Maemunah, 51, tengah menyiapkan hidangan bersama kedua cucunya. Tiba-tiba angin kencang mengamuk di atas wuwungan rumahnya di Dusun Weru, Desa Borang, Arjosari, sekitar pukul 16.00, kemarin (19/10).
Amukan alam itu tak hanya dirasakan Maemunah sekeluarga. Sembilan rumah di seputaran dusunnya ikut mengalami nasib serupa. Angin puting beliung disertai hujan deras membuat genting dan atap permukiman beterbangan. Sebagian rumah nyaris roboh. ‘’Atap dapur dan atap ruang tengah rusak. Padahal baru diganti beberapa bulan lalu,’’ keluh Maemunah.
Seumur-umur tinggal di kampungnya itu, baru sekali ini Maemunah mengalami terjangan angin dahsyat. Maklum, rumah semipermanen itu dibangunnya persis di puncak gunung. ‘’Hujannya baru sekali ini, tapi membuat rumah rusak semua,’’ ungkapnya sembari menyebut angin kencang tak lebih dari lima menit.
Mukri, perangkat desa setempat, menambahkan, hujan lebat mulai mengguyur kampungnya sejak pukul 15.00. Dia semula tak menyangka bila beberapa rumah terdampak. Maklum, dari 140 kepala keluarga (KK) di dusun itu, hanya sebagian titik yang diterpa angin kencang. ‘’Di tempat saya anginnya cuma sepoi-sepoi. Padahal jaraknya hanya satu kilometeran,’’ ujarnya. (gen/c1/fin/her)
Editor : Administrator