KOTA, Jawa Pos Radar Pacitan – Alat berat berfungsi vital membersihkan kawasan krusial terdampak bencana alam. Di penghujan yang rentan banjir dan longsor ini, alat berat dipaksa bekerja lebih ekstra. Sebab, keberadaan unit pengangkut dan penyapu material itu terbatas. Totalnya hanya tujuh unit.
Kepala DPUPR Pacitan Edy Yunan Ahmadi mengatakan, empat dari tujuh alat berat itu dimiliki dinasnya. Yakni, dua backhoe dan dua loader. Sementara, kendaraan berat lainnya dimiliki dinas lain. Seperti dinas pertanian dan dinas perikanan. ‘’Kami cukupkan kendaraan berat yang ada ini,’’ ujarnya, Kamis (11/11).
Beberapa kendaraan berat yang dibeli pemkab bukan berukuran besar. Kondisinya menyesuaikan medan serta lokasi bencana. Kontur Pacitan yang berbukit dan sempit membuat tak sembarang kendaraan berat bisa mengaksesnya. Karenanya, keberadaan alat mini dibutuhkan. ‘’Kalau alat berat kecil tentu bisa sampai di lokasi dengan cepat. Tak perlu diangkut truk besar, karena sewa truk juga mahal,’’ terang mantan kepala DLH itu.
Yunan menilai, kebutuhan alat berat saat ini dipandang cukup. Saban backhoe sanggup membersihkan di dua hingga tiga titik bencana. Bila skala bencana kecil, sanggup dibersihkan dalam kurun waktu satu jam. Jika skala bencana besar, tentu membutuhkan waktu lebih lama. ‘’Kalau lokasi longsornya dekat, tentu lebih mudah penanganannya. Kendaraannya terkadang juga ditinggalkan di lokasi guna mengantisipasi bencana susulan seperti di Karangrejo itu,’’ jelasnya. (gen/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto