PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelabuhan barang dan niaga telah diimpikan sejak satu dekade silam. Silih berganti kepemimpinan baik di daerah maupun pusat, mimpi itu tak kunjung terwujud. Padahal, 2019 silam telah diterbitkan peraturan presiden (perpres) yang mendorong percepatan pembangunan ekonomi di kawasan lintas selatan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan Wasi Prayitno menyatakan bahwa pemkab tak pernah tinggal diam. Langkah terbarunya, penghibahan lahan 1,6 hektare sepekan lalu. Hibah aset daerah itu sempat beberapa kali terganjal administrasi hingga dijadikan dalil untuk menunda pekerjaan. ''Ganjalan itu (hibah lahan, Red) sudah dapat titik terang,’’ kata Wasi, Senin (31/1).
Selain menuntaskan hibah lahan, Wasi berencana ‘’menyenggol’’ pemerintah provinsi (pemprov) agar cawe-cawe membangun jalan sepanjang 3,1 kilometer. Akses di pintu masuk pelabuhan yang menjadi tanggungan Kementerian PUPR itu baru sebatas pembukaan jalan dan pemadatan makadam. Namun, progresnya berhenti tersebab menanti kejelasan lanjutan pembangunan pelabuhan. ‘’Masak provinsi nggak cawe-cawe. Kemarin Trenggalek dapat Rp 45 miliar untuk pelabuhan. Nah, kami dapat separonya saja sudah bagus,’’ tuturnya.
Rencananya, pos TNI-AL bakal dibangun tak jauh dari pintu masuk pelabuhan. Karenanya, komandan pangkalan utama TNI-AL (lantamal) sempat berjanji membantu mengusulkan pembangunan jalan ke pemprov. Seiring pembangunan pos keamanan laut tersebut. Bila posnya 2 kilometer dari jalan utama, tersisa jarak 1,1 kilometer sampai pelabuhan. ’’Semoga semuanya bisa dikerjakan sekalian,’’ harap Wasi. (gen/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto