PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bujuk rayu terus dilakukan Pemkab Pacitan agar para abdi negaranya bersedia mengikuti seleksi terbuka (selter) pemilihan kepala dinas (Kadis) kali ini. Maklum, hingga Senin (14/2) baru 10 peserta yang menyerahkan berkas pendaftaran.
Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pacitan Heru Wiwoho mengatakan, masih ada waktu untuk memenuhi kuota selter Kadis. Lelang jabatan delapan kursi eselon II kali ini dipandangnya masih memiliki kesempatan. Sehingga belum dapat dikatakan gagal atau sepi peminat. ‘’Belum (terpenuhi, Red) saja, saya kira di detik-detik terakhir (pendaftarnya) tinggi,’’ kata Heru, Rabu (16/2).
Wajar bila calon pendaftar sejauh ini masih terkesan malu-malu dan baru ''mengintip'' saingannya. Di sisa waktu ini digunakan untuk melihat kualitas peserta lain sekaligus mengukur kemampuannya sendiri sebelum memutuskan melamar calon pemimpin OPD. Di samping menimbang kelinieran pekerjaan dari bidang yang dibuka belakangan. Tentu tak mungkin ahli pendidikan hendak mengisi kekosongan kepala DPUPR. ‘’Karena tidak semua bidang cocok, tentu mereka juga melihat itu, jadi tidak seramai pendaftaran lain,’’ ujarnya.
Heru optimistis di akhir masa pendaftaran hari ini (16/2) para peserta bakal berbondong-bondong. Mereka harus memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan yang ditentukan. Setidaknya ada 32 syarat minimal yang harus terpenuhi untuk mengisi delapan lowongan jabatan Kadis. ‘’Kalau sampai besok (hari ini, Red) belum terpenuhi, akan kami konsultasikan ke KASN, apakah dilanjutkan atau berhenti dulu,’’ jelasnya.
Sebelumnya, BKPPD Pacitan membuka delapan lowongan selter pejabat eselon dua. Mulai Kadis Perumahan dan Permukiman, DPUPR, diskominfo, disperpusib, disbudparpora, hingga dinas PPKB P2 serta Sekwan. Seiring para pejabat sebelumnya yang dimutasi maupun pensiun dan meninggal dunia. (gen/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto