PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tiga puluh sembilan peserta seleksi terbuka (selter) jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) memaparkan gagasan di hadapan lima panitia seleksi (pansel) kemarin (22/2). Tak sekadar berkata-kata, masing-masing dari mereka juga mempresentasikan implementasi makalah yang telah disusun.
Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pacitan Heru Wiwoho mengatakan, etos setiap peserta ditilik dari tes wawancara dan presentasi makalah. Jangan sampai makalah yang dipresentasikan itu dibuat asal-asalan, apalagi plagiasi. ‘’Rata-rata poinnya tinggi ketimbang tes-tes lainnya, nanti akan kami akumulasikan dengan yang lain. Tes wawancara ini sangat menentukan,’’ ujarnya, Rabu (23/2).
Seusai tes wawancara, para peserta masih bakal melewati tes lainnya. Mulai asesmen dari BKN Surabaya hingga tes wawancara tahap dua. Sebelum diambil tiga terbaik untuk direkomendasikan ke bupati. Selanjutnya, hak bupati untuk menentukan pilihannya. ‘’Keputusan terakhir di tangan Pak Bupati, untuk sekwan nanti dikoordinasikan dengan DPRD,’’ jelasnya.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pacitan M. Yunus menambahkan, seleksi wawancara kali ini bakal menyisakan empat peserta di setiap formasi. Dari 39 calon yang saat ini berlaga, tujuh dinyatakan tak lolos. Meskipun secara umum dia menilai para peserta tes JPTP kali ini memiliki kualitas apik sebagai pemimpin. ‘’Mereka yang lolos ataupun gagal tetap dibina, karena mereka aset kita,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto