PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Menahun jadi jalur tengkorak, tanjakan Mloko di Desa Sedeng, Pacitan, segera dikepras. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan bakal mengurangi tingkat kemiringannya.
Kabid Bina Marga DPUPR Pacitan M. Muslih mengatakan, tanjakan Mloko selama ini menjadi salah satu black spot (titik rawan kecelakaan) di Pacitan. Di awal tahun ini, dua kendaraan berat sampai gagal menanjak di jalan yang memiliki elevasi lebih dari 45 derajat itu. ‘’Kalau mau ke Pringkuku dari Pacitan, normalnya (kendaraan berat, Red) melintasnya via Desa Dadapan. Kalau via Sedeng itu jalur pendeknya,’’ ujar Muslih, Senin (21/3).
DPUPR telah mengalokasikan Rp 4,5 miliar untuk menata ulang jalan menanjak sepanjang 500 meter di Mloko. Digeser beberapa meter ke sisi selatan jalur lama yang lahannya telah dibebaskan sejak 2019. Sehingga tingkat kemiringan jalan dapat dikurangi guna memudahkan pengguna jalan yang ingin memangkas jalur Pacitan–Pringkuku. ‘’Jalan itu grade-nya terlalu tinggi, nanti kami buat memutar,’’ jelasnya sembari menyebut anggaran rehabilitasi jalan bersumber dari DAK Kementerian PUPR.
Pekerjaan fisik itu bakal direalisasi akhir April. Saat ini DPUPR tengah melengkapi berkas untuk naik lelang. Rehabilitasi jalan diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan. ‘’Tanjakannya dipangkas seperti di Sedeng yang kini sudah tidak lagi rawan kecelakaan,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto